Pangkep Terapkan Pertanian Modern PM-AAS, Target Produksi Padi Naik hingga 9 Ton per Hektare
Kamis, 07 Mei 2026 20:18
Tanam Perdana Padi pola Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) tingkat Kabupaten Pangkep yang dipimpin langsung Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL). Foto: Istimewa
PANGKEP - Pemerintah Kabupaten Pangkep terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan modernisasi sektor pertanian.
Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Tanam Perdana Padi pola Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) tingkat Kabupaten Pangkep yang dipimpin langsung Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), di Kampung Beru, Kelurahan Labakkang, Kecamatan Labakkang, Kamis (7/5/2026).
Tanam perdana ini menjadi langkah nyata Pemkab Pangkep dalam mendorong transformasi pertanian tradisional menuju sistem pertanian modern yang lebih efektif, efisien dan produktif.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau mengatakan, penerapan pertanian modern menjadi langkah baru dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Pangkep.
“Selama ini pola pertanian masih tradisional dan konvensional. Sekarang kita ubah dengan sentuhan peralatan dan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
MYL berharap penerapan teknologi dan modernisasi pertanian dapat meningkatkan hasil produksi padi petani dan nantinya bisa direplikasi di kecamatan lain.
“Selama ini produksi kita sekitar 6 sampai 7 ton per hektare. Kita harapkan dengan pertanian modern ini bisa meningkat menjadi 9 ton per hektare,” katanya.
Yusran menambahkan, peningkatan hasil produksi diharapkan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani di Kabupaten Pangkep.
"Hasil produksi petani meningkat, perekonomian masyarakat, khususnya petani bisa lebih meningkat, " tambahnya.
Kepala Dinas Pertanian Pangkep, Muhiddin menjelaskan, program Agrikultur PM-AAS merupakan konsep pertanian yang memadukan teknologi modern dengan pola pertanian tradisional yang selama ini diterapkan petani.
“Dulu petani kita sering menggunakan pola tanam benih langsung atau tabela. Ada pola hambur, sekarang mulai mengarah ke pola jalur,” ujarnya.
Ia menambahkan, modernisasi pertanian nantinya dikombinasikan dengan mekanisasi pertanian serta pola pemupukan terpadu guna meningkatkan produktivitas hasil panen.
“Pak Bupati merebut konsep ini sebagai pola kemandirian pertanian. Hanya beberapa kabupaten yang sudah melaksanakan. Alhamdulillah, respons petani cukup bagus,” katanya.
Untuk musim tanam gadu tahun ini, target luas tanam di Kabupaten Pangkep mencapai 12 ribu hektare. Dari jumlah itu, diharapkan sekitar 20 persen diharapkan sudah menggunakan pola Tabela atau tanam benih langsung modern.
Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Tanam Perdana Padi pola Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) tingkat Kabupaten Pangkep yang dipimpin langsung Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), di Kampung Beru, Kelurahan Labakkang, Kecamatan Labakkang, Kamis (7/5/2026).
Tanam perdana ini menjadi langkah nyata Pemkab Pangkep dalam mendorong transformasi pertanian tradisional menuju sistem pertanian modern yang lebih efektif, efisien dan produktif.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau mengatakan, penerapan pertanian modern menjadi langkah baru dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Pangkep.
“Selama ini pola pertanian masih tradisional dan konvensional. Sekarang kita ubah dengan sentuhan peralatan dan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
MYL berharap penerapan teknologi dan modernisasi pertanian dapat meningkatkan hasil produksi padi petani dan nantinya bisa direplikasi di kecamatan lain.
“Selama ini produksi kita sekitar 6 sampai 7 ton per hektare. Kita harapkan dengan pertanian modern ini bisa meningkat menjadi 9 ton per hektare,” katanya.
Yusran menambahkan, peningkatan hasil produksi diharapkan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani di Kabupaten Pangkep.
