Mendikdasmen Resmikan Klinik Utama Muhammadiyah Sulsel

Sabtu, 28 Mar 2026 12:08
Mendikdasmen Resmikan Klinik Utama Muhammadiyah Sulsel
Suasana silaturahmi Forum Syawalan di Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 10, Makassar, Sabtu (28/3/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah Forum Syawalan yang dirangkaikan dengan peresmian Klinik Utama Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PWM Sulsel. Kegiatan ini berlangsung di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 10, Kota Makassar, Sabtu (28/3/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Abdul Mu’ti, meresmikan langsung klinik tersebut. Setelah meninjau fasilitas, ia memastikan klinik siap beroperasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah, khususnya Muhammadiyah Sulawesi Selatan untuk membangun masyarakat yang sehat, dan kuat," tuturnya seusai peresmian klinik.

Ia menambahkan, upaya tersebut merupakan bentuk kolaborasi Muhammadiyah dengan berbagai komponen masyarakat untuk memperluas akses layanan kesehatan.

"Nah acara ini nanti dilanjutkan dengan Silaturahim Halalbihalal, yang ini merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan oleh persyarikatan Muhammadiyah di semua tingkatan," jelasnya.

Ketua PWM Sulsel, Prof. Ambo Asse, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan kader dalam mengelola amal usaha Muhammadiyah.

Ia menegaskan, PWM Sulsel berkomitmen terus bergerak aktif dan konsisten dalam mengembangkan berbagai amal usaha di wilayah tersebut.

"Klinik Utama Sehat Bahagia. Nah, itu saya tawarkan namanya. Ya tadi malam, dari kemarin kita pikir-pikir apa namanya ini. Tapi saya tadi malam sesudah pulang dari menjemput Pak Menteri, wah saya dapat itu ada inspirasi. Semoga tempat ini bisa bermanfaat bagi masyarakat," katanya dalam sambutan.

Prof. Ambo Asse juga menyampaikan bahwa renovasi Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah telah rampung. Ia menjelaskan, lantai dua akan difungsikan sebagai pusat pelayanan masyarakat.

"Pelayanan surat-menyurat administrasi dan sebagainya. Di situ juga kantornya pimpinan wilayah di lantai dua. Lantai satu itu di sana Lazismu, ada majelis ekonomi, kemudian ini adalah majelis kesehatan untuk mengurus-mengurus ini poliklinik yang kita launching tadi," paparnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr. Abd Rakhim Nanda, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu undangan.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya momentum ini sebagai penguatan jejaring antar elemen Muhammadiyah.

"Panggung utama nanti ini miliknya Bapak Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh hadirin atas kehadirannya untuk bersilaturahmi di Forum Syawalan ini," jelasnya.

Manajer Klinik Utama MPKU PWM Sulsel, dr. Imam Nurjaya, mengungkapkan bahwa klinik didukung sekitar 20 tenaga medis.

Ia menjelaskan, tenaga tersebut terdiri dari dokter umum, dokter IGD, dokter spesialis, tenaga farmasi, perawat, hingga tenaga kebersihan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa meski berstatus klinik utama, layanan yang disiapkan bersifat spesialistik.

"Ini kan bukan rumah sakit ya, jadi pelayanan rawat sinapnya tidak sepanjang yang rumah sakit. Klinik disiapkan dengan fasilitas yang seperti selangkap rumah sakit tapi ini penanganan awal di sini. Mungkin satu dua hari kita bisa rawat sinap ya, misalnya seperti diare yang dihidrasi dan seterusnya," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah menyiapkan enam dokter spesialis, meliputi spesialis paru, penyakit dalam, jantung, mata, saraf, dan rehabilitasi medis.

"Jadi nanti ke depan akan ada beberapa layanan, semua dapat dikontrol misalnya ada penyakitnya. Jadi kita akan sama-sama integrasikan. Jadi kita harus spesialistik untuk itu bisa menangani jemaah-jemaah haji. Belakangan ini kan banyak sekali nasihat," kata dia.

Ia juga menyebutkan bahwa operasional penuh klinik ditargetkan mulai berjalan dalam waktu dekat.

Pihaknya menargetkan layanan utama dapat beroperasi sekitar dua bulan ke depan, atau pada Mei 2026.

Kegiatan ini berlangsung khidmat dan diharapkan menjadi ruang konsolidasi antara akademisi, organisasi, dan pemerintah. Turut hadir jajaran PWM serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru