Cegah Rabies, Warga Camba Buru Anjing Liar, BBV Tambah 300 Dosis Vaksin

Selasa, 02 Jun 2026 12:09
Cegah Rabies, Warga Camba Buru Anjing Liar, BBV Tambah 300 Dosis Vaksin
Bupati Maros, AS Chaidir Syam melakukan penyuntikan vaksin ke hewan. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Comment
Share
MAROS - Setelah hampir satu bulan sejak dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB), kasus anjing gila atau juga dikenal dengan rabies masih menghantui warga Camba.

Terbukti, hingga saat ini masyarakat masih terus melakukan perburuan anjing liar.

Kepala Kecamatan Camba, Kemal Wahyudi mengatakan, masyakat masih terus melakukan perburuan anjing liar. Karena mereka tidak mau mengalami kejadian digigit anjing gila.

"Info dari masyarakat, memang mereka masih berburu anjing gila. Karena ada info yang mereka temukan anjing yang diduga terkena rabies," ujarnya.

Kemal mengakui, hal tersebut telah dilaporkan ke instansi terkait, seperti Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian.

Menurutnya, saat ini sudah ada empat anjing liar yang telah dimusnahkan untuk mencegah adanya korban gigitan anjing liar.

"Sudah ada empat anjing liar yang telah dimusnahkan. Bukan anjing yang ada pemiliknya, tapi anjing liar. Biar masyakat juga bisa aman beratifitas," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Veteriner (BBV) Kabupaten Maros drh Agustia menuturkan, hingga saat ini, pihaknya telah menyerahkan 800 dosis vaksin rabies yang akan digunakan untuk anjing yang ada di Kecamatan Camba.

"Yang lalu sudah ada 500 dosis, kita sudah tambah lagi sekitar 300 dosis. Saat ini sudah ada sekitar 800 dosis yang sudah digunakan. Target kita yang lalu kan memang 1.000 dosis. Bahkan di provinsi sudah disediakan sekitar 3.000 dosis lagi yang sudah disediakan untuk vaksinasi rabies hewan peliharaan" jelasnya.

Dia menjelaskan, pemerintah setempat dan warga masih mencari anjing-anjing liar, bukan anjing rabies.

"Jadi fokusnya bukan cuma anjing gila, tapi anjing-anjing liar. Karena memang sekarang masyarakat punya fobia terhadap anjing-anjing. Karena kami khawatirkan kalau-kalau ada anjing liar yang tergigit dengan anjing yang positif kemarin," jelasnya kepada awak media, Selasa (2/6/2026).

Dia menjelaskan, memang pihaknya menyarankan untuk masyarakat saat ini untuk fokus kepada anjing liar. Untuk anjing yang ada pemiliknya, diminta untuk diberikan penanda dan diberikan vaksin rabies.

"Sebenarnya arahan, saran kami memang begitu. Anjing yang tidak ada pemiliknya kita eliminasi. Karena pergerakan anjing inikan masif. Dari luar bisa masuk, dan dari dalam bisa keluar, gitu loh. Jadi memang harus tetap diburu. Kalau bisa sampai 100 persen tentu itu bagus," jelasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru