Rp22,191 Miliar Tunjangan Sertifikasi Guru Kabupaten Maros Cair
Kamis, 21 Des 2023 11:20
Bupati Maros AS Chaidir Syam. Foto: SINDO Makassar/Dok
MAROS - Tunjangan profesi guru atau tunjangan sertifikasi guru di triwulan IV Pemerintahan Kabupaten Maros cair.
Bupati Maros AS Chaidir Syam menegaskan, pemkab selalu memastikan segala bentuk tunjangan guru bisa tersalurkan lebih awal. Ini terbukti dengan beberapa daerah di Sulsel belum ada yang melakukan pencairan sertifikasi guru.
"Insyaallah kita akan cairkan hari ini. Jika cair hari ini, kita menjadi yang pertama di Sulawesi Selatan," ungkapnya, Rabu (20/12/2023).
Chaidir meminta, dana ini tidak digunakan untuk foya-foya. Meski dicairkan akhir tahun, tetapi pihaknya berharap dapat digunakan untuk peningkatan kualitas diri.
"Silahkan digunakan untuk menunjang peningkatan SDM, anak sekolah, jangan sampai hanya digunakan untuk hura-hura di akhir tahun," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros, Andi Patiroi menjelaskan, anggaran yang disalurkan senilai Rp22.191.978.500.
"Kurang lebih Rp22 miliar, ini dicairkan untuk guru atau pendidik pada tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan pengawas," sebutnya.
Dengan rincian Triwulan IV, Rp1.083.228.900 untuk 94 TPG TK , untuk 1.170 TPG SD sebesar Rp13.451.107.200.
"Selanjutnya untuk 536 TPG SMP senilai Rp6.910.568.000, serta Rp636.620.700 untuk 44 TPG Pengawas," paparnya.
Patiroi berharap, tunjangan sertifikasi ini dapat digunakan oleh para guru dan pengawas dengan positif.
"Bisa disisihkan untuk pengembangan diri. Ini juga sudah berlangsung di triwulan III, beberapa guru penerima sertifikasi menyalurkan infaq ke Baznas Rp25 ribu tiap bulannya. Bukan keharusan melainkan disarankan," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Pemerintah Kabupaten Maros juga telah menuntaskan kewajibannya dengan menuntaskan pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai Aparatur Sipil Negara (TPP ASN) hingga Desember untuk tahun 2023.
Bupati Maros AS Chaidir Syam menegaskan, pemkab selalu memastikan segala bentuk tunjangan guru bisa tersalurkan lebih awal. Ini terbukti dengan beberapa daerah di Sulsel belum ada yang melakukan pencairan sertifikasi guru.
"Insyaallah kita akan cairkan hari ini. Jika cair hari ini, kita menjadi yang pertama di Sulawesi Selatan," ungkapnya, Rabu (20/12/2023).
Chaidir meminta, dana ini tidak digunakan untuk foya-foya. Meski dicairkan akhir tahun, tetapi pihaknya berharap dapat digunakan untuk peningkatan kualitas diri.
"Silahkan digunakan untuk menunjang peningkatan SDM, anak sekolah, jangan sampai hanya digunakan untuk hura-hura di akhir tahun," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros, Andi Patiroi menjelaskan, anggaran yang disalurkan senilai Rp22.191.978.500.
"Kurang lebih Rp22 miliar, ini dicairkan untuk guru atau pendidik pada tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan pengawas," sebutnya.
Dengan rincian Triwulan IV, Rp1.083.228.900 untuk 94 TPG TK , untuk 1.170 TPG SD sebesar Rp13.451.107.200.
"Selanjutnya untuk 536 TPG SMP senilai Rp6.910.568.000, serta Rp636.620.700 untuk 44 TPG Pengawas," paparnya.
Patiroi berharap, tunjangan sertifikasi ini dapat digunakan oleh para guru dan pengawas dengan positif.
"Bisa disisihkan untuk pengembangan diri. Ini juga sudah berlangsung di triwulan III, beberapa guru penerima sertifikasi menyalurkan infaq ke Baznas Rp25 ribu tiap bulannya. Bukan keharusan melainkan disarankan," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Pemerintah Kabupaten Maros juga telah menuntaskan kewajibannya dengan menuntaskan pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai Aparatur Sipil Negara (TPP ASN) hingga Desember untuk tahun 2023.
(MAN)
Berita Terkait
News
Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah
Kabupaten Maros meraih penghargaan juara I dalam pengelolaan keuangan daerah untuk kategori kabupaten dengan kemampuan keuangan rendah di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Selasa, 11 Agu 2026 14:36
Sulsel
Pemkab Maros Hemat Tagihan Listrik Rp40 Juta per Bulan dari Kebijakan WFH
Penerapan kebijakan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maros mampu menekan penggunaan listrik. Penghematan tagihan listrik disebut mencapai sekitar Rp40 juta per bulan.
Selasa, 11 Agu 2026 13:17
Sulsel
Ribuan Warga Terdampak Kemarau, Pemkab Maros Bagikan 16 Tangki Air Bersih per Hari
Pemerintah Kabupaten Maros mulai menyalurkan bantuan air bersih bagi 6.738 warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang dan fenomena El Nino.
Selasa, 11 Agu 2026 12:45
Sulsel
Kepala Bapenda Maros Ferdiansyah Raih Tiga Penghargaan
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, M. Ferdiansyah, meraih tiga penghargaan atas pengabdian dan kontribusinya dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Maros.
Selasa, 11 Agu 2026 09:20
News
Dilanda Kekeringan, Empat Kecamatan di Maros Masuk Zona Merah
Sebanyak empat kecamatan di Kabupaten Maros ditetapkan sebagai zona merah kekeringan akibat krisis air bersih yang semakin parah pada musim kemarau tahun ini.
Kamis, 06 Agu 2026 14:11
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
Roadshow Hari Kedua, IAS Keliling Tiga Daerah: Konsolidasi Golkar hingga Melayat Mantan Bupati
3
Fadli Padi Kunjungi Urban Farming yang Dikelola Disabilitas
4
Mediasi Alot, Jemaah Desak Biro Perjalanan JF Kembalikan Sisa Dana Rp80 Juta
5
Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
Roadshow Hari Kedua, IAS Keliling Tiga Daerah: Konsolidasi Golkar hingga Melayat Mantan Bupati
3
Fadli Padi Kunjungi Urban Farming yang Dikelola Disabilitas
4
Mediasi Alot, Jemaah Desak Biro Perjalanan JF Kembalikan Sisa Dana Rp80 Juta
5
Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah