Gowa Perkuat Swasembada Pangan Lewat Program Cetak Sawah Rakyat

Rabu, 08 Apr 2026 15:06
Gowa Perkuat Swasembada Pangan Lewat Program Cetak Sawah Rakyat
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dalam Gerakan Swasembada Pangan di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR), Desa Bontoramba. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
Comment
Share
GOWA - Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, melakukan penanaman padi dalam Gerakan Swasembada Pangan di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR), Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Rabu (8/4).

Ia menyebut Kabupaten Gowa merupakan salah satu daerah penopang sektor pertanian di Sulawesi Selatan. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen terus mendorong penguatan sektor pertanian agar semakin maju dan berdaya saing.

“Gowa ini salah satu penopang pertanian di Sulsel, sehingga saya tidak berhenti untuk terus mendorong pertanian kita semakin baik dan maju,” ungkapnya.

Menurutnya, Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) akan terus dioptimalkan untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus kesejahteraan petani.

Selain itu, dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga diharapkan terus ditingkatkan, tidak hanya melalui sistem pinjam pakai, tetapi juga kepemilikan langsung oleh petani.

“CSR kita optimalkan agar petani kita bisa terus tumbuh. Lebih khusus bukan hanya untuk menanam, tapi juga ditopang oleh alsintan yang diharapkan dapat terus diperbanyak, bukan hanya pinjam pakai, tetapi dimiliki sehingga petani kita lebih semangat dalam bercocok tanam,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Gowa juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas dukungan dan program strategis yang diberikan, khususnya dalam pengembangan CSR di daerahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Zubair Usman, mengatakan Program Cetak Sawah Rakyat merupakan program strategis dari Kementerian Pertanian RI untuk mendukung swasembada pangan nasional.

“Program ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah pusat dalam menjawab tantangan kebutuhan pangan yang terus meningkat. Kabupaten Gowa patut bersyukur dan berbangga karena menjadi salah satu daerah penerima manfaat program CSR, yang menunjukkan besarnya potensi daerah kita dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas padi,” katanya.

Ia menjelaskan, program tersebut membuka dan menata lahan yang sebelumnya belum produktif menjadi sawah baru yang siap tanam. Upaya ini tidak hanya menambah luas lahan, tetapi juga meningkatkan produksi, produktivitas, serta kesejahteraan petani.

“Program CSR di Kabupaten Gowa mencakup luasan sekitar 40 hektare yang tersebar di Kecamatan Pallangga dan Parangloe dengan melibatkan kelompok tani. Dari luasan tersebut, ditargetkan mampu menghasilkan rata-rata 5 hingga 6 ton per hektare, sehingga berpotensi menambah produksi sekitar 2.500 hingga 3.000 ton gabah kering panen (GKP) setiap musim tanam. Insyaallah tahun 2026 juga akan berjalan dan telah kami usulkan seluas 30 hektare,” jelasnya.

Lebih lanjut, program ini didukung bantuan sarana dan prasarana pertanian berupa alsintan, seperti traktor roda empat, traktor roda dua, crawler, pompa air, serta peralatan lainnya yang dikelola melalui Brigade Pangan.

“Selain itu kami juga menyalurkan benih unggul bersertifikat, di antaranya varietas Mekongga, Inpari 32, Inpari 9, Inpari 47, dan Nutrizinc, untuk memastikan hasil produksi yang optimal,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pelindungan dan Optimasi Lahan Kementerian Pertanian RI, Dede Sulaiman, menyebut sektor pertanian menjadi program prioritas nasional dengan dua fokus utama, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi melalui Program Cetak Sawah Rakyat serta optimasi lahan.

“Program pertanian ini merupakan prioritas nasional dan salah satu wilayah yang potensial dalam pengembangan program swasembada pangan di Indonesia adalah Sulawesi Selatan, termasuk Gowa di dalamnya sehingga program ini telah masuk pada tahun 2025 dan dilanjutkan di tahun 2026,” sebutnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga menyiapkan program optimasi lahan untuk sawah yang telah ada. Di Sulawesi Selatan, program tersebut mencakup hampir 60 ribu hektare lahan.

“Untuk lokasi-lokasi sawah eksisting, ada program optimasi lahan. Di Sulsel hampir 60 ribu hektare, sehingga jika masih ada potensi lainnya, kami siap mendukung untuk Gowa wilayah Kabupaten Gowa,” tambahnya.

Ia berharap seluruh lahan sawah yang ada dapat terus ditingkatkan produktivitasnya guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

“Harapan kami, sawah yang eksisting bisa menjadi lahan produktif untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Terima kasih atas dukungan pemerintah daerah terhadap program kementerian sehingga dapat menyukseskan program swasembada pangan ini,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru