Lampaui Target, Golkar Luwu Utara Klaim Kunci 11 Kursi
Jum'at, 16 Feb 2024 16:34
Sekretaris Golkar Luwu Utara, Amrillah. Foto: IST
LUWU UTARA - DPD II Golkar Luwu Utara lampaui targetnya di Pemilu 2024. Saat ini, partai berlambang pohon beringin itu mengunci 11 kursi dari target 10 kursi untuk DPRD Luwu Utara.
Capaian itu diyakini Golkar Luwu Utara berkaca pada hasil perhitungan suara Badan Saksi Nasional (BSN) Partai Golkar Luwu Utara berdasarkan C1 Plano dari semua TPS yang ada di Luwu Utara.
Sekretaris DPD II Golkar Luwu Utara, Amrillah To Dewi (ATD) menjelaskan dari enam dapil yang ada, pihaknya sudah meyakini jika Golkar saat ini sudah mendudukkan 11 kadernya di DPR.
"Dari dapil Luwu Utara I (Mappedeceng, Masamba dan Rampi ) dari tujuh kursi yang diperebutkan, Alhamdulillah kita tembus tiga kursi dari target awal kita dua kursi," kata Amrillah pada Jumat (16/02/2024).
Dia menambahkan, untuk Dapil Luwu Utara II meliputi Kecamatan Sukamaju dan Sukamaju Selatan Golkar satu kursi, Dapil III Kecamatan Bone - Bone dan Tanalili dua kursi, Dapil IV Kecamatan Malangke dan Malangke Barat dua kursi, Dapil V Kecamatan Sabbang, Sabbang Selatan, Limbong dan Seko dua Kursi dan Dapil VI Kecamatan Baebunta, Baebunta selatan Golkar mendapatkan saat ini sudah mengkunci satu kursi.
"Khusus untuk Dapil VI Baebunta dan Baebunta Selatan kita masih punya peluang untuk dua kursi, jika itu tercapai artinya Golkar Luwu Utara di Pemilu kali ini dapat 12 kursi. Tapi untuk sekarang ini kita sudah kunci sebelas kursi dari target kita 10 kursi di Luwu Utara," tegas Amrillah.
Meski begitu Amrillah meminta kepada seluruh kader, calon legislatif dan simpatisan Golkar Luwu Utara untuk terus mengawal proses perhitungan suara yang sudah memasuki ke tahap rekapitulasi di tingkat kecamatan sampai pleno terakhir oleh KPU.
"Proses belum selesai, harus kita kawal terus sampai rekap akhir di KPU. Meskipun kita sudah meyakini hasil itu tidak berubah, tapi tetap harus kita kawal sampai seluruh tahapan pemilu ini selesai," tutup Amrillah.
Sekedar diketahui, pada Pileg 2019 yang lalu Golkar Luwu Utara berhasil menjadi pemenang dengan raihan 8 kursi.
Capaian itu diyakini Golkar Luwu Utara berkaca pada hasil perhitungan suara Badan Saksi Nasional (BSN) Partai Golkar Luwu Utara berdasarkan C1 Plano dari semua TPS yang ada di Luwu Utara.
Sekretaris DPD II Golkar Luwu Utara, Amrillah To Dewi (ATD) menjelaskan dari enam dapil yang ada, pihaknya sudah meyakini jika Golkar saat ini sudah mendudukkan 11 kadernya di DPR.
"Dari dapil Luwu Utara I (Mappedeceng, Masamba dan Rampi ) dari tujuh kursi yang diperebutkan, Alhamdulillah kita tembus tiga kursi dari target awal kita dua kursi," kata Amrillah pada Jumat (16/02/2024).
Dia menambahkan, untuk Dapil Luwu Utara II meliputi Kecamatan Sukamaju dan Sukamaju Selatan Golkar satu kursi, Dapil III Kecamatan Bone - Bone dan Tanalili dua kursi, Dapil IV Kecamatan Malangke dan Malangke Barat dua kursi, Dapil V Kecamatan Sabbang, Sabbang Selatan, Limbong dan Seko dua Kursi dan Dapil VI Kecamatan Baebunta, Baebunta selatan Golkar mendapatkan saat ini sudah mengkunci satu kursi.
"Khusus untuk Dapil VI Baebunta dan Baebunta Selatan kita masih punya peluang untuk dua kursi, jika itu tercapai artinya Golkar Luwu Utara di Pemilu kali ini dapat 12 kursi. Tapi untuk sekarang ini kita sudah kunci sebelas kursi dari target kita 10 kursi di Luwu Utara," tegas Amrillah.
Meski begitu Amrillah meminta kepada seluruh kader, calon legislatif dan simpatisan Golkar Luwu Utara untuk terus mengawal proses perhitungan suara yang sudah memasuki ke tahap rekapitulasi di tingkat kecamatan sampai pleno terakhir oleh KPU.
"Proses belum selesai, harus kita kawal terus sampai rekap akhir di KPU. Meskipun kita sudah meyakini hasil itu tidak berubah, tapi tetap harus kita kawal sampai seluruh tahapan pemilu ini selesai," tutup Amrillah.
Sekedar diketahui, pada Pileg 2019 yang lalu Golkar Luwu Utara berhasil menjadi pemenang dengan raihan 8 kursi.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Perkuat Regenerasi, Puluhan Aktivis hingga Konten Kreator Ramai-Ramai Login Golkar
Puluhan anak muda ramai-ramai bergabung alias login ke Partai Golkar. Mereka berasal dari latar belakang berbeda yakni mahasiswa, aktivis hingga konten kreator.
Senin, 02 Feb 2026 10:10
Sulsel
Wabup Golkar Gabung PSI di Sulsel, Langsung Diberi Jabatan Ketua Oleh Kaesang
Dua Wakil Kepala Daerah di Sulsel resmi bergabung dengan PSI. Ketum DPP Kaesang Pangarep melantik langsung pengurus DPW dan DPD di Hotel Claro Makassar pada Rabu (28/01/2026).
Rabu, 28 Jan 2026 18:05
Sulsel
Taufan Pawe Optimis IKN Jadi Ibu Kota Politik pada 2028
Anggota Komisi II DPR RI, Taufan Pawe, memproyeksikan Ibu Kota Nusantara (IKN) siap beroperasi penuh sebagai pusat pemerintahan atau Ibu Kota Politik pada tahun 2028.
Rabu, 14 Jan 2026 17:34
Sulsel
Jelang Musda Golkar DPD I, Kosgoro 57 Sulsel Percepat Cari Ketua Definitif
?Steering Committee (SC) Musda Kosgoro 57 Sulsel, Armin Mustamin Toputiri, memastikan agenda strategis ini akan mendapat atensi penuh dari pusat.
Kamis, 08 Jan 2026 16:51
Sulsel
Jelang Musda Sulsel, Andi Ina Akui Appi Berhasil Pimpin Golkar Makassar
Bupati Barru yang juga kader Golkar, Andi Ina Kartika Sari mengakui keberhasilan Munafri Arifuddin memimpin DPD II Makassar. Ia memberi apresiasi atas pencapaian Beringin dibawah komando Appi.
Rabu, 24 Des 2025 13:46
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Perindo Siap Bertarung Lawan Gajah-gajah, Sulsel Bukan Kandang Partai Manapun
2
Jadi Plt Rektor UNM, Prof Farida Fokus Layanan Mahasiswa dan Riset
3
Hadapi Audit BPK, OPD Bantaeng Diminta Proaktif Lengkapi Dokumen
4
Investasi Sulsel 2025 Tembus Rp19,54 Triliun, Tumbuh 39,25 Persen
5
KAJ Sulsel Kecam Teror terhadap Jurnalis Metro TV di Bulukumba
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Perindo Siap Bertarung Lawan Gajah-gajah, Sulsel Bukan Kandang Partai Manapun
2
Jadi Plt Rektor UNM, Prof Farida Fokus Layanan Mahasiswa dan Riset
3
Hadapi Audit BPK, OPD Bantaeng Diminta Proaktif Lengkapi Dokumen
4
Investasi Sulsel 2025 Tembus Rp19,54 Triliun, Tumbuh 39,25 Persen
5
KAJ Sulsel Kecam Teror terhadap Jurnalis Metro TV di Bