Angka Pengidap ISPA di Maros Meningkat Dalam 3 Bulan
Kamis, 14 Sep 2023 15:56

Ilustrasi/Pexels
MAROS - Angka pengidap infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Kabupaten Maros meningkat dalam tiga bulan terakhir. Data Dinas Kesehatan Maros, angka pengidap ISPA mencapai 4.177.
Kepala Dinas Kesehatan Maros Muhamad Yunus menyebutkan angka pengidap ISPA di Maros cenderung bertambah tiap bulannya.
"Pada bulan Juni 2023 ada 1.155 pasien, kemudian Juli ada 1.309 pasien dan Agustus sebanyak 1.713 pasien," ujarnya.
Dia menyebutkan, dari jumlah pasien tersebut, 30 persen di antaranya masih berusia di bawah lima tahun (balita).
"30 persennya itu masih balita, pada Juni 312, Juli 405 balita dan Agustus 504 balita," tambahnya.
Dia menyebutkan, jumlah pengidap ISPA ini disebabkan polusi udara yang meningkat akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
"Peningkatan polusi udara inilah yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Bahkan dari data kami paling banyak yang terjangkit ISPA ini adalah masyarakat yang berada atu tinggal di daerah perkotaan seperti Turikale dan mandai karena tingkat polusi udaranya sangat tinggi," terangnya.
Mantan Kepala Puskesmas Bantimurung ini meminta masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Menerapakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Masyarakat harus banyak minum air putih, olahraga teratur, hindari asap rokok, makan buah dan sayur,“ tutupnya.
Dia juga menekankan kepada masyarakat agar kembali menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Kepala Dinas Kesehatan Maros Muhamad Yunus menyebutkan angka pengidap ISPA di Maros cenderung bertambah tiap bulannya.
"Pada bulan Juni 2023 ada 1.155 pasien, kemudian Juli ada 1.309 pasien dan Agustus sebanyak 1.713 pasien," ujarnya.
Dia menyebutkan, dari jumlah pasien tersebut, 30 persen di antaranya masih berusia di bawah lima tahun (balita).
"30 persennya itu masih balita, pada Juni 312, Juli 405 balita dan Agustus 504 balita," tambahnya.
Dia menyebutkan, jumlah pengidap ISPA ini disebabkan polusi udara yang meningkat akibat musim kemarau yang berkepanjangan.
"Peningkatan polusi udara inilah yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Bahkan dari data kami paling banyak yang terjangkit ISPA ini adalah masyarakat yang berada atu tinggal di daerah perkotaan seperti Turikale dan mandai karena tingkat polusi udaranya sangat tinggi," terangnya.
Mantan Kepala Puskesmas Bantimurung ini meminta masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Menerapakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Masyarakat harus banyak minum air putih, olahraga teratur, hindari asap rokok, makan buah dan sayur,“ tutupnya.
Dia juga menekankan kepada masyarakat agar kembali menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
(MAN)
Berita Terkait

News
Dinas Kesehatan Sulsel Catat 9 Kasus Kematian Akibat Infeksi Rabies
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rosmini Pandin menyampaikan, sepanjang 2023 ini sebanyak 9 orang telah meregang nyawa akibat terinfeksi virus rabies.
Rabu, 12 Jul 2023 11:15

Sulsel
Pascakebakaran Toko Pecah Belah di Maros, Warga Sekitar Keluhkan Sesak Nafas
Pascakebakaran toko grosir barang pecah belah Al-Fathir di Kabupaten Maros, warga sekitar mengeluhkan sesak nafas. Diduga akibat menghirup asap pembakaran plastik.
Rabu, 22 Feb 2023 19:20
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Idulfitri PT Semen Tonasa: Momen Keberkahan & Kebersamaan Penuh Makna
2

Taklukkan Wakil Vietnam, PSM Makassar Selangkah Lagi ke Final
3

Seorang Wanita Ditemukan Meninggal Tak Wajar Dalam Kamar Kontrakan
4

Kapolrestabes Makassar Cek Kesiapan Pos Operasi Ketupat 2025 Pasca Lebaran
5

Waspada! Modus Penipuan Bantuan Donasi Catut Nama Gubernur Andi Sudirman
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Idulfitri PT Semen Tonasa: Momen Keberkahan & Kebersamaan Penuh Makna
2

Taklukkan Wakil Vietnam, PSM Makassar Selangkah Lagi ke Final
3

Seorang Wanita Ditemukan Meninggal Tak Wajar Dalam Kamar Kontrakan
4

Kapolrestabes Makassar Cek Kesiapan Pos Operasi Ketupat 2025 Pasca Lebaran
5

Waspada! Modus Penipuan Bantuan Donasi Catut Nama Gubernur Andi Sudirman