PAD Maros Triwulan I 2026 Capai 22,55 Persen dari Target Rp352 Miliar
Senin, 13 Apr 2026 16:28
Bupati Maros, AS Chaidir Syam dalam rapat koordinasi di Kantor Bupati. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros pada triwulan pertama 2026 menunjukkan tren positif, meski belum mencapai target ideal.
Realisasi PAD tercatat sebesar Rp79 miliar atau 22,55 persen dari target tahunan sebesar Rp352 miliar.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menyebut capaian tersebut sudah mendekati target normal triwulan pertama yang berada di kisaran 25 persen.
"Secara umum trennya sangat positif. Sudah 22 persen, dan ini akan terus kita maksimalkan," ujarnya usai rapat koordinasi di Kantor Bupati Maros, Senin (13/4/2026).
Meski demikian, sejumlah kendala masih dihadapi, terutama pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Dari target PBB sebesar Rp41,5 miliar, realisasinya baru mencapai Rp2 miliar atau 4,84 persen.
Menurut Chaidir, kondisi ini terjadi karena sebagian pemilik lahan berada di luar daerah, sementara objek pajaknya berada di wilayah Maros, seperti di Kecamatan Malawa.
Selain itu, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) juga belum maksimal dalam capaian kinerjanya pada awal tahun.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjadi OPD dengan capaian tertinggi, yakni sekitar Rp100 juta atau 40 persen dari target Rp250 juta.
Sementara itu, capaian terendah tercatat pada Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM (Kopumdag), yakni Rp529 juta atau 12 persen dari target Rp4,3 miliar.
Disusul Dinas Pariwisata yang baru mencapai Rp576 juta atau 9,6 persen dari target Rp6 miliar.
“Namun jika memasukkan kontribusi dari Bantimurung, angkanya dapat meningkat hingga di kisaran 20 persen,” tambahnya.
Dinas Pertanian juga masih tergolong rendah dengan capaian Rp91 juta atau 14,7 persen dari target Rp650 juta.
Rendahnya capaian di sektor ini dipengaruhi oleh sistem layanan yang tidak selalu berbasis kunjungan langsung ke fasilitas, seperti rumah potong hewan.
Petugas kerap mendatangi langsung lokasi ternak milik warga, sehingga memengaruhi optimalisasi retribusi layanan.
Di sektor perdagangan, pola pembayaran sewa kios atau ruko di pasar yang umumnya dilakukan setiap enam bulan sekali juga berdampak pada capaian di awal tahun.
Di sisi lain, fasilitas kesehatan mulai memberikan kontribusi terhadap PAD.
Di Kecamatan Camba, misalnya, pendapatan yang tercatat saat ini sekitar Rp9 juta. Namun, angka tersebut masih terbatas dari pasien non-KTP Maros karena fasilitas kesehatan setempat masih dalam tahap persiapan akreditasi BPJS.
“Jadi belum bisa melakukan klaim ke BPJS,” tutupnya.
Realisasi PAD tercatat sebesar Rp79 miliar atau 22,55 persen dari target tahunan sebesar Rp352 miliar.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menyebut capaian tersebut sudah mendekati target normal triwulan pertama yang berada di kisaran 25 persen.
"Secara umum trennya sangat positif. Sudah 22 persen, dan ini akan terus kita maksimalkan," ujarnya usai rapat koordinasi di Kantor Bupati Maros, Senin (13/4/2026).
Meski demikian, sejumlah kendala masih dihadapi, terutama pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Dari target PBB sebesar Rp41,5 miliar, realisasinya baru mencapai Rp2 miliar atau 4,84 persen.
Menurut Chaidir, kondisi ini terjadi karena sebagian pemilik lahan berada di luar daerah, sementara objek pajaknya berada di wilayah Maros, seperti di Kecamatan Malawa.
Selain itu, beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) juga belum maksimal dalam capaian kinerjanya pada awal tahun.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjadi OPD dengan capaian tertinggi, yakni sekitar Rp100 juta atau 40 persen dari target Rp250 juta.
