Dosen Unismuh Terbitkan Dua Buku Transformasi Kesehatan Digital
Senin, 02 Mar 2026 12:51
Dosen FKIK Unismuh Makassar, dr. Dito Anurogo (kemeja biru), Senin (2/3/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar, dr. Dito Anurogo, menerbitkan dua buku bertema kesehatan digital pada Ramadan 2026. Kedua buku tersebut menyoroti pentingnya sumber daya manusia (SDM) dan metodologi dalam transformasi digital layanan kesehatan.
Dua buku berjudul Persiapan SDM Kesehatan dalam Transformasi Kesehatan Digital Nasional dan Metode dan Metodologi Riset Kesehatan Digital disusun secara kolaboratif bersama dosen Universitas Airlangga. Menurut Dito, esensi keduanya bukan sekadar kerja sama akademik, melainkan penegasan bahwa transformasi digital kesehatan berpusat pada manusia, metode, dan nilai.
“Di layanan kesehatan, teknologi harus memperkuat keselamatan pasien dan memudahkan kerja klinisi. Kalau teknologi membuat alur kerja makin ruwet, atau membuat orang tidak percaya, itu tanda kita perlu menata ulang,” ujar Dito saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
Pada buku pertama, Dito menegaskan digitalisasi tidak identik dengan memindahkan formulir ke layar atau mengganti stempel dengan tombol “submit”.
"Transformasi digital adalah perubahan cara kerja layanan: dari alur keputusan klinis, budaya dokumentasi, hingga cara institusi mengelola risiko. Yang menonjol, buku ini menaruh SDM sebagai pusat gravitasi," jelasnya.
Ia menulis, banyak program digital gagal bukan karena teknologi yang buruk, melainkan kesiapan manusia yang rendah, alur kerja tidak disederhanakan, budaya keamanan data belum terbentuk, serta etika yang sering dianggap tambahan.
"Di bagian lain, buku menggarisbawahi pentingnya dokumentasi klinis yang rapi. Rekam medis elektronik tidak dipuja sebagai simbol modernitas, melainkan dipahami sebagai alat keselamatan," akunya.
Menurut Dito, dokumentasi terstruktur menjadi dasar pengambilan keputusan klinis yang akuntabel. Buku tersebut juga membahas identitas digital tenaga kesehatan, kredensial akses, dan jejak audit sebagai bagian akuntabilitas layanan.
Salah satu konsep yang diangkat adalah keamanan siber sebagai kebiasaan harian tenaga kesehatan, setara dengan higiene klinis.
"Di sistem yang terkoneksi, satu tautan berbahaya atau kata sandi yang dibagi-bagi dapat berujung pada layanan lumpuh, kebocoran data, hingga hilangnya kepercayaan publik. Karena itu, keamanan ditempatkan sebagai budaya—yang membutuhkan pelatihan berulang, simulasi insiden, dan kesiapsiagaan," lanjutnya.
Buku kedua berfokus pada metodologi riset kesehatan digital agar inovasi terbukti bermanfaat dalam layanan. Buku ini memandu perumusan pertanyaan riset berbasis konteks layanan, pemilihan luaran bermakna, dan desain evaluasi yang tepat, dari uji klinis hingga evaluasi pragmatis.
Pada bagian kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin (AI/ML), Dito menekankan evaluasi yang relevan bagi klinisi, isu keadilan, penjelasan model, serta tata kelola implementasi melalui MLOps.
“Model harus dikelola seperti layanan: ada versioning, rekalibrasi, rollback, audit, dan infrastruktur eksperimen yang rapi,” tuturnya.
Melalui dua buku ini, Dito menegaskan transformasi digital kesehatan tidak bertumpu pada popularitas aplikasi, melainkan pada sistem layanan yang aman, adil, dan dapat dipercaya.
Dua buku berjudul Persiapan SDM Kesehatan dalam Transformasi Kesehatan Digital Nasional dan Metode dan Metodologi Riset Kesehatan Digital disusun secara kolaboratif bersama dosen Universitas Airlangga. Menurut Dito, esensi keduanya bukan sekadar kerja sama akademik, melainkan penegasan bahwa transformasi digital kesehatan berpusat pada manusia, metode, dan nilai.
“Di layanan kesehatan, teknologi harus memperkuat keselamatan pasien dan memudahkan kerja klinisi. Kalau teknologi membuat alur kerja makin ruwet, atau membuat orang tidak percaya, itu tanda kita perlu menata ulang,” ujar Dito saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
Pada buku pertama, Dito menegaskan digitalisasi tidak identik dengan memindahkan formulir ke layar atau mengganti stempel dengan tombol “submit”.
"Transformasi digital adalah perubahan cara kerja layanan: dari alur keputusan klinis, budaya dokumentasi, hingga cara institusi mengelola risiko. Yang menonjol, buku ini menaruh SDM sebagai pusat gravitasi," jelasnya.
Ia menulis, banyak program digital gagal bukan karena teknologi yang buruk, melainkan kesiapan manusia yang rendah, alur kerja tidak disederhanakan, budaya keamanan data belum terbentuk, serta etika yang sering dianggap tambahan.
"Di bagian lain, buku menggarisbawahi pentingnya dokumentasi klinis yang rapi. Rekam medis elektronik tidak dipuja sebagai simbol modernitas, melainkan dipahami sebagai alat keselamatan," akunya.
Menurut Dito, dokumentasi terstruktur menjadi dasar pengambilan keputusan klinis yang akuntabel. Buku tersebut juga membahas identitas digital tenaga kesehatan, kredensial akses, dan jejak audit sebagai bagian akuntabilitas layanan.
Salah satu konsep yang diangkat adalah keamanan siber sebagai kebiasaan harian tenaga kesehatan, setara dengan higiene klinis.
"Di sistem yang terkoneksi, satu tautan berbahaya atau kata sandi yang dibagi-bagi dapat berujung pada layanan lumpuh, kebocoran data, hingga hilangnya kepercayaan publik. Karena itu, keamanan ditempatkan sebagai budaya—yang membutuhkan pelatihan berulang, simulasi insiden, dan kesiapsiagaan," lanjutnya.
Buku kedua berfokus pada metodologi riset kesehatan digital agar inovasi terbukti bermanfaat dalam layanan. Buku ini memandu perumusan pertanyaan riset berbasis konteks layanan, pemilihan luaran bermakna, dan desain evaluasi yang tepat, dari uji klinis hingga evaluasi pragmatis.
Pada bagian kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin (AI/ML), Dito menekankan evaluasi yang relevan bagi klinisi, isu keadilan, penjelasan model, serta tata kelola implementasi melalui MLOps.
“Model harus dikelola seperti layanan: ada versioning, rekalibrasi, rollback, audit, dan infrastruktur eksperimen yang rapi,” tuturnya.
Melalui dua buku ini, Dito menegaskan transformasi digital kesehatan tidak bertumpu pada popularitas aplikasi, melainkan pada sistem layanan yang aman, adil, dan dapat dipercaya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Hadir di Unismuh, Konjen Bocorkan Rahasia Lolos Beasiswa Australia
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar membuka akses lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk melanjutkan studi di Australia melalui sosialisasi Australia Awards Scholarship, Senin (20/4/2026).
Selasa, 21 Apr 2026 05:49
Makassar City
Unismuh Makassar Serahkan Hadiah Lomba Video Ramadan 2026
Lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru (LPMB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba video Ramadan.
Selasa, 14 Apr 2026 14:21
News
Kolaborasi Unismuh–LAFI AD Dorong Penguatan Riset Farmasi
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjajaki kerja sama strategis dengan Lembaga Farmasi Pusat Kesehatan TNI Angkatan Darat (LAFI AD) guna memperkuat sektor industri farmasi, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dan riset.
Jum'at, 10 Apr 2026 08:22
Sulsel
Angkatan Pertama, 33 Mahasiswa Ikuti Orientasi Profesi Apoteker Unismuh Makassar
FKIK Unismuh Makassar menggelar orientasi mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Tahun Akademik 2025/2026 di Balai Sidang Unismuh Makassar, RKU Lantai 2.
Rabu, 01 Apr 2026 18:50
Makassar City
Unismuh-Singapore Polytechnic Perkuat Kolaborasi Lewat Learning Express 2026
Unismuh Makassar kembali menegaskan arah internasionalisasinya melalui pembukaan program International Community Service Learning Express Social Innovation Project 2026.
Selasa, 31 Mar 2026 16:26
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Legislator Makassar Usul Anggota Geng Motor Dikenai Sanksi Administratif
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Putra Mantan Bupati Bone Raih Predikat Terbaik Komcad ASN Sulsel, Dapat Hadiah Umrah
4
Wabup Bantaeng Hadiri Pembentukan Komcad ASN Sulsel di Makassar
5
MIWF 2026 Hadirkan Dialog Kritis, Literasi Inklusif, dan Kampanye Lingkungan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Legislator Makassar Usul Anggota Geng Motor Dikenai Sanksi Administratif
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Putra Mantan Bupati Bone Raih Predikat Terbaik Komcad ASN Sulsel, Dapat Hadiah Umrah
4
Wabup Bantaeng Hadiri Pembentukan Komcad ASN Sulsel di Makassar
5
MIWF 2026 Hadirkan Dialog Kritis, Literasi Inklusif, dan Kampanye Lingkungan