Gowa Gaungkan Perang Lawan Pernikahan Dini dan Stunting
Kamis, 09 Apr 2026 17:38
Halalbihalal dan Sosialisasi Cegah Kawin Anak dan Stunting untuk Gowa Maju di Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis (9/4). Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
GOWA - Pemerintah Kabupaten Gowa terus memperkuat komitmen menekan angka stunting dan mencegah kawin anak melalui kolaborasi lintas sektor.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri kegiatan Halalbihalal dan Sosialisasi Cegah Kawin Anak dan Stunting untuk Gowa Maju. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Ikatan Penyuluh Agama RI dan Kelompok Kerja Majelis Ta’lim Kabupaten Gowa di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis (9/4).
“Hari ini kita sedang menentukan masa depan Kabupaten Gowa. Kawin anak dan stunting bukan sekadar angka atau laporan, tetapi persoalan mendasar yang menentukan apakah generasi kita ke depan akan kuat atau justru lemah,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kawin anak tidak hanya merampas masa depan anak, tetapi juga berpotensi melahirkan generasi stunting. Kondisi ini, menurutnya, menjadi lingkaran masalah yang harus segera diputus.
“Kawin anak menghentikan pendidikan dan memaksa anak memikul tanggung jawab sebelum waktunya. Bahkan kawin anak membuka pintu lahirnya generasi stunting. Inilah lingkaran yang harus kita putus sekarang,” tegasnya.
Bupati Gowa juga mengungkapkan masih ditemukannya praktik pernikahan di bawah umur di lapangan, bahkan hingga menyebabkan kehamilan. Karena itu, ia meminta peran aktif Kantor Urusan Agama (KUA) dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Masih ada di lapangan yang memang menikah di bawah umur dan sudah hamil. Kami mau KUA bisa ke wilayah terpencil untuk melakukan sosialisasi tentang bahaya pernikahan dibawah umur karena berpeluang melahirkan anak stunting. Jika kita diam, kita ikut bertanggung jawab dan jika kita abai, kita sedang mempertaruhkan masa depan Gowa,” tambah Bupati Talenrang.
Lebih lanjut, ia menyebut stunting berdampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan belajar yang rendah, produktivitas menurun, dan daya saing yang lemah.
Olehnya itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Majelis Ta’lim, untuk menjadi garda terdepan dalam mendorong perubahan sosial.
“Perang melawan kawin anak dan stunting bukan hanya tugas pemerintah. Ini tugas kita semua. Saya berharap ibu-ibu Majelis Ta’lim tidak hanya hadir, tetapi menjadi penggerak perubahan menyampaikan bahwa menikah harus siap, bukan sekadar cepat, dan anak harus tumbuh sehat, bukan sekadar tumbuh,” ajaknya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Gowa juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Gowa yang membutuhkan dukungan masyarakat, yakni Gowa Annangkasi (Bersih), Gowa Caradde (Cerdas) melalui Gerakan Gowa Mengaji, Gowa Masunggu (Sejahtera) untuk pengentasan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem, Gowa Salewangan (Sehat), serta Gowa Masannang (Aman).
“Mari menjadi bagian penting dalam menyukseskan program-program tersebut agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Penyuluh Agama Islam Kecamatan Somba Opu, Fatmawati, menekankan pentingnya perhatian terhadap 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam upaya menekan stunting.
“Peran organisasi perempuan dan Majelis Ta’lim sangat penting dalam melakukan sosialisasi pencegahan kawin anak dan stunting untuk mewujudkan Gowa Maju. Hari ini kita lakukan itu sekaligus ber halalbihalal setelah lebaran,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Jamaris, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai organisasi perempuan hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Kami akan menggandeng seluruh organisasi perempuan termasuk PKK, Dharma Wanita, dan Majelis Ta’lim. Kami membutuhkan dukungan untuk menjangkau hingga ke tingkat bawah karena organisasi ini bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengakui masih adanya tantangan di lapangan, termasuk faktor budaya dan kekhawatiran orang tua dalam menolak lamaran yang mendorong terjadinya pernikahan usia dini.
“Ini menjadi kondisi yang harus kita hadapi bersama. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam upaya pencegahan,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, didampingi Ketua DWP Kabupaten Gowa, Suryanti Andy Azis, para pimpinan SKPD, serta sekitar 700 peserta dari berbagai organisasi perempuan, Majelis Ta’lim, dan unsur masyarakat lainnya.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri kegiatan Halalbihalal dan Sosialisasi Cegah Kawin Anak dan Stunting untuk Gowa Maju. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Ikatan Penyuluh Agama RI dan Kelompok Kerja Majelis Ta’lim Kabupaten Gowa di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Kamis (9/4).
“Hari ini kita sedang menentukan masa depan Kabupaten Gowa. Kawin anak dan stunting bukan sekadar angka atau laporan, tetapi persoalan mendasar yang menentukan apakah generasi kita ke depan akan kuat atau justru lemah,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kawin anak tidak hanya merampas masa depan anak, tetapi juga berpotensi melahirkan generasi stunting. Kondisi ini, menurutnya, menjadi lingkaran masalah yang harus segera diputus.
“Kawin anak menghentikan pendidikan dan memaksa anak memikul tanggung jawab sebelum waktunya. Bahkan kawin anak membuka pintu lahirnya generasi stunting. Inilah lingkaran yang harus kita putus sekarang,” tegasnya.
