Tim PKM Administrasi Pendidikan FIP UNM Gelar Pelatihan AI di UKI Toraja
Jum'at, 08 Mei 2026 17:27
Suasana pelatihan dan pendampingan pengembangan instrumen tes dan non tes berbasis AI, di FKIP UKI Toraja, Jumat (8/5/2026). Foto: Istimewa
TORAJA - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan pengembangan instrumen tes dan non tes berbasis Artificial Intelligence (AI), Jumat (8/5/2026).
Agenda ini digelar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja, diikuti oleh guru sekolah dasar dari berbagai sekolah di Toraja serta mahasiswa FKIP UKI Toraja.
Dosen Administrasi Pendidikan FIP UNM, sekaligus pemateri, Rafsanjani Supardi, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran yang lebih terukur, efektif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan berbasis AI.
Tidak hanya itu saja, ia menekankan pentingnya memperhatikan tingkat kesukaran soal dalam mengukur kemampuan peserta didik.
Menurutnya, penilaian tidak lagi hanya berfokus pada jumlah jawaban benar, tetapi juga pada kualitas kemampuan yang benar-benar dikuasai siswa.
“Jawaban benar pada soal yang sukar memberikan informasi kemampuan yang lebih tinggi. Karena itu, dalam pengukuran kemampuan, tingkat kesukaran butir soal sangat penting dipertimbangkan,” ujarnya saat menyampaikan materi.
Rafsanjani juga menekankan bahwa dalam evaluasi pembelajaran, lanjut dia, guru perlu memperhatikan aspek psikologis peserta didik agar siswa mampu menjawab soal dengan baik. Selain itu, penyusunan soal harus benar-benar dirancang untuk mengukur kompetensi yang ingin dicapai.
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, peserta diajak memahami dampak soal yang terlalu mudah maupun terlalu sulit terhadap hasil pengukuran kemampuan siswa.
Rafsanjani menjelaskan bahwa soal dengan tingkat kesulitan sedang dinilai paling efektif untuk mengukur kemampuan mahasiswa maupun siswa secara objektif.
“Kalau soal terlalu mudah atau terlalu sukar, maka akan sulit mengukur kemampuan mahasiswa secara tepat. Karena itu, penyusunan soal harus memperhatikan tingkat kesukaran, daya beda, dan unsur guessing,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa tidak selamanya siswa yang menjawab sedikit soal memiliki pemahaman rendah. Menurutnya, hal tersebut bisa saja dipengaruhi oleh tingkat kesukaran soal yang tidak seimbang.
Selain membahas teori pengukuran dan evaluasi, pemateri turut memberikan pelatihan teknis mengenai cara membuat soal pilihan ganda yang baik untuk mengukur kemampuan mahasiswa secara lebih akurat.
Kegiatan PKM ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta karena memberikan wawasan baru terkait pemanfaatan AI dalam pengembangan instrumen evaluasi pembelajaran.
Adapun tim PKM dari Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UNM yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Andi Ratu Ayuashari, Ahlun Ansar, Rafsanjani Supardi, Nanang Hermawan, dan Andi Tenri Abeng.
Agenda ini digelar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja, diikuti oleh guru sekolah dasar dari berbagai sekolah di Toraja serta mahasiswa FKIP UKI Toraja.
Dosen Administrasi Pendidikan FIP UNM, sekaligus pemateri, Rafsanjani Supardi, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun instrumen evaluasi pembelajaran yang lebih terukur, efektif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan berbasis AI.
Tidak hanya itu saja, ia menekankan pentingnya memperhatikan tingkat kesukaran soal dalam mengukur kemampuan peserta didik.
Menurutnya, penilaian tidak lagi hanya berfokus pada jumlah jawaban benar, tetapi juga pada kualitas kemampuan yang benar-benar dikuasai siswa.
“Jawaban benar pada soal yang sukar memberikan informasi kemampuan yang lebih tinggi. Karena itu, dalam pengukuran kemampuan, tingkat kesukaran butir soal sangat penting dipertimbangkan,” ujarnya saat menyampaikan materi.
Rafsanjani juga menekankan bahwa dalam evaluasi pembelajaran, lanjut dia, guru perlu memperhatikan aspek psikologis peserta didik agar siswa mampu menjawab soal dengan baik. Selain itu, penyusunan soal harus benar-benar dirancang untuk mengukur kompetensi yang ingin dicapai.
