Pemkab Gowa Libatkan Perempuan, Anak, Disabilitas dalam RKPD 2027
Kamis, 26 Feb 2026 15:23
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin memberikan arahan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Foto: Istimewa
GOWA - Pemerintah Kabupaten Gowa melibatkan perempuan, anak, dan penyandang disabilitas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Langkah ini ditegaskan sebagai upaya menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mengatakan penyediaan ruang aman dan setara bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas merupakan tanggung jawab bersama. Kelompok tersebut, menurutnya, tidak hanya menjadi objek perlindungan, tetapi juga harus memperoleh ruang pemberdayaan.
“Melalui Musrenbang ini pemerintah hadir untuk mendengar kebutuhan spesifik masyarakat. Kita tidak hanya membangun fisik daerah, tetapi membangun ekosistem di mana setiap anak berhak atas rasa aman, setiap perempuan berdaulat atas potensinya, dan setiap penyandang disabilitas memiliki akses setara dalam kehidupan publik,” ungkapnya saat membuka Musrenbang Perempuan, Anak, dan Disabilitas di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis (26/2).
Ia menilai Musrenbang tematik ini penting karena perencanaan pembangunan harus berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Menurutnya, perlindungan kelompok rentan kini juga harus menjangkau ruang digital yang memiliki risiko kekerasan siber dan eksploitasi.
Darmawangsyah menyebut kepemilikan akta kelahiran anak usia 0–17 tahun di Gowa telah mencapai 99,55 persen. Capaian tersebut dinilai sebagai jaminan hak sipil anak.
“Pemkab Gowa mencatat capaian kepemilikan akta kelahiran anak usia 0–17 tahun telah mencapai 99,55 persen. Capaian ini disebut bukan sekadar administrasi, tetapi jaminan hak sipil dan masa depan anak-anak Gowa,” sebutnya.
Pemkab Gowa juga menegaskan komitmen menjalankan program yang selaras dengan tema Musrenbang, yakni “Dari Perlindungan Menuju Pemberdayaan: Anak, Perempuan, dan Disabilitas untuk Gowa Berkeadilan”. Program yang disiapkan antara lain penguatan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, pelatihan keterampilan digital bagi ibu rumah tangga, ruang kreatif anak, serta akses ekonomi inklusif dan kerja mandiri bagi penyandang disabilitas.
“Kita perkuat UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, bukan hanya sebagai tempat pengaduan, tapi sebagai pusat pemulihan dan edukasi. Fokus kita transisi dari perlindungan ke pemberdayaan, seperti pelatihan keterampilan digital bagi IRT, pengembangan bakat bagi anak-anak di ruang kreatif, serta pembukaan akses ekonomi inklusif dan lapangan kerja mandiri bagi saudara kita penyandang disabilitas,” jelasnya.
Ia meminta perangkat daerah menjadikan usulan Musrenbang sebagai prioritas program, bukan sekadar formalitas.
“Kepada anak-anakku teruslah berani menyuarakan pendapat kalian, kaum perempuan teruslah menjadi penggerak ekonomi dan sosial yang cerdas, dan saudara kita disabilitas, kalian adalah bagian tak terpisahkan dari kemajuan Kabupaten Gowa,” pesan Darmawangsyah.
Kepala Bappeda Gowa, Sujjadan, menjelaskan Musrenbang ini merupakan tahapan penyusunan RKPD 2027 yang mengacu pada regulasi sistem perencanaan pembangunan nasional, pemenuhan hak anak, pengarusutamaan gender, dan hak penyandang disabilitas.
“Ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam memastikan proses perencanaan pembangunan yang partisipatif, inklusif, dan berkeadilan,” jelasnya.
Perwakilan penyandang disabilitas, Hannani, guru SD Inpres Pallangga, menyatakan sebagian besar usulan kelompok disabilitas telah terakomodasi.
“Alhamdulillah bentuk perhatian pemerintah terhadap kami penyandang disabilitas sudah sangat baik, salah satunya selalu melibatkan kami dalam Musrenbang ini. Dimana 75 persen usulan kami mampu terakomodir di tahun ini,” pungkasnya.
Data Musrenbang menunjukkan 75 persen usulan kelompok disabilitas terakomodasi pada perencanaan 2026, sementara usulan anak mencapai 95 persen (20 dari 21 usulan) dan kelompok perempuan 100 persen.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Gowa Andy Azis Peter, Kepala BPSDM Sulawesi Selatan, pimpinan perangkat daerah, camat lingkup Pemkab Gowa, serta perwakilan organisasi perempuan, anak, dan disabilitas se-Kabupaten Gowa.
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mengatakan penyediaan ruang aman dan setara bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas merupakan tanggung jawab bersama. Kelompok tersebut, menurutnya, tidak hanya menjadi objek perlindungan, tetapi juga harus memperoleh ruang pemberdayaan.
“Melalui Musrenbang ini pemerintah hadir untuk mendengar kebutuhan spesifik masyarakat. Kita tidak hanya membangun fisik daerah, tetapi membangun ekosistem di mana setiap anak berhak atas rasa aman, setiap perempuan berdaulat atas potensinya, dan setiap penyandang disabilitas memiliki akses setara dalam kehidupan publik,” ungkapnya saat membuka Musrenbang Perempuan, Anak, dan Disabilitas di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis (26/2).
Ia menilai Musrenbang tematik ini penting karena perencanaan pembangunan harus berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Menurutnya, perlindungan kelompok rentan kini juga harus menjangkau ruang digital yang memiliki risiko kekerasan siber dan eksploitasi.
Darmawangsyah menyebut kepemilikan akta kelahiran anak usia 0–17 tahun di Gowa telah mencapai 99,55 persen. Capaian tersebut dinilai sebagai jaminan hak sipil anak.
“Pemkab Gowa mencatat capaian kepemilikan akta kelahiran anak usia 0–17 tahun telah mencapai 99,55 persen. Capaian ini disebut bukan sekadar administrasi, tetapi jaminan hak sipil dan masa depan anak-anak Gowa,” sebutnya.
Pemkab Gowa juga menegaskan komitmen menjalankan program yang selaras dengan tema Musrenbang, yakni “Dari Perlindungan Menuju Pemberdayaan: Anak, Perempuan, dan Disabilitas untuk Gowa Berkeadilan”. Program yang disiapkan antara lain penguatan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, pelatihan keterampilan digital bagi ibu rumah tangga, ruang kreatif anak, serta akses ekonomi inklusif dan kerja mandiri bagi penyandang disabilitas.
“Kita perkuat UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, bukan hanya sebagai tempat pengaduan, tapi sebagai pusat pemulihan dan edukasi. Fokus kita transisi dari perlindungan ke pemberdayaan, seperti pelatihan keterampilan digital bagi IRT, pengembangan bakat bagi anak-anak di ruang kreatif, serta pembukaan akses ekonomi inklusif dan lapangan kerja mandiri bagi saudara kita penyandang disabilitas,” jelasnya.
Ia meminta perangkat daerah menjadikan usulan Musrenbang sebagai prioritas program, bukan sekadar formalitas.
“Kepada anak-anakku teruslah berani menyuarakan pendapat kalian, kaum perempuan teruslah menjadi penggerak ekonomi dan sosial yang cerdas, dan saudara kita disabilitas, kalian adalah bagian tak terpisahkan dari kemajuan Kabupaten Gowa,” pesan Darmawangsyah.
Kepala Bappeda Gowa, Sujjadan, menjelaskan Musrenbang ini merupakan tahapan penyusunan RKPD 2027 yang mengacu pada regulasi sistem perencanaan pembangunan nasional, pemenuhan hak anak, pengarusutamaan gender, dan hak penyandang disabilitas.
“Ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam memastikan proses perencanaan pembangunan yang partisipatif, inklusif, dan berkeadilan,” jelasnya.
Perwakilan penyandang disabilitas, Hannani, guru SD Inpres Pallangga, menyatakan sebagian besar usulan kelompok disabilitas telah terakomodasi.
“Alhamdulillah bentuk perhatian pemerintah terhadap kami penyandang disabilitas sudah sangat baik, salah satunya selalu melibatkan kami dalam Musrenbang ini. Dimana 75 persen usulan kami mampu terakomodir di tahun ini,” pungkasnya.
Data Musrenbang menunjukkan 75 persen usulan kelompok disabilitas terakomodasi pada perencanaan 2026, sementara usulan anak mencapai 95 persen (20 dari 21 usulan) dan kelompok perempuan 100 persen.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Gowa Andy Azis Peter, Kepala BPSDM Sulawesi Selatan, pimpinan perangkat daerah, camat lingkup Pemkab Gowa, serta perwakilan organisasi perempuan, anak, dan disabilitas se-Kabupaten Gowa.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Canangkan Gerakan Ayo Bersepeda, Bupati Gowa Dorong Hemat Energi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus mendorong pola hidup sehat sekaligus penghematan energi melalui Pencanangan Gerakan “Ayo Bersepeda” yang dilaksanakan dalam program rutin Rabu Sehat yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Gowa, Rabu (15/4).
Rabu, 15 Apr 2026 12:17
Sulsel
Wabup Gowa Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Lewat Pelatihan
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.
Rabu, 15 Apr 2026 11:59
Sulsel
Pemkab Gowa Dorong Percepatan Bendungan Jenelata, Pastikan Manfaat bagi Warga
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendorong percepatan pembangunan Bendungan Jenelata melalui kegiatan pemberitahuan rencana pembangunan yang digelar di Kantor Desa Moncongloe.
Selasa, 14 Apr 2026 17:18
Sulsel
Bupati Talenrang Dorong Kafilah Gowa Tampil Maksimal di MTQ Sulsel
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Minggu (12/4).
Senin, 13 Apr 2026 13:39
Sulsel
Hadiri Wisuda 401 Santri, Wabup Gowa Apresiasi Peran BKPRMI
Wakil Bupati Gowa menghadiri wisuda santri dan santriwati DPK BKPRMI Kecamatan Bontonompo Selatan ke-33 yang diikuti 401 santri. Kegiatan tersebut digelar di SMPN 1 Bontonompo Selatan.
Minggu, 12 Apr 2026 17:05
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KPU Bantaeng Gandeng Kejari, Perkuat Dukungan Hukum Jelang Tahapan Pemilu 2027
2
Butuh Biaya Operasi Istri, Akademisi Unhas Keluhkan Dana di Bank BUMN Sulit Dicairkan
3
Asmo Sulsel Edukasi Safety Riding untuk Siswa SMP di Gowa
4
Kejari Maros Jadwalkan Pemeriksaan Kades Labuaja soal Dugaan Pungli
5
UMI Ingatkan Konsekuensi Hukum bagi Pemelintir Narasi Terkait Jusuf Kalla
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KPU Bantaeng Gandeng Kejari, Perkuat Dukungan Hukum Jelang Tahapan Pemilu 2027
2
Butuh Biaya Operasi Istri, Akademisi Unhas Keluhkan Dana di Bank BUMN Sulit Dicairkan
3
Asmo Sulsel Edukasi Safety Riding untuk Siswa SMP di Gowa
4
Kejari Maros Jadwalkan Pemeriksaan Kades Labuaja soal Dugaan Pungli
5
UMI Ingatkan Konsekuensi Hukum bagi Pemelintir Narasi Terkait Jusuf Kalla