Petani Terancam Gagal Panen, DPRD Jeneponto Minta Pompengan Segera Bertindak
Jum'at, 03 Apr 2026 18:15
Hariyanto dan Kondisi Tanaman Padi sudah mulai kering di Desa Bontorappo, Kecamatan Tarowang. Foto: SINDO Makassar/Sulaiman Nai
JENEPONTO - Anggota DPRD Jeneponto, Hariyanto mendesak pihak Balai Pompengan segera turun langsung ke Bendungan Kelara Karalloe untuk memantau kondisi debit air irigasi yang dikeluhkan petani.
Keluhan tersebut datang dari petani di Kecamatan Turatea, Kelara, Batang, Tarowang, dan Arungkeke yang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air untuk lahan pertanian mereka.
Hariyanto mengatakan, kondisi ini perlu segera ditangani karena tanaman padi di sejumlah wilayah telah memasuki fase pertumbuhan pascatanam. Namun, sebagian tanaman mengalami kekurangan air irigasi bahkan mulai terdampak kekeringan, sehingga berpotensi menurunkan produksi gabah dan bisa memicu gagal panen.
“Saya mendesak pihak Pompengan segera turun ke Bendungan Kelara Karalloe dan melihat langsung kondisi air yang menjadi kebutuhan para petani. Ini tidak bisa ditunda-tunda,” tegas Hariyanto.
Ia juga menyampaikan ultimatum. Jika dalam waktu 2x24 jam tidak ada langkah nyata dari pihak Pompengan, para petani akan melakukan aksi unjuk rasa dan meminta kepala Balai Pompengan dicopot dari jabatannya.
Menurut Hariyanto, dirinya telah menghubungi pihak Pompengan dan mendapat respons bahwa mereka akan turun ke lokasi. Namun hingga saat ini, belum ada tindakan nyata di lapangan.
“Pihak Pompengan hanya berjanji akan turun, tapi sampai sekarang belum ada reaksi. Masyarakat sudah mulai resah,” tambah legislator Fraksi Partai Persatuan Pembangunan ini.
Hariyanto berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius agar tidak memicu gejolak di tengah masyarakat serta memastikan kebutuhan air irigasi petani di Jeneponto tetap terpenuhi.
Ia menegaskan, jika tidak ada upaya dari pihak Pompengan, Komisi III DPRD Jeneponto akan membawa persoalan ini ke tingkat pusat.
"Kalau pihak pompengan tidak menanggapi persoalan kebutuhan air para petani di Jeneponto, maka kami dari Komisi 3 akan segera melakukan konsultasi ke pihak PUPR di Jakarta dan akan melayankan surat aduan ke bapak presiden Prabowo," tegas Hariyanto dihubungi, Jumat sore.
Sementara itu, pihak Balai Pompengan yang dihubungi hingga berita ini diturunkan belum memberikan respons.
Sementara itu, pihak Balai Pompengan memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut. Salah satu pegawai Pompengan, Yusma Elfita, menyebut bahwa Daerah Irigasi Kelara Karalloe merupakan kewenangan pemerintah pusat, sedangkan pemeliharaan saluran dilaksanakan oleh Dinas SDA Cipta Karya Provinsi Sulawesi Selatan (TPOP).
Ia juga menyampaikan bahwa BBWS Pompengan Jeneberang telah berkoordinasi dengan Dinas SDA CK Provinsi Sulawesi Selatan terkait upaya pengaliran air ke area persawahan, khususnya di wilayah hilir.
Menurutnya, sejak 2 April, tim dari BBWS Pompengan Jeneberang bersama Dinas SDA CK Provinsi Sulawesi Selatan telah turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi serta melakukan upaya pengaliran air.
Selain itu, berdasarkan hasil pengecekan lapangan, pihaknya akan melakukan penanganan darurat dengan meninggikan saluran menggunakan sandbag guna menambah aliran air ke wilayah hilir.
Keluhan tersebut datang dari petani di Kecamatan Turatea, Kelara, Batang, Tarowang, dan Arungkeke yang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air untuk lahan pertanian mereka.
Hariyanto mengatakan, kondisi ini perlu segera ditangani karena tanaman padi di sejumlah wilayah telah memasuki fase pertumbuhan pascatanam. Namun, sebagian tanaman mengalami kekurangan air irigasi bahkan mulai terdampak kekeringan, sehingga berpotensi menurunkan produksi gabah dan bisa memicu gagal panen.
“Saya mendesak pihak Pompengan segera turun ke Bendungan Kelara Karalloe dan melihat langsung kondisi air yang menjadi kebutuhan para petani. Ini tidak bisa ditunda-tunda,” tegas Hariyanto.
Ia juga menyampaikan ultimatum. Jika dalam waktu 2x24 jam tidak ada langkah nyata dari pihak Pompengan, para petani akan melakukan aksi unjuk rasa dan meminta kepala Balai Pompengan dicopot dari jabatannya.
Menurut Hariyanto, dirinya telah menghubungi pihak Pompengan dan mendapat respons bahwa mereka akan turun ke lokasi. Namun hingga saat ini, belum ada tindakan nyata di lapangan.
“Pihak Pompengan hanya berjanji akan turun, tapi sampai sekarang belum ada reaksi. Masyarakat sudah mulai resah,” tambah legislator Fraksi Partai Persatuan Pembangunan ini.
Hariyanto berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius agar tidak memicu gejolak di tengah masyarakat serta memastikan kebutuhan air irigasi petani di Jeneponto tetap terpenuhi.
Ia menegaskan, jika tidak ada upaya dari pihak Pompengan, Komisi III DPRD Jeneponto akan membawa persoalan ini ke tingkat pusat.
"Kalau pihak pompengan tidak menanggapi persoalan kebutuhan air para petani di Jeneponto, maka kami dari Komisi 3 akan segera melakukan konsultasi ke pihak PUPR di Jakarta dan akan melayankan surat aduan ke bapak presiden Prabowo," tegas Hariyanto dihubungi, Jumat sore.
Sementara itu, pihak Balai Pompengan yang dihubungi hingga berita ini diturunkan belum memberikan respons.
Sementara itu, pihak Balai Pompengan memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut. Salah satu pegawai Pompengan, Yusma Elfita, menyebut bahwa Daerah Irigasi Kelara Karalloe merupakan kewenangan pemerintah pusat, sedangkan pemeliharaan saluran dilaksanakan oleh Dinas SDA Cipta Karya Provinsi Sulawesi Selatan (TPOP).
Ia juga menyampaikan bahwa BBWS Pompengan Jeneberang telah berkoordinasi dengan Dinas SDA CK Provinsi Sulawesi Selatan terkait upaya pengaliran air ke area persawahan, khususnya di wilayah hilir.
Menurutnya, sejak 2 April, tim dari BBWS Pompengan Jeneberang bersama Dinas SDA CK Provinsi Sulawesi Selatan telah turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi serta melakukan upaya pengaliran air.
Selain itu, berdasarkan hasil pengecekan lapangan, pihaknya akan melakukan penanganan darurat dengan meninggikan saluran menggunakan sandbag guna menambah aliran air ke wilayah hilir.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Didis Suryadi Dicopot sebagai Ketua DPRD Jeneponto, NasDem Usulkan Sumarni Kr Layu
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem resmi mengeluarkan keputusan terkait pergantian Ketua DPRD Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sumarni Kr. Layu diusulkan menggantikan Didis Suryadi untuk sisa masa jabatan 2024-2029.
Kamis, 03 Sep 2026 20:29
News
FKR Laporkan Dugaan Penyimpangan Anggaran Makan-Minum DPRD Jeneponto
Federasi Keadilan Rakyat (FKR) melaporkan dugaan penyimpangan pengelolaan belanja makanan dan minuman (mamin) rumah jabatan pimpinan DPRD Kabupaten Jeneponto ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto.
Selasa, 01 Sep 2026 18:41
News
Kejari Jeneponto Tegaskan Vonis Bunsuari Terpidana Korupsi Dana Aspirasi Tetap 4 Tahun
Kasus korupsi Dana Aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto Tahun Anggaran 2013 kembali menjadi sorotan.
Minggu, 02 Agu 2026 05:02
News
Warga Pertanyakan Eksekusi Vonis Hj Bungsuari Baso Tika
Pelaksanaan eksekusi vonis terhadap terpidana kasus korupsi dana aspirasi DPRD Kabupaten Jeneponto Tahun Anggaran 2013, Hj. Bungsuari Baso Tika belum diketahui secara terbuka meski putusan MA telah inkrah.
Kamis, 09 Jul 2026 15:59
News
Tanggapi Gugatan, Kuasa Hukum Anggota DPRD Jeneponto Sebut Murni Sengketa Bisnis
Pihak tergugat dalam perkara dugaan wanprestasi investasi limbah batu bara yang saat ini bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Jeneponto akhirnya memberikan klarifikasi.
Kamis, 25 Jun 2026 17:27
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Harpelnas 2026, Bank Mega Sapa Nasabah dengan Kehangatan & Budaya Bugis-Makassar
2
Haul 20 Tahun Pendiri NU Sulsel Puang Ramma, 2.000 Jemaah Bakal Hadir
3
Indosat Rayakan Harpelnas 2026 Bersama Pelanggan Makassar
4
Customer Day 2026, XLSMART Percepat Tindak Lanjut Masukan Pelanggan
5
Haka Auto Perkuat Layanan dan Kedekatan dengan Pelanggan di 2026
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Harpelnas 2026, Bank Mega Sapa Nasabah dengan Kehangatan & Budaya Bugis-Makassar
2
Haul 20 Tahun Pendiri NU Sulsel Puang Ramma, 2.000 Jemaah Bakal Hadir
3
Indosat Rayakan Harpelnas 2026 Bersama Pelanggan Makassar
4
Customer Day 2026, XLSMART Percepat Tindak Lanjut Masukan Pelanggan
5
Haka Auto Perkuat Layanan dan Kedekatan dengan Pelanggan di 2026