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, peserta diajak memahami dampak soal yang terlalu mudah maupun terlalu sulit terhadap hasil pengukuran kemampuan siswa.
Rafsanjani menjelaskan bahwa soal dengan tingkat kesulitan sedang dinilai paling efektif untuk mengukur kemampuan mahasiswa maupun siswa secara objektif.
“Kalau soal terlalu mudah atau terlalu sukar, maka akan sulit mengukur kemampuan mahasiswa secara tepat. Karena itu, penyusunan soal harus memperhatikan tingkat kesukaran, daya beda, dan unsur guessing,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa tidak selamanya siswa yang menjawab sedikit soal memiliki pemahaman rendah. Menurutnya, hal tersebut bisa saja dipengaruhi oleh tingkat kesukaran soal yang tidak seimbang.
Selain membahas teori pengukuran dan evaluasi, pemateri turut memberikan pelatihan teknis mengenai cara membuat soal pilihan ganda yang baik untuk mengukur kemampuan mahasiswa secara lebih akurat.
Kegiatan PKM ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta karena memberikan wawasan baru terkait pemanfaatan AI dalam pengembangan instrumen evaluasi pembelajaran.
Adapun tim PKM dari Jurusan Administrasi Pendidikan FIP UNM yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Andi Ratu Ayuashari, Ahlun Ansar, Rafsanjani Supardi, Nanang Hermawan, dan Andi Tenri Abeng.
(MAN)
Berita Terkait
News
International Talk UNM di PBAKL, Prof Hasmyati Paparkan Olahraga Tradisional di Era Digital
Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional melalui kegiatan International Talk yang digelar di Pavilion MAPIM, Aras 2 Dewan Tun Dr Ismail, dalam rangkaian Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur (PBAKL) 2026.
Minggu, 07 Jun 2026 16:25
News
Prof Hasmyati Jadi Pembicara Simposium Antarbangsa di Malaysia
Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM), diundang menjadi pembicara pada kegiatan Simposium Antarabangsa Kepustakaan, Terjemahan dan Kecerdasan Buatan (LiTr.AI) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 3–4 Juni 2026.
Kamis, 04 Jun 2026 16:39
Makassar City
Mahasiswa BK FIP UNM Gelar Career Reflection Day Sebagai Tugas Akhir Mata Kuliah
Mahasiswa Angkatan 2024 Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan, Fakultas Ilmu Pendidikan UNM sukses menggelar acara Talk Show Career Reflection Day.
Minggu, 24 Mei 2026 10:51
News
Meratakan Lapangan Belajar Indonesia
Setiap tahun, ribuan siswa Indonesia duduk di bangku sekolah dengan harapan yang sama: mendapat pendidikan terbaik. Namun di balik harapan itu, tersimpan kesenjangan nyata.
Selasa, 19 Mei 2026 09:01
News
Dosen Prodi AP Pascasarjana UNM Dorong Literasi AI Mahasiswa UKI Toraja
Program Studi (Prodi) Pascasarjana Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di FKIP UKI Toraja, Senin (11/5/2026).
Senin, 11 Mei 2026 05:43
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Hadirkan Pakar Dunia dalam Konferensi Internasional Pembangunan Berkelanjutan
2
PKS Desak Pemkot Makassar Siapkan Solusi Bagi Siswa Tak Tertampung di SMP Negeri
3
Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Maros, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
4
Pengaspalan hingga Drainase Dikebut, Pemprov Sulsel Percepat Pembangunan Jalan Strategis
5
Pupuk Indonesia Pastikan Penyaluran Pupuk Subsidi Sesuai Prinsip 7T
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Hadirkan Pakar Dunia dalam Konferensi Internasional Pembangunan Berkelanjutan
2
PKS Desak Pemkot Makassar Siapkan Solusi Bagi Siswa Tak Tertampung di SMP Negeri
3
Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Maros, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
4
Pengaspalan hingga Drainase Dikebut, Pemprov Sulsel Percepat Pembangunan Jalan Strategis
5
Pupuk Indonesia Pastikan Penyaluran Pupuk Subsidi Sesuai Prinsip 7T