Pemkab Maros Terapkan WFA Setiap Jumat Mulai Pekan Depan
Selasa, 31 Mar 2026 16:12
Ilustrasi. Foto: Istimewa
MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros akan mulai menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pekan depan.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap kondisi global yang berdampak pada sektor energi, termasuk di dalam negeri.
Menurutnya, konflik di kawasan Timur Tengah turut memicu kenaikan harga minyak dunia yang berimbas pada berbagai sektor.
Chaidir menjelaskan, skema WFA akan diberlakukan satu hari dalam sepekan, yakni setiap hari Jumat.
"Insyaallah akan segera kita terapkan, kemungkinan mulai pekan depan. Skemanya satu hari dalam seminggu, yaitu hari Jumat," katanya.
Namun, kebijakan ini tidak diterapkan kepada seluruh ASN secara menyeluruh. Penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Setiap kepala OPD diberi kewenangan untuk menentukan pegawai yang dapat menjalankan WFA.
"Tidak semua jabatan bisa WFA, karena ada yang memang harus tetap hadir di kantor, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat," jelasnya.
Untuk unit pelayanan publik, Pemkab Maros akan menerapkan pengaturan khusus agar layanan tetap berjalan optimal.
Sistem yang digunakan adalah bergiliran, sehingga tidak semua pegawai menjalankan WFA secara bersamaan.
"Khusus pelayanan, maksimal hanya 50 persen pegawai yang boleh WFA. Selebihnya tetap harus standby di kantor," katanya.
Selain itu, Pemkab Maros juga tengah menyiapkan sistem pelaporan dan pengukuran kinerja ASN selama menjalankan WFA.
Hal ini dilakukan untuk memastikan produktivitas tetap terjaga meskipun bekerja dari luar kantor.
"Yang terpenting adalah kinerja tetap terukur. Jadi bukan hanya soal kehadiran, tapi hasil kerja yang menjadi penilaian," ujarnya.
Ia menambahkan, sistem penilaian tersebut juga akan berpengaruh terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
"TPP tetap berbasis kinerja. Jadi bisa saja berpengaruh secara tidak langsung tergantung capaian kerja masing-masing ASN," jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Maros, Muh Gemilang Pagessa, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah positif dalam mendukung efisiensi energi.
Ia berharap penerapan WFA dapat berjalan efektif, terutama dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di daerah.
"Harapannya bisa mengurangi mobilisasi ASN," tuturnya.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap kondisi global yang berdampak pada sektor energi, termasuk di dalam negeri.
Menurutnya, konflik di kawasan Timur Tengah turut memicu kenaikan harga minyak dunia yang berimbas pada berbagai sektor.
Chaidir menjelaskan, skema WFA akan diberlakukan satu hari dalam sepekan, yakni setiap hari Jumat.
"Insyaallah akan segera kita terapkan, kemungkinan mulai pekan depan. Skemanya satu hari dalam seminggu, yaitu hari Jumat," katanya.
Namun, kebijakan ini tidak diterapkan kepada seluruh ASN secara menyeluruh. Penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Setiap kepala OPD diberi kewenangan untuk menentukan pegawai yang dapat menjalankan WFA.
"Tidak semua jabatan bisa WFA, karena ada yang memang harus tetap hadir di kantor, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat," jelasnya.
Untuk unit pelayanan publik, Pemkab Maros akan menerapkan pengaturan khusus agar layanan tetap berjalan optimal.
Sistem yang digunakan adalah bergiliran, sehingga tidak semua pegawai menjalankan WFA secara bersamaan.
"Khusus pelayanan, maksimal hanya 50 persen pegawai yang boleh WFA. Selebihnya tetap harus standby di kantor," katanya.
Selain itu, Pemkab Maros juga tengah menyiapkan sistem pelaporan dan pengukuran kinerja ASN selama menjalankan WFA.
Hal ini dilakukan untuk memastikan produktivitas tetap terjaga meskipun bekerja dari luar kantor.
"Yang terpenting adalah kinerja tetap terukur. Jadi bukan hanya soal kehadiran, tapi hasil kerja yang menjadi penilaian," ujarnya.
Ia menambahkan, sistem penilaian tersebut juga akan berpengaruh terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
"TPP tetap berbasis kinerja. Jadi bisa saja berpengaruh secara tidak langsung tergantung capaian kerja masing-masing ASN," jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Maros, Muh Gemilang Pagessa, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah positif dalam mendukung efisiensi energi.
Ia berharap penerapan WFA dapat berjalan efektif, terutama dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di daerah.
"Harapannya bisa mengurangi mobilisasi ASN," tuturnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Bupati Maros Bagi-bagi Masker ke ASN
Bupati Maros, AS Chaidir Syam membagi-bagikan masker kepada seluruh ASN. Pembagian masker dilakukan saat apel rutin Pemkab Maros di Lapangan Pallantikang, Senin (12/10/2026).
Senin, 12 Okt 2026 09:58
Sulsel
Kualitas Udara Memburuk, Bupati Maros Imbau Warga Pakai Masker
Kualitas Udara di Kabupaten Maros saat ini terindikasi buruk, yang diakibatkan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.
Minggu, 11 Okt 2026 09:47
Sulsel
300 Ribu Warga Maros Terdampak Kekeringan, 5 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
Kemarau panjang yang melanda hampir semua wilayah Sulawesi Selatan, berdampak pada kekeringan dan minimnya air bersih.
Rabu, 07 Okt 2026 13:03
Sulsel
Siswa SD Maros Juara Panahan Tradisional Sulsel
Moch Idham Khalid Pasya, siswa kelas V Kuttab Al-Azka Maros, meraih juara II pada ajang panahan tradisional tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Rabu, 30 Sep 2026 11:27
Sulsel
ASN di Camba Terindikasi Kasus Narkoba, BKPSDM Bentuk Tim Kode Etik
Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, terindikasi terlibat dalam kasus narkoba yang diungkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan.
Selasa, 29 Sep 2026 14:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bakal Calon Ketua Perebutkan 27 Suara di Musda Demokrat Sulsel 2026
2
FIFGROUP Maros Edukasi Pelajar tentang Literasi Keuangan dan Jamsos
3
Penerbangan Kuala Lumpur-Madinah Dibatalkan, 53 Jemaah Umrah Terdampak
4
Bawaslu Selayar Temukan 3 Orang Meninggal yang Masuk Daftar Pemilih di Putabangun
5
Serap Langsung Aspirasi, Wabup Gowa Ingin Safari Subuh Forkopimda Rutin Digelar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bakal Calon Ketua Perebutkan 27 Suara di Musda Demokrat Sulsel 2026
2
FIFGROUP Maros Edukasi Pelajar tentang Literasi Keuangan dan Jamsos
3
Penerbangan Kuala Lumpur-Madinah Dibatalkan, 53 Jemaah Umrah Terdampak
4
Bawaslu Selayar Temukan 3 Orang Meninggal yang Masuk Daftar Pemilih di Putabangun
5
Serap Langsung Aspirasi, Wabup Gowa Ingin Safari Subuh Forkopimda Rutin Digelar