DPRD Jeneponto Desak BBWS Siapkan Ekskavator di Waduk Kelara Karalloe
Rabu, 14 Jan 2026 19:32
Rombongan Komisi III DPRD Kabupaten Jeneponto saat berada di Kantor BBWS Pompengan Jeneberang. Foto: SINDO Makassar/Sulaiman Nai
JENEPONTO - Komisi III DPRD Kabupaten Jeneponto melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan–Jeneberang, Rabu (14/1/2026).
Dalam kunker tersebut, H. Mustafa Rola dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang tergabung dalam komisi III DPRD Jeneponto, tegas meminta pengadaan satu unit ekskavator mini untuk disiagakan di kawasan Waduk Kelara Karalloe.
Permintaan ini disampaikan sebagai langkah mitigasi apabila terjadi bencana seperti tanah longsor, sedimentasi, atau gangguan lain yang kerap muncul saat musim hujan.
Mustafa Rola menilai keberadaan alat berat yang akan standby di lokasi sangat penting agar penanganan tidak terlambat dan dampaknya tidak meluas dan tidak lagi melibatkan masyarakat untuk melakukan perbaikan secara manual.
"Saya minta pengadaan excavator mini PC 50 itu yang saya usulkan, jadi kalau ada longsor nantinya bukanmi lagi tenaga manual tetapi menggunakan ekskavator mini itu," tegas H. Mustafa Rola yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Jeneponto.
Pihak BBWS Pompengan–Jeneberang menyatakan akan menindaklanjuti usulan tersebut sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Komisi III DPRD Jeneponto berharap sinergi ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan menjamin fungsi Waduk Kelara Kareloe tetap optimal bagi masyarakat.
Setelah melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan–Jeneberang, Mustafa Rola memastikan air di Waduk Kelara Karalloe besok akan mulai mengalir.
"Jadi besok itu air di Waduk Kelara Karalloe mulai mengalir," ungkapnya.
Dalam kunker tersebut, H. Mustafa Rola dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang tergabung dalam komisi III DPRD Jeneponto, tegas meminta pengadaan satu unit ekskavator mini untuk disiagakan di kawasan Waduk Kelara Karalloe.
Permintaan ini disampaikan sebagai langkah mitigasi apabila terjadi bencana seperti tanah longsor, sedimentasi, atau gangguan lain yang kerap muncul saat musim hujan.
Mustafa Rola menilai keberadaan alat berat yang akan standby di lokasi sangat penting agar penanganan tidak terlambat dan dampaknya tidak meluas dan tidak lagi melibatkan masyarakat untuk melakukan perbaikan secara manual.
"Saya minta pengadaan excavator mini PC 50 itu yang saya usulkan, jadi kalau ada longsor nantinya bukanmi lagi tenaga manual tetapi menggunakan ekskavator mini itu," tegas H. Mustafa Rola yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Jeneponto.
Pihak BBWS Pompengan–Jeneberang menyatakan akan menindaklanjuti usulan tersebut sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Komisi III DPRD Jeneponto berharap sinergi ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan menjamin fungsi Waduk Kelara Kareloe tetap optimal bagi masyarakat.
Setelah melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan–Jeneberang, Mustafa Rola memastikan air di Waduk Kelara Karalloe besok akan mulai mengalir.
"Jadi besok itu air di Waduk Kelara Karalloe mulai mengalir," ungkapnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Kejati Ingatkan BK DPRD Jeneponto Batas Gratifikasi dan Reward dari Swasta
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi, menerima kunjungan kerja konsultasi dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Jeneponto di Kantor Kejati Sulsel, Jumat (10/4/2026).
Sabtu, 11 Apr 2026 15:56
News
Kemenkum Sulsel Dukung DPRD Jeneponto Maksimalkan Pengelolaan JDIH
Dukungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) terhadap upaya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto, dalam mengoptimalkan pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH)
Kamis, 09 Apr 2026 20:41
Sulsel
Petani Terancam Gagal Panen, DPRD Jeneponto Minta Pompengan Segera Bertindak
Anggota DPRD Jeneponto, Hariyanto mendesak pihak Balai Pompengan segera turun langsung ke Bendungan Kelara Karalloe untuk memantau kondisi debit air irigasi yang dikeluhkan petani.
Jum'at, 03 Apr 2026 18:15
News
LPPA-RI Duga Terjadi Penyimpangan pada Proyek Jaringan Air Karalloe
Proyek pembangunan Jaringan Air Baku Bendungan Karalloe Tahap II di Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, disorot LPPA-RI Sulawesi Selatan.
Jum'at, 23 Jan 2026 09:00
News
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar
PDAM Jeneponto tak dilibatkan dalam proyek pembangunan Jaringan Air Baku Bendungan Karalloe Tahap II di Desa Paitana, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan senilai Rp25 miliar.
Selasa, 20 Jan 2026 16:39
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Legislator Makassar Mengeluh Air Tak Mengalir 4 Bulan, Tapi Tetap Dapat Tagihan
2
Kader Nasdem Sulsel Turun ke Jalan, Protes Narasi Pemberitaan Tempo
3
WFH Diproyeksi Tekan Belanja Operasional Pemkab Maros hingga 20%
4
Pemkab Luwu Timur Sediakan Rumah Singgah Gratis di Makassar untuk Pasien Rujukan
5
Ulang Tahun Perdana XLSMART, Banjir Promo untuk Pelanggan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Legislator Makassar Mengeluh Air Tak Mengalir 4 Bulan, Tapi Tetap Dapat Tagihan
2
Kader Nasdem Sulsel Turun ke Jalan, Protes Narasi Pemberitaan Tempo
3
WFH Diproyeksi Tekan Belanja Operasional Pemkab Maros hingga 20%
4
Pemkab Luwu Timur Sediakan Rumah Singgah Gratis di Makassar untuk Pasien Rujukan
5
Ulang Tahun Perdana XLSMART, Banjir Promo untuk Pelanggan