Matano Belt Road, Jalan Strategis Menuju Pertumbuhan Inklusif Sulsel
Selasa, 23 Des 2025 14:47
PT Vale menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan melalui pembangunan Matano Belt Road. Foto/IST
SOROWAKO - Pembangunan infrastruktur kini tidak lagi dimaknai semata sebagai konektivitas fisik. Lebih dari itu, ia menjadi fondasi pemerataan ekonomi, ketahanan wilayah, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di masa depan.
Berangkat dari pemahaman tersebut, PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari grup MIND ID, menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan melalui pembangunan Matano Belt Road serta penguatan ketahanan wilayah terhadap risiko bencana hidrometeorologi.
Matano Belt Road (MBR) merupakan jalan provinsi strategis yang menghubungkan Malili, Nuha, hingga perbatasan Sulawesi Tengah. Selama ini, koridor tersebut menjadi tantangan akses bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi. Kehadiran MBR diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar arus barang dan jasa, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru yang lebih merata. Inisiatif ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mempercepat pembangunan wilayah berbasis konektivitas, produktivitas, dan keberlanjutan.
Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale Indonesia, Abu Ashar, menegaskan bahwa infrastruktur memiliki peran yang jauh melampaui fungsi teknis. Infrastruktur menjadi penghubung antara potensi dan peluang.
“Ketika akses terbuka, ekonomi bergerak, layanan publik semakin dekat, dan masyarakat memiliki kesempatan yang lebih adil untuk tumbuh. Itulah esensi dari pembangunan Matano Belt Road, bukan hanya membangun jalan, tetapi membangun masa depan,” ujar Abu Ashar usai menghadiri peletakan batu pertama proyek tersebut di Ussu.
Pembangunan Matano Belt Road dirancang dengan standar teknis dan keselamatan yang ketat guna memastikan efisiensi lalu lintas dan keamanan pengguna jalan. Infrastruktur yang andal dan berkelanjutan ini diharapkan menjadi tulang punggung baru bagi pengembangan pusat-pusat ekonomi, logistik daerah, serta sektor unggulan seperti pariwisata Danau Matano—salah satu danau purba terdalam di dunia dengan potensi ekologi dan ekonomi bernilai global.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menilai Matano Belt Road sebagai wujud nyata kolaborasi strategis antara pemerintah dan sektor industri dalam mempercepat pembangunan daerah. Ia menyebut jalan ini akan berfungsi sebagai jalur alternatif sekaligus akses utama yang memperkuat konektivitas Luwu Timur dan kawasan sekitarnya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler. Ia menegaskan bahwa konektivitas dari Ussu hingga pesisir Danau Matano telah lama dinantikan masyarakat. Kehadiran jalan ini diyakini akan membuka sentra-sentra ekonomi baru, khususnya di sektor pariwisata berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran Luwu Timur sebagai simpul pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Sulawesi Selatan.
Komitmen PT Vale dalam pembangunan wilayah juga mencakup penguatan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Menyadari meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, perusahaan turut berkontribusi dalam proyek normalisasi Sungai Baliase di Kabupaten Luwu Utara. Pengerukan sedimen dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus mengurangi risiko banjir yang selama ini berdampak langsung pada keselamatan dan aktivitas masyarakat.
Proyek normalisasi Sungai Baliase dirancang secara cermat dengan pendekatan teknis hidraulika, penerapan standar keselamatan kerja, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Pendekatan ini memastikan fungsi sungai sebagai sistem drainase alami tetap terjaga, sekaligus meminimalkan dampak terhadap ekosistem sekitar. Inisiatif tersebut melengkapi langkah mitigasi banjir yang sebelumnya telah dilakukan PT Vale, termasuk dukungan penyediaan ribuan jumbo bag untuk penanganan darurat.
Melalui pembangunan Matano Belt Road dan normalisasi Sungai Baliase, PT Vale menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun Sulawesi Selatan yang lebih terhubung, tangguh terhadap risiko iklim, dan berdaya saing global. Infrastruktur ini tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menyatukan harapan—menciptakan ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, perlindungan lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Di tengah tuntutan global akan pembangunan yang rendah karbon dan berkeadilan, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci. Melalui berbagai inisiatif tersebut, PT Vale menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari kontribusi jangka panjang bagi Indonesia: membangun hari ini demi masa depan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Berangkat dari pemahaman tersebut, PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari grup MIND ID, menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan melalui pembangunan Matano Belt Road serta penguatan ketahanan wilayah terhadap risiko bencana hidrometeorologi.
Matano Belt Road (MBR) merupakan jalan provinsi strategis yang menghubungkan Malili, Nuha, hingga perbatasan Sulawesi Tengah. Selama ini, koridor tersebut menjadi tantangan akses bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi. Kehadiran MBR diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar arus barang dan jasa, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru yang lebih merata. Inisiatif ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mempercepat pembangunan wilayah berbasis konektivitas, produktivitas, dan keberlanjutan.
Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale Indonesia, Abu Ashar, menegaskan bahwa infrastruktur memiliki peran yang jauh melampaui fungsi teknis. Infrastruktur menjadi penghubung antara potensi dan peluang.
“Ketika akses terbuka, ekonomi bergerak, layanan publik semakin dekat, dan masyarakat memiliki kesempatan yang lebih adil untuk tumbuh. Itulah esensi dari pembangunan Matano Belt Road, bukan hanya membangun jalan, tetapi membangun masa depan,” ujar Abu Ashar usai menghadiri peletakan batu pertama proyek tersebut di Ussu.
Pembangunan Matano Belt Road dirancang dengan standar teknis dan keselamatan yang ketat guna memastikan efisiensi lalu lintas dan keamanan pengguna jalan. Infrastruktur yang andal dan berkelanjutan ini diharapkan menjadi tulang punggung baru bagi pengembangan pusat-pusat ekonomi, logistik daerah, serta sektor unggulan seperti pariwisata Danau Matano—salah satu danau purba terdalam di dunia dengan potensi ekologi dan ekonomi bernilai global.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menilai Matano Belt Road sebagai wujud nyata kolaborasi strategis antara pemerintah dan sektor industri dalam mempercepat pembangunan daerah. Ia menyebut jalan ini akan berfungsi sebagai jalur alternatif sekaligus akses utama yang memperkuat konektivitas Luwu Timur dan kawasan sekitarnya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler. Ia menegaskan bahwa konektivitas dari Ussu hingga pesisir Danau Matano telah lama dinantikan masyarakat. Kehadiran jalan ini diyakini akan membuka sentra-sentra ekonomi baru, khususnya di sektor pariwisata berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran Luwu Timur sebagai simpul pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Sulawesi Selatan.
Komitmen PT Vale dalam pembangunan wilayah juga mencakup penguatan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Menyadari meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, perusahaan turut berkontribusi dalam proyek normalisasi Sungai Baliase di Kabupaten Luwu Utara. Pengerukan sedimen dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus mengurangi risiko banjir yang selama ini berdampak langsung pada keselamatan dan aktivitas masyarakat.
Proyek normalisasi Sungai Baliase dirancang secara cermat dengan pendekatan teknis hidraulika, penerapan standar keselamatan kerja, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Pendekatan ini memastikan fungsi sungai sebagai sistem drainase alami tetap terjaga, sekaligus meminimalkan dampak terhadap ekosistem sekitar. Inisiatif tersebut melengkapi langkah mitigasi banjir yang sebelumnya telah dilakukan PT Vale, termasuk dukungan penyediaan ribuan jumbo bag untuk penanganan darurat.
Melalui pembangunan Matano Belt Road dan normalisasi Sungai Baliase, PT Vale menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun Sulawesi Selatan yang lebih terhubung, tangguh terhadap risiko iklim, dan berdaya saing global. Infrastruktur ini tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menyatukan harapan—menciptakan ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, perlindungan lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Di tengah tuntutan global akan pembangunan yang rendah karbon dan berkeadilan, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci. Melalui berbagai inisiatif tersebut, PT Vale menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari kontribusi jangka panjang bagi Indonesia: membangun hari ini demi masa depan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
News
Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Kolektif
Perekonomian Sulawesi Selatan menunjukkan kinerja impresif pada triwulan I tahun 2026 berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel sebesar 6,88 persen secara year-on-year (y-on-y), disertai peningkatan penyerapan tenaga kerja serta membaiknya kualitas pekerjaan masyarakat.
Senin, 11 Mei 2026 10:40
Sulsel
PT Vale Deklarasikan Sekolah Bersinar, 37 SMA di Luwu Timur Siap Lawan Narkoba
PT Vale bersama Pemkab Luwu Timur dan BNN Provinsi Sulawesi Selatan resmi mendeklarasikan program Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) di Malili.
Kamis, 07 Mei 2026 21:02
Ekbis
Muslim Life Fair Makassar 2026 Sukses Digelar, Perkuat Ekonomi Syariah di Indonesia Timur
Muslim Life Fair pertama di luar Pulau Jawa ini membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pasar halal & penguatan ekosistem UMKM di kawasan Indonesia timur.
Kamis, 07 Mei 2026 09:02
Sulsel
HUT ke-23 Luwu Timur: Menjaga Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mengarahkan pembangunan pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan sebagai fondasi jangka panjang.
Minggu, 03 Mei 2026 12:58
Ekbis
Kinerja ESG Menguat, PT Vale Pertegas Arah Bisnis Berkelanjutan
PT Vale menunjukkan kemampuan adaptasi dengan menjadikan aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) sebagai inti dari penciptaan nilai jangka panjang, bukan sekadar pelengkap.
Jum'at, 01 Mei 2026 15:07
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Siswa Berkebutuhan Khusus Athirah Bersinar di Pentas Inklusi
3
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
4
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa
5
Waspada Modus Impersonasi, Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Ilegal Magento
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Siswa Berkebutuhan Khusus Athirah Bersinar di Pentas Inklusi
3
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
4
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa
5
Waspada Modus Impersonasi, Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Ilegal Magento