Bupati Gowa juga mengungkapkan masih ditemukannya praktik pernikahan di bawah umur di lapangan, bahkan hingga menyebabkan kehamilan. Karena itu, ia meminta peran aktif Kantor Urusan Agama (KUA) dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Masih ada di lapangan yang memang menikah di bawah umur dan sudah hamil. Kami mau KUA bisa ke wilayah terpencil untuk melakukan sosialisasi tentang bahaya pernikahan dibawah umur karena berpeluang melahirkan anak stunting. Jika kita diam, kita ikut bertanggung jawab dan jika kita abai, kita sedang mempertaruhkan masa depan Gowa,” tambah Bupati Talenrang.
Lebih lanjut, ia menyebut stunting berdampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan belajar yang rendah, produktivitas menurun, dan daya saing yang lemah.
Olehnya itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Majelis Ta’lim, untuk menjadi garda terdepan dalam mendorong perubahan sosial.
“Perang melawan kawin anak dan stunting bukan hanya tugas pemerintah. Ini tugas kita semua. Saya berharap ibu-ibu Majelis Ta’lim tidak hanya hadir, tetapi menjadi penggerak perubahan menyampaikan bahwa menikah harus siap, bukan sekadar cepat, dan anak harus tumbuh sehat, bukan sekadar tumbuh,” ajaknya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Gowa juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Gowa yang membutuhkan dukungan masyarakat, yakni Gowa Annangkasi (Bersih), Gowa Caradde (Cerdas) melalui Gerakan Gowa Mengaji, Gowa Masunggu (Sejahtera) untuk pengentasan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem, Gowa Salewangan (Sehat), serta Gowa Masannang (Aman).
“Mari menjadi bagian penting dalam menyukseskan program-program tersebut agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Penyuluh Agama Islam Kecamatan Somba Opu, Fatmawati, menekankan pentingnya perhatian terhadap 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam upaya menekan stunting.
“Peran organisasi perempuan dan Majelis Ta’lim sangat penting dalam melakukan sosialisasi pencegahan kawin anak dan stunting untuk mewujudkan Gowa Maju. Hari ini kita lakukan itu sekaligus ber halalbihalal setelah lebaran,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Jamaris, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai organisasi perempuan hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Kami akan menggandeng seluruh organisasi perempuan termasuk PKK, Dharma Wanita, dan Majelis Ta’lim. Kami membutuhkan dukungan untuk menjangkau hingga ke tingkat bawah karena organisasi ini bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengakui masih adanya tantangan di lapangan, termasuk faktor budaya dan kekhawatiran orang tua dalam menolak lamaran yang mendorong terjadinya pernikahan usia dini.
“Ini menjadi kondisi yang harus kita hadapi bersama. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam upaya pencegahan,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, didampingi Ketua DWP Kabupaten Gowa, Suryanti Andy Azis, para pimpinan SKPD, serta sekitar 700 peserta dari berbagai organisasi perempuan, Majelis Ta’lim, dan unsur masyarakat lainnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
3 Pelajar Gowa Raih Beasiswa Sampoerna, Kalahkan Puluhan Kompetitor
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memperkuat investasi sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan dengan memberikan dukungan beasiswa kepada pelajar berprestasi.
Rabu, 15 Apr 2026 18:49
Sulsel
Canangkan Gerakan Ayo Bersepeda, Bupati Gowa Dorong Hemat Energi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus mendorong pola hidup sehat sekaligus penghematan energi melalui Pencanangan Gerakan “Ayo Bersepeda” yang dilaksanakan dalam program rutin Rabu Sehat yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Gowa, Rabu (15/4).
Rabu, 15 Apr 2026 12:17
Sulsel
Wabup Gowa Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Lewat Pelatihan
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.
Rabu, 15 Apr 2026 11:59
Sulsel
Pemkab Gowa Dorong Percepatan Bendungan Jenelata, Pastikan Manfaat bagi Warga
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendorong percepatan pembangunan Bendungan Jenelata melalui kegiatan pemberitahuan rencana pembangunan yang digelar di Kantor Desa Moncongloe.
Selasa, 14 Apr 2026 17:18
Sulsel
Bupati Talenrang Dorong Kafilah Gowa Tampil Maksimal di MTQ Sulsel
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Minggu (12/4).
Senin, 13 Apr 2026 13:39
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tak Mau Beli Randis Baru, Wali Kota Makassar Pilih Pakai Mobil Bekas
2
Komisi E DPRD Sulsel Temukan Dugaan Pekerjaan Renovasi Asal-asalan di Rumah Sakit Haji
3
Pemkot Makassar Siapkan Sumur Bor dan Dana BTT Antisipasi El Nino 2026
4
96 Mahasiswa Jurusan Bisnis Polipangkep Ikuti Pembekalan Sertifikasi Kompetensi
5
3 Pelajar Gowa Raih Beasiswa Sampoerna, Kalahkan Puluhan Kompetitor
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tak Mau Beli Randis Baru, Wali Kota Makassar Pilih Pakai Mobil Bekas
2
Komisi E DPRD Sulsel Temukan Dugaan Pekerjaan Renovasi Asal-asalan di Rumah Sakit Haji
3
Pemkot Makassar Siapkan Sumur Bor dan Dana BTT Antisipasi El Nino 2026
4
96 Mahasiswa Jurusan Bisnis Polipangkep Ikuti Pembekalan Sertifikasi Kompetensi
5
3 Pelajar Gowa Raih Beasiswa Sampoerna, Kalahkan Puluhan Kompetitor