Wabup Gowa Minta Pemprov Tidak Kurangi Anggaran Stunting dan Kemiskinan
Senin, 20 Apr 2026 19:02
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2027. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan tidak mengurangi anggaran untuk dua program prioritas, yakni penanganan kemiskinan dan intervensi stunting.
Permintaan itu disampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2027 di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (20/4/2026).
Forum tersebut membahas penyusunan rencana penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Selatan untuk periode 2027.
Menurut Darmawangsyah, keberhasilan daerah dalam menekan angka stunting dan kemiskinan tidak terlepas dari sinergi lintas sektor serta dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan daerah. Ia menilai, keberlanjutan program sangat bergantung pada kesinambungan pendanaan, baik dari APBN maupun APBD.
"Kita di Gowa angka stuntingnya sudah mulai menurun, tetapi justru anggarannya ikut berkurang. Jika anggaran dikurangi, tentu ada risiko angka stunting kembali meningkat," ujarnya.
Ia menegaskan, komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam menurunkan angka stunting terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga instansi vertikal.
Selain itu, Darmawangsyah juga menyoroti penurunan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil intervensi program berbasis masyarakat. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat tetap mempertahankan dukungan anggaran bagi daerah yang menunjukkan kinerja positif.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah pusat dan kabupaten/kota. Ia mendorong agar pemerintah provinsi dapat menyuarakan kebutuhan daerah secara lebih kuat, khususnya terkait keberlanjutan pendanaan.
"Pemprov Sulsel diharapkan menjadi playmaker yang menyambungkan kebijakan pusat dengan kebutuhan daerah, sekaligus memastikan indikator keberhasilan daerah menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan anggaran," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting merupakan agenda strategis yang membutuhkan keterpaduan kebijakan lintas sektor.
Ia menyebut, setiap daerah perlu terus mengevaluasi indikator keberhasilan program agar intervensi berjalan efektif dan tepat sasaran.
"Pendekatan penanggulangan kemiskinan harus komprehensif, terkoordinasi lintas sektor, dan berkelanjutan. Setiap kebijakan perlu diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat produktivitas ekonomi masyarakat, serta mengurangi kesenjangan antarwilayah," ujarnya.
Musrenbang Tematik ini juga menjadi wadah penyelarasan strategi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam mencapai target pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan dalam RPJMN 2025–2029 yang menitikberatkan percepatan penurunan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui intervensi terpadu berbasis data.
Melalui forum tersebut, diharapkan sinergi pembangunan semakin kuat, sehingga target penurunan stunting dan kemiskinan di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Gowa, dapat tercapai secara berkelanjutan.
Turut mendampingi Wakil Bupati Gowa, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Andy Azis Peter, Kepala Bappeda Sujjadan, Kepala Balitbangda Taslim, dan Kepala Dinas Perdastri Muh Fajaruddin.
Permintaan itu disampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2027 di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (20/4/2026).
Forum tersebut membahas penyusunan rencana penanggulangan kemiskinan di Sulawesi Selatan untuk periode 2027.
Menurut Darmawangsyah, keberhasilan daerah dalam menekan angka stunting dan kemiskinan tidak terlepas dari sinergi lintas sektor serta dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan daerah. Ia menilai, keberlanjutan program sangat bergantung pada kesinambungan pendanaan, baik dari APBN maupun APBD.
"Kita di Gowa angka stuntingnya sudah mulai menurun, tetapi justru anggarannya ikut berkurang. Jika anggaran dikurangi, tentu ada risiko angka stunting kembali meningkat," ujarnya.
Ia menegaskan, komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam menurunkan angka stunting terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga instansi vertikal.
Selain itu, Darmawangsyah juga menyoroti penurunan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil intervensi program berbasis masyarakat. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat tetap mempertahankan dukungan anggaran bagi daerah yang menunjukkan kinerja positif.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah pusat dan kabupaten/kota. Ia mendorong agar pemerintah provinsi dapat menyuarakan kebutuhan daerah secara lebih kuat, khususnya terkait keberlanjutan pendanaan.