"Hasil produksi petani meningkat, perekonomian masyarakat, khususnya petani bisa lebih meningkat, " tambahnya.
Kepala Dinas Pertanian Pangkep, Muhiddin menjelaskan, program Agrikultur PM-AAS merupakan konsep pertanian yang memadukan teknologi modern dengan pola pertanian tradisional yang selama ini diterapkan petani.
“Dulu petani kita sering menggunakan pola tanam benih langsung atau tabela. Ada pola hambur, sekarang mulai mengarah ke pola jalur,” ujarnya.
Ia menambahkan, modernisasi pertanian nantinya dikombinasikan dengan mekanisasi pertanian serta pola pemupukan terpadu guna meningkatkan produktivitas hasil panen.
“Pak Bupati merebut konsep ini sebagai pola kemandirian pertanian. Hanya beberapa kabupaten yang sudah melaksanakan. Alhamdulillah, respons petani cukup bagus,” katanya.
Untuk musim tanam gadu tahun ini, target luas tanam di Kabupaten Pangkep mencapai 12 ribu hektare. Dari jumlah itu, diharapkan sekitar 20 persen diharapkan sudah menggunakan pola Tabela atau tanam benih langsung modern.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Mantan Kapolda Burhanuddin Andi Pimpin HKTI Sulsel, Dibantu 17 Bupati Sejahterahkan Petani
Mantan Kapolda Sulsel, Irjen Pol (Purn) Burhanuddin Andi dipercaya memimpin DPD HKTI Sulsel setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sulsel yang digelar di Makassar, Minggu (4/10/2026).
Minggu, 04 Okt 2026 18:34
News
Kelangkaan BBM dan Gas Mulai Ganggu Aktivitas Pertanian di Gowa
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji selama beberapa waktu terakhir mulai mengganggu aktivitas pertanian dan perkebunan di Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Sabtu, 12 Sep 2026 19:19
Sulsel
Sawah Mengering, Masmindo Bantu Petani Luwu Cegah Ancaman Gagal Panen
Secara keseluruhan, bantuan tersebut menjangkau sekitar 70 hektare lahan pertanian yang tersebar di Tampumia Radda, Balo-Balo, Kurusumanga, dan Senga Selatan.
Jum'at, 11 Sep 2026 09:24
News
Pangdivif 3 Kostrad Pimpin 200 Prajurit Latihan Terjun Payung di Sidrap, Ribuan Warga Antusias
Aksi para prajurit yang mendarat dari udara itu menarik perhatian masyarakat. Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan langsung latihan terjun payung itu.
Jum'at, 11 Sep 2026 08:52
News
Penjualan Pupuk di Sulsel Naik 24 Persen, Capai 495.849 Ton hingga Agustus 2026
Penjualan pupuk di Sulsel mencapai 495.849 ton sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Terjadi peningkatan 24 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Jum'at, 04 Sep 2026 11:46
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Daftar Pilrek UNM Hari Jumat, Dorongan dan Aspirasi Internal Alasan Prof Hasmyati Kembali Maju
2
Pelayanan Makin Berkualitas, Dua Terminal Pelindo Regional 4 Raih P-TEC 2026
3
Menkum Lantik Sejumlah Pejabat, Kakanwil Kemenkum Sulsel Bergeser ke Sultra
4
Warga Diminta Tak Terprovokasi, Kapolres Lutra Pimpin Penyisiran di TKP Penikaman Tana Lili
5
Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Daftar Pilrek UNM Hari Jumat, Dorongan dan Aspirasi Internal Alasan Prof Hasmyati Kembali Maju
2
Pelayanan Makin Berkualitas, Dua Terminal Pelindo Regional 4 Raih P-TEC 2026
3
Menkum Lantik Sejumlah Pejabat, Kakanwil Kemenkum Sulsel Bergeser ke Sultra
4
Warga Diminta Tak Terprovokasi, Kapolres Lutra Pimpin Penyisiran di TKP Penikaman Tana Lili
5
Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei