UCM Gelar Wisuda, Alumni Kini 3.159 Orang

Jum'at, 16 Okt 2026 07:15
UCM Gelar Wisuda, Alumni Kini 3.159 Orang
Wisuda Sarjana dan Ahli Madya UCM di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Kamis (15/10/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM) menggelar Wisuda Sarjana dan Ahli Madya di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Kamis (15/10/2026). Hingga wisuda ke-22 ini, jumlah alumni UCM tercatat mencapai 3.159 orang.

Rektor UCM, Dr. Lukman Daris, mengatakan para lulusan yang diwisuda berasal dari lima fakultas dengan total 10 program studi.

Berdasarkan data akademik, IPK tertinggi lulusan mencapai 4,00 dan terendah 2,92, dengan rata-rata 3,71. Adapun masa studi tercepat untuk program sarjana tercatat 3 tahun 9 bulan, sedangkan rata-rata masa studi mencapai 4 tahun 1 bulan.

“Setelah wisuda hari ini, total jumlah alumni UCM dari waktu ke waktu kini telah mencapai 3.159 orang. Mereka telah tersebar di berbagai bidang pekerjaan, antara lain dosen, PNS, birokrat, TNI, Polri, tenaga kesehatan di rumah sakit dan puskesmas, bidang pemerintahan desa, serta wirausaha,” ujar Lukman.

Dalam sambutannya, Lukman juga mengapresiasi jajaran pimpinan dan sivitas akademika yang mendukung kepemimpinannya selama dua tahun sembilan bulan terakhir.

Menurutnya, kolaborasi di lingkungan universitas mulai menunjukkan hasil positif. Salah satunya terlihat dari peningkatan jumlah mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 sekitar 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, seluruh program studi di UCM telah terakreditasi.

“Keberhasilan ini bukan hasil kerja rektor semata, melainkan hasil kerja tim. Capaian ini terwujud berkat kolaborasi dan dukungan seluruh pihak di lingkungan UCM,” katanya.

Lukman juga menceritakan perjalanan dirinya sebagai alumni UCM yang diwisuda pada 26 Januari 2000. Setelah 26 tahun, ia kembali berada di hadapan para wisudawan dengan mengemban amanah sebagai rektor.

Ia berharap para lulusan terus mengembangkan diri, berkontribusi bagi masyarakat, dan memiliki semangat untuk meraih posisi kepemimpinan pada masa mendatang.

Ketua Senat UCM, Dr. Andi Suryani Syamsuddin, turut mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati. Ia berharap ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama kuliah menjadi bekal untuk berkarya, berkontribusi bagi masyarakat, dan menjaga nama baik almamater.

Ia juga berpesan agar para lulusan menjaga integritas, terus mengembangkan diri, serta mampu bersaing di dunia kerja.

“Saya berharap para lulusan senantiasa menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam berkarya, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Semoga setiap langkah kita senantiasa mendapat rida dan keberkahan dari Allah SWT,” ujar isteri dari Prof Basri Hasanuddin, mantan Rektor Unhas.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sari Sulsel yang menaungi UCM, Dr. Rahmat Hasanuddin, M.Si., mengingatkan para lulusan agar menjunjung tinggi kejujuran dan menjadi pribadi yang dapat dipercaya, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.

Rahmat mengaku bangga melihat perkembangan UCM yang dinilainya semakin pesat. Ia menilai kolaborasi dosen dan seluruh sivitas akademika dalam menyelenggarakan wisuda menjadi cerminan organisasi yang sehat, solid, dan produktif.

"Terima kasih kepada seluruh sivitas akademika yang telah menyukseskan pelaksanaan wisuda ini. Kami memberikan kepercayaan kepada seluruh sivitas akademika untuk terus berkolaborasi dan mengembangkan UCM menjadi universitas yang semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Syahruddin, turut mengapresiasi kepemimpinan Lukman Daris. Menurutnya, UCM menunjukkan perkembangan positif, salah satunya melalui peningkatan produktivitas dosen dalam memperoleh hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari tahun ke tahun.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Saya percaya, di bawah kepemimpinan Bapak Rektor dan dengan dukungan seluruh sivitas akademika, UCM akan terus berkembang dan semakin luas memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Syahruddin.

Ia menegaskan, kualitas perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa atau lulusan, tetapi juga dari dampak nyata keberadaan dan kontribusinya bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu menerapkan ilmu dan kompetensi yang diperoleh untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan.

Ketua Panitia Wisuda, Andi Niartiningsih, mengatakan setiap fakultas menetapkan satu lulusan terbaik yang menerima penghargaan dari UCM.

Kelima lulusan terbaik tersebut adalah Selfi Andriana, S.P. dari Fakultas Teknik dan Teknologi Pertanian; Fitria Nurar Ningsih, S.Kes. dari Fakultas Ilmu Kesehatan; Pipi Ayu Asriani, S.Pi. dari Fakultas Perikanan; Hiqmah Divani Putri, S.I.Kom. dari Fakultas Ilmu Sosial, Ekonomi dan Humaniora; serta Sulfitriani, S.Pd. dari Fakultas Agama Islam.
Hiqmah Divani Putri terpilih sebagai wisudawan terbaik tingkat universitas. Sementara itu, penghargaan wisudawan terbaik nonakademik diberikan kepada Zulfadli, S.Pi., dari Fakultas Perikanan.

UCM juga memberikan penghargaan kepada dua dosen. Dini Anggraeni, S.I.Kom., M.I.Kom. terpilih sebagai dosen terfavorit berdasarkan pilihan wisudawan, sedangkan Leli, S.ST., M.Kes. memperoleh penghargaan sebagai dosen dengan kinerja terbaik.

“Alhamdulillah, tahun ini kami dapat menyelenggarakan wisuda dengan baik. Semua ini tidak lepas dari dukungan para pimpinan, rekan sejawat, dan adik-adik mahasiswa,” ungkapnya.

Wisuda ke-22 UCM tahun ini juga menghadirkan orasi ilmiah dari Dr. Yundini Husni Djamaluddin, M.Si. Ia dikenal sebagai akademisi dan tokoh perempuan Indonesia yang berkiprah di bidang pendidikan kepolisian, kerja sama internasional, serta pengembangan hubungan bisnis dan persahabatan antarnegara.

Kehadiran Yundini memiliki makna tersendiri bagi UCM. Ia merupakan putri Husni Djamaluddin, penyair asal Mandar yang dikenal sebagai salah satu tokoh perjuangan pembentukan Provinsi Sulawesi Barat sekaligus salah satu pendiri UCM.

Kehadirannya menjadi penghubung antara sejarah pendirian UCM dan semangat generasi lulusan baru untuk terus berkarya, berprestasi, serta berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru