Refleksi Setahun Chaidir–Muetazim: Stunting Turun, Infrastruktur Digenjot
Jum'at, 20 Feb 2026 19:31
Bupati dan Wakil Bupati Maros, AS Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur dalam kegiatan Refleksi Kepemimpinan, Jumat (20/2/2026). Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Kepemimpinan Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur sebagai Bupati dan Wakil Bupati Maros tepat berusia setahun hari ini, Jumat (20/2/2026). Melalui kegiatan Refleksi Satu Tahun Pengabdian, capaian keduanya dipaparkan.
Chaidir dan Muetazim dilantik bersama ratusan kepala daerah lain pada 20 Februari 2025 di Jakarta. Dalam acara refleksi tersebut, Chaidir menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah daerah dan masyarakat atas dukungan selama setahun terakhir.
"Terima kasih atas dukungannya. Terima kasih juga kepada orang-orang di sekitar saya yang telah membantu dalam setahun terakhir. Kepada kepala-kepala OPD, pak camat, pak desa, dan seluruh ASN. Mari kita kembali bekerja menuntaskan janji-janji kita, melanjutkan program-program kerja kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maros," katanya.
Chaidir mengakui, 2025 bukan tahun yang mudah. Namun, melalui semangat “Maros Sejuk”, ia dan wakilnya memilih aktif turun ke lapangan memantau kondisi infrastruktur, penataan sungai, serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat, termasuk dari media sosial.
Ia juga menyinggung sejumlah capaian, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-13, status kabupaten maju dari BRIN, serta apresiasi kualitas kebijakan dari LAN RI.
"Penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan cerminan kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah," ujarnya.
Di sektor kesehatan, angka stunting turun dari 32,40 persen pada 2024 menjadi 22,40 persen pada 2025. Pemkab Maros juga membangun RS Camba dan RS dr. La-Palalloi.
"Pada sektor infrastruktur, sejumlah proyek strategis turut diresmikan. Di antaranya Jembatan Minasa Upa Bontoa dan Jembatan Arra-Damma di Tompobulu dengan nilai proyek sekitar Rp3,5 miliar," jelasnya.
Pembangunan jalan beton dilakukan di sejumlah wilayah, seperti poros Tompobalang–Bonto Matinggi, Damma–Bontosomba, dan Tanete Bulu perbatasan Gowa dengan total anggaran sekitar Rp28 miliar.
Di tengah pengetatan dana transfer pusat, Pemkab Maros tetap menjalankan program prioritas. Sebanyak 68 bangunan sekolah dari PAUD hingga SMP dibangun dan direhabilitasi dengan nilai sekitar Rp23 miliar. Bantuan seragam sekolah SD dan SMP disalurkan dengan anggaran Rp3,92 miliar.
Sektor kesehatan juga diperkuat melalui pengadaan enam ambulans puskesmas, tiga ambulans RSUD Camba, serta dua unit kendaraan PSC 119 berupa satu mobil jenazah dan satu ambulans di Dinas Kesehatan, dengan total anggaran Rp6 miliar untuk layanan ambulans gratis.
Selain itu, 47 unit sepeda motor diserahkan kepada perawat dan bidan desa sebagai tahap awal program satu tenaga kesehatan di setiap desa/kelurahan dengan nilai Rp1,125 miliar.
"Pada sektor pertanian, bantuan alsintan juga digelontorkan. Di antaranya 99 unit traktor roda dua, 101 unit traktor roda empat, 36 unit pompa air, 18 unit combine harvester, serta empat unit power thresher," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Chaidir menegaskan dukungan terhadap program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. Pemkab Maros memfasilitasi pembangunan 40 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk mengelola produksi dan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditargetkan melayani sekitar 97.000 penerima manfaat.
Selain itu, kepengurusan Koperasi Merah Putih telah terbentuk di 103 desa/kelurahan, dengan 31 unit fasilitas terbangun. Untuk program Sekolah Rakyat, Pemkab Maros menyiapkan tiga lokasi sambil menunggu persetujuan pemerintah pusat.
"Namun perjuangan belum usai. Rangkuman perjalanan satu tahun ini bukan untuk berbangga diri, melainkan sebagai bentuk laporan dan tanggung jawab kami kepada bapak/ibu semua, sebagai pemilik sejati Butta Salewangang," tutupnya.
Chaidir dan Muetazim dilantik bersama ratusan kepala daerah lain pada 20 Februari 2025 di Jakarta. Dalam acara refleksi tersebut, Chaidir menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah daerah dan masyarakat atas dukungan selama setahun terakhir.
"Terima kasih atas dukungannya. Terima kasih juga kepada orang-orang di sekitar saya yang telah membantu dalam setahun terakhir. Kepada kepala-kepala OPD, pak camat, pak desa, dan seluruh ASN. Mari kita kembali bekerja menuntaskan janji-janji kita, melanjutkan program-program kerja kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maros," katanya.
Chaidir mengakui, 2025 bukan tahun yang mudah. Namun, melalui semangat “Maros Sejuk”, ia dan wakilnya memilih aktif turun ke lapangan memantau kondisi infrastruktur, penataan sungai, serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat, termasuk dari media sosial.
Ia juga menyinggung sejumlah capaian, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-13, status kabupaten maju dari BRIN, serta apresiasi kualitas kebijakan dari LAN RI.
"Penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan cerminan kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah," ujarnya.
Di sektor kesehatan, angka stunting turun dari 32,40 persen pada 2024 menjadi 22,40 persen pada 2025. Pemkab Maros juga membangun RS Camba dan RS dr. La-Palalloi.
"Pada sektor infrastruktur, sejumlah proyek strategis turut diresmikan. Di antaranya Jembatan Minasa Upa Bontoa dan Jembatan Arra-Damma di Tompobulu dengan nilai proyek sekitar Rp3,5 miliar," jelasnya.
Pembangunan jalan beton dilakukan di sejumlah wilayah, seperti poros Tompobalang–Bonto Matinggi, Damma–Bontosomba, dan Tanete Bulu perbatasan Gowa dengan total anggaran sekitar Rp28 miliar.
Di tengah pengetatan dana transfer pusat, Pemkab Maros tetap menjalankan program prioritas. Sebanyak 68 bangunan sekolah dari PAUD hingga SMP dibangun dan direhabilitasi dengan nilai sekitar Rp23 miliar. Bantuan seragam sekolah SD dan SMP disalurkan dengan anggaran Rp3,92 miliar.
Sektor kesehatan juga diperkuat melalui pengadaan enam ambulans puskesmas, tiga ambulans RSUD Camba, serta dua unit kendaraan PSC 119 berupa satu mobil jenazah dan satu ambulans di Dinas Kesehatan, dengan total anggaran Rp6 miliar untuk layanan ambulans gratis.
Selain itu, 47 unit sepeda motor diserahkan kepada perawat dan bidan desa sebagai tahap awal program satu tenaga kesehatan di setiap desa/kelurahan dengan nilai Rp1,125 miliar.
"Pada sektor pertanian, bantuan alsintan juga digelontorkan. Di antaranya 99 unit traktor roda dua, 101 unit traktor roda empat, 36 unit pompa air, 18 unit combine harvester, serta empat unit power thresher," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Chaidir menegaskan dukungan terhadap program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. Pemkab Maros memfasilitasi pembangunan 40 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk mengelola produksi dan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditargetkan melayani sekitar 97.000 penerima manfaat.
Selain itu, kepengurusan Koperasi Merah Putih telah terbentuk di 103 desa/kelurahan, dengan 31 unit fasilitas terbangun. Untuk program Sekolah Rakyat, Pemkab Maros menyiapkan tiga lokasi sambil menunggu persetujuan pemerintah pusat.
"Namun perjuangan belum usai. Rangkuman perjalanan satu tahun ini bukan untuk berbangga diri, melainkan sebagai bentuk laporan dan tanggung jawab kami kepada bapak/ibu semua, sebagai pemilik sejati Butta Salewangang," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Bupati Maros Bagi-bagi Masker ke ASN
Bupati Maros, AS Chaidir Syam membagi-bagikan masker kepada seluruh ASN. Pembagian masker dilakukan saat apel rutin Pemkab Maros di Lapangan Pallantikang, Senin (12/10/2026).
Senin, 12 Okt 2026 09:58
Sulsel
Kualitas Udara Memburuk, Bupati Maros Imbau Warga Pakai Masker
Kualitas Udara di Kabupaten Maros saat ini terindikasi buruk, yang diakibatkan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.
Minggu, 11 Okt 2026 09:47
Sulsel
Chaidir Syam Dikukuhkan sebagai Sekretaris PAN Sulsel
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas melantik dan mengukuhkan pengurus DPW PAN Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2024-2029 serta pengurus DPD PAN di 24 kabupaten/kota se-Sulsel.
Rabu, 07 Okt 2026 16:11
Sulsel
300 Ribu Warga Maros Terdampak Kekeringan, 5 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
Kemarau panjang yang melanda hampir semua wilayah Sulawesi Selatan, berdampak pada kekeringan dan minimnya air bersih.
Rabu, 07 Okt 2026 13:03
Sulsel
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029
Ashabul Kahfi bakal dilantik sebagai Ketua DPW PAN Sulsel di Hotel Claro Makassar pada Rabu (6/10/2026) hari ini. Ia didampingi oleh Bupati Maros, Chaidir Syam sebagai sekretaris wilayah.
Selasa, 06 Okt 2026 19:53
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bakal Calon Ketua Perebutkan 27 Suara di Musda Demokrat Sulsel 2026
2
FIFGROUP Maros Edukasi Pelajar tentang Literasi Keuangan dan Jamsos
3
Penerbangan Kuala Lumpur-Madinah Dibatalkan, 53 Jemaah Umrah Terdampak
4
Bawaslu Selayar Temukan 3 Orang Meninggal yang Masuk Daftar Pemilih di Putabangun
5
Serap Langsung Aspirasi, Wabup Gowa Ingin Safari Subuh Forkopimda Rutin Digelar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bakal Calon Ketua Perebutkan 27 Suara di Musda Demokrat Sulsel 2026
2
FIFGROUP Maros Edukasi Pelajar tentang Literasi Keuangan dan Jamsos
3
Penerbangan Kuala Lumpur-Madinah Dibatalkan, 53 Jemaah Umrah Terdampak
4
Bawaslu Selayar Temukan 3 Orang Meninggal yang Masuk Daftar Pemilih di Putabangun
5
Serap Langsung Aspirasi, Wabup Gowa Ingin Safari Subuh Forkopimda Rutin Digelar