"Pemprov Sulsel diharapkan menjadi playmaker yang menyambungkan kebijakan pusat dengan kebutuhan daerah, sekaligus memastikan indikator keberhasilan daerah menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan anggaran," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting merupakan agenda strategis yang membutuhkan keterpaduan kebijakan lintas sektor.
Ia menyebut, setiap daerah perlu terus mengevaluasi indikator keberhasilan program agar intervensi berjalan efektif dan tepat sasaran.
"Pendekatan penanggulangan kemiskinan harus komprehensif, terkoordinasi lintas sektor, dan berkelanjutan. Setiap kebijakan perlu diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat produktivitas ekonomi masyarakat, serta mengurangi kesenjangan antarwilayah," ujarnya.
Musrenbang Tematik ini juga menjadi wadah penyelarasan strategi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam mencapai target pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan dalam RPJMN 2025–2029 yang menitikberatkan percepatan penurunan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui intervensi terpadu berbasis data.
Melalui forum tersebut, diharapkan sinergi pembangunan semakin kuat, sehingga target penurunan stunting dan kemiskinan di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Gowa, dapat tercapai secara berkelanjutan.
Turut mendampingi Wakil Bupati Gowa, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Andy Azis Peter, Kepala Bappeda Sujjadan, Kepala Balitbangda Taslim, dan Kepala Dinas Perdastri Muh Fajaruddin.
(MAN)
Berita Terkait
News
Kurangi Dampak Mobilitas, Gubernur Sulsel Berlakukan Sekolah Daring
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengambil langkah cepat untuk mengurangi peningkatan mobilitas masyarakat.
Jum'at, 11 Sep 2026 22:11
News
Operator SPBU Disorot, Pertamina Tambah 50 Tenaga untuk 25 SPBU 24 Jam di Makassar
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyoroti kesiapan operator di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar, di tengah antrean panjang kendaraan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Jum'at, 11 Sep 2026 08:49
News
Pemkab Gowa Siapkan Rp1,5 Miliar Dukung Program TMMD di Bontonompo
Pemerintah Kabupaten Gowa memperkuat kolaborasi dengan TNI melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Tahun 2026.
Jum'at, 11 Sep 2026 08:33
News
Pertamina Gandeng Lintas Sektor Perkuat Penguraian Antrean BBM di Sejumlah SPBU Makassar
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menggandeng lintas sektor untuk memperkuat penanganan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Makassar.
Kamis, 10 Sep 2026 19:53
News
Antrean Panjang BBM di SPBU, Gubernur Sulsel Imbau Tak Panic Buying
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat pengawasan penyaluran BBM, khususnya BBM bersubsidi, untuk memastikan distribusinya tepat sasaran.
Kamis, 10 Sep 2026 12:28
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot dan Pertamina Ambil Langkah Taktis Urai Antrean Panjang BBM di Makassar
2
Penjualan Low MPV Toyota Naik 40 Persen, Veloz Hybrid Jadi Pendorong
3
Perkuat Akses Pendanaan Riset BRIN, Riset Jangan Hanya Selesai Diteliti Harus Dimanfaatkan
4
Kurangi Dampak Mobilitas, Gubernur Sulsel Berlakukan Sekolah Daring
5
Keluarga Bayi Meninggal di RSIA Paramount Makassar Siapkan Langkah Hukum
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot dan Pertamina Ambil Langkah Taktis Urai Antrean Panjang BBM di Makassar
2
Penjualan Low MPV Toyota Naik 40 Persen, Veloz Hybrid Jadi Pendorong
3
Perkuat Akses Pendanaan Riset BRIN, Riset Jangan Hanya Selesai Diteliti Harus Dimanfaatkan
4
Kurangi Dampak Mobilitas, Gubernur Sulsel Berlakukan Sekolah Daring
5
Keluarga Bayi Meninggal di RSIA Paramount Makassar Siapkan Langkah Hukum