Sementara itu, capaian terendah tercatat pada Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM (Kopumdag), yakni Rp529 juta atau 12 persen dari target Rp4,3 miliar.
Disusul Dinas Pariwisata yang baru mencapai Rp576 juta atau 9,6 persen dari target Rp6 miliar.
“Namun jika memasukkan kontribusi dari Bantimurung, angkanya dapat meningkat hingga di kisaran 20 persen,” tambahnya.
Dinas Pertanian juga masih tergolong rendah dengan capaian Rp91 juta atau 14,7 persen dari target Rp650 juta.
Rendahnya capaian di sektor ini dipengaruhi oleh sistem layanan yang tidak selalu berbasis kunjungan langsung ke fasilitas, seperti rumah potong hewan.
Petugas kerap mendatangi langsung lokasi ternak milik warga, sehingga memengaruhi optimalisasi retribusi layanan.
Di sektor perdagangan, pola pembayaran sewa kios atau ruko di pasar yang umumnya dilakukan setiap enam bulan sekali juga berdampak pada capaian di awal tahun.
Di sisi lain, fasilitas kesehatan mulai memberikan kontribusi terhadap PAD.
Di Kecamatan Camba, misalnya, pendapatan yang tercatat saat ini sekitar Rp9 juta. Namun, angka tersebut masih terbatas dari pasien non-KTP Maros karena fasilitas kesehatan setempat masih dalam tahap persiapan akreditasi BPJS.
“Jadi belum bisa melakukan klaim ke BPJS,” tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Perputaran Uang di MTQ Sulsel XXXIV di Maros Ditarget Tembus Rp50 Miliar
Perputaran uang selama perhelatan MTQ XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros, yang berlangsung pada 12–18 April 2026, ditargetkan mencapai Rp30 miliar hingga Rp50 miliar.
Senin, 13 Apr 2026 07:41
News
Ribuan Warga Padati Pembukaan MTQ XXXIV Sulsel di Maros
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di Kabupaten Maros resmi dibuka dengan meriah, Minggu malam (12/4/2026).
Senin, 13 Apr 2026 07:16
Sulsel
Ratusan UMKM Meriahkan MTQ Sulsel di Maros, Pengunjung Membludak
Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meramaikan pameran dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Kabupaten Maros.
Minggu, 12 Apr 2026 19:02
Sulsel
Chaidir Syam Sebut MTQ Bukan Sekadar Lomba, Tapi Upaya Membumikan Al-Qur’an
Kabupaten Maros menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang resmi dibuka pada Minggu (12/4/2026) di Lapangan Pallantikang.
Minggu, 12 Apr 2026 18:45
Sulsel
Pemkab Maros Usul 25 Formasi CPNS 2026, Utamakan Nakes dan Tenaga Teknis
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengusulkan 25 formasi CPNS untuk tahun 2026. Usulan tersebut difokuskan pada tenaga kesehatan dan tenaga teknis, sesuai kebutuhan layanan publik di daerah.
Minggu, 12 Apr 2026 16:12
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Perputaran Uang di MTQ Sulsel XXXIV di Maros Ditarget Tembus Rp50 Miliar
2
Ribuan Warga Padati Pembukaan MTQ XXXIV Sulsel di Maros
3
Bumi Karsa dan LAZ Hadji Kalla Salurkan Bantuan Pendidikan di Gowa
4
Fun Riding Endurance di Gowa Jadi Momen Deklarasi Serambi
5
RDP DPRD Lutim Memanas, Mahasiswa Sorot Kejanggalan Proyek Masjid Rp43 M
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Perputaran Uang di MTQ Sulsel XXXIV di Maros Ditarget Tembus Rp50 Miliar
2
Ribuan Warga Padati Pembukaan MTQ XXXIV Sulsel di Maros
3
Bumi Karsa dan LAZ Hadji Kalla Salurkan Bantuan Pendidikan di Gowa
4
Fun Riding Endurance di Gowa Jadi Momen Deklarasi Serambi
5
RDP DPRD Lutim Memanas, Mahasiswa Sorot Kejanggalan Proyek Masjid Rp43 M