Lomba Pacuan Kuda Semarakkan HUT RI ke-81 di Bantaeng
Sabtu, 15 Agu 2026 18:02
Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin membuka Lomba Pacuan Kuda dalam rangka HUT Kemerdekaan RI. Foto: Istimewa
BANTAENG - Lomba pacuan kuda digelar di Desa Biangkeke, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng, dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026).
Lomba tersebut dibuka Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin. Kegiatan ini diikuti peserta dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.
Bupati Bantaeng mengapresiasi pelaksanaan lomba tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap olahraga berkuda, khususnya di wilayah selatan Sulawesi Selatan, terus meningkat.
"Kita melihat setiap tahun ini semakin meriah di wilayah selatan, terkhusus lagi di Bantaeng dan Jeneponto. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa laksanakan kembali di sini dan dirangkaikan dengan kegiatan lainnya. Jadi, yang pertama ada penggemukan sapi dan kedua ada pacuan kuda," ujar Bupati.
Kepala Desa Biangkeke, Firdaus, mengatakan pacuan kuda menjadi salah satu budaya yang ingin kembali dikembangkan di tengah masyarakat.
"Alhamdulilah peserta lomba turut dimeriahkan dari daerah lain. Ada Bone, Sinjai, Jeneponto, dan Bulukumba. Kita berharap terus diberikan dukungan agar kegiatan ini dapat berlanjut dan ke depan kita bisa terus berlaga di luar Kabupaten Bantaeng," ujarnya.
Menurut Firdaus, keikutsertaan peserta dari sejumlah daerah menunjukkan bahwa kegiatan tersebut mendapat perhatian dari masyarakat di luar Bantaeng.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, H. Abdul Rahman Tompo, menilai pacuan kuda tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga dapat mendorong pengembangan sektor peternakan.
"Pacuan kuda ini bukan hanya olahraga, tetapi ini adalah salah satu warisan budaya, identitas daerah dan mengajarkan kita tentang kerja keras. Karena kuda ini tidak boleh dipisahkan dengan jokinya. Atas nama dukungan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi kami tentunya memberikan dukungan terhadap kegiatan ini," katanya.
Ia berharap kegiatan pacuan kuda dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari olahraga sekaligus pelestarian budaya daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD terkait, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bantaeng H. Tasrif Labandu, Camat Pa'jukukang Darmawati Hasan, mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar, serta tokoh masyarakat.
Lomba tersebut dibuka Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin. Kegiatan ini diikuti peserta dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.
Bupati Bantaeng mengapresiasi pelaksanaan lomba tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap olahraga berkuda, khususnya di wilayah selatan Sulawesi Selatan, terus meningkat.
"Kita melihat setiap tahun ini semakin meriah di wilayah selatan, terkhusus lagi di Bantaeng dan Jeneponto. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa laksanakan kembali di sini dan dirangkaikan dengan kegiatan lainnya. Jadi, yang pertama ada penggemukan sapi dan kedua ada pacuan kuda," ujar Bupati.
Kepala Desa Biangkeke, Firdaus, mengatakan pacuan kuda menjadi salah satu budaya yang ingin kembali dikembangkan di tengah masyarakat.
"Alhamdulilah peserta lomba turut dimeriahkan dari daerah lain. Ada Bone, Sinjai, Jeneponto, dan Bulukumba. Kita berharap terus diberikan dukungan agar kegiatan ini dapat berlanjut dan ke depan kita bisa terus berlaga di luar Kabupaten Bantaeng," ujarnya.
Menurut Firdaus, keikutsertaan peserta dari sejumlah daerah menunjukkan bahwa kegiatan tersebut mendapat perhatian dari masyarakat di luar Bantaeng.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, H. Abdul Rahman Tompo, menilai pacuan kuda tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga dapat mendorong pengembangan sektor peternakan.
"Pacuan kuda ini bukan hanya olahraga, tetapi ini adalah salah satu warisan budaya, identitas daerah dan mengajarkan kita tentang kerja keras. Karena kuda ini tidak boleh dipisahkan dengan jokinya. Atas nama dukungan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi kami tentunya memberikan dukungan terhadap kegiatan ini," katanya.
Ia berharap kegiatan pacuan kuda dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari olahraga sekaligus pelestarian budaya daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD terkait, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bantaeng H. Tasrif Labandu, Camat Pa'jukukang Darmawati Hasan, mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar, serta tokoh masyarakat.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Gempa NTT Terasa di Bantaeng, Bupati Imbau Warga Hindari Berkunjung ke Pesisir
Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) turut dirasakan masyarakat Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/8/2026).
Sabtu, 15 Agu 2026 18:11
News
Bupati dan Wabup Bantaeng Ikuti Sidang Tahunan MPR Secara Virtual
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, bersama Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, mengikuti Sidang Tahunan MPR RI, DPR RI, dan DPD RI serta menyaksikan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto.
Jum'at, 14 Agu 2026 19:48
Sulsel
40 Hari Mengabdi, 764 Mahasiswa KKN Unhas Tinggalkan Bantaeng
Sebanyak 764 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 menyelesaikan pengabdian selama 40 hari di Kabupaten Bantaeng.
Jum'at, 14 Agu 2026 06:21
Sulsel
Bupati Bantaeng Resmikan Jembatan Perintis Garuda Tahap III
Jembatan Perintis Garuda Tahap III Tahun 2026 di Kampung Libboa, Kelurahan Karatuang, Kecamatan Bantaeng, resmi digunakan.
Kamis, 13 Agu 2026 23:33
Sulsel
Pemkab dan DPRD Bantaeng Sepakati KUA-PPAS 2027
Pemerintah Kabupaten Bantaeng bersama DPRD Kabupaten Bantaeng menyepakati Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.
Rabu, 12 Agu 2026 22:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Korban Dugaan Pengeroyokan di Jeneponto Minta Pelaku Ditahan
2
PKKMB UNM, Prof Hasmyati Harap Jadi Momentum Transformasi Kampus
3
Transformasi Emas di Era AI: Jangkau Masyarakat Sulselbarra dan Maluku Lewat
4
Pengabdian hingga 30 Tahun, 398 PNS Sulsel Dapat Satyalencana
5
MHM 2026 Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp52,3 Miliar di Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Korban Dugaan Pengeroyokan di Jeneponto Minta Pelaku Ditahan
2
PKKMB UNM, Prof Hasmyati Harap Jadi Momentum Transformasi Kampus
3
Transformasi Emas di Era AI: Jangkau Masyarakat Sulselbarra dan Maluku Lewat
4
Pengabdian hingga 30 Tahun, 398 PNS Sulsel Dapat Satyalencana
5
MHM 2026 Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp52,3 Miliar di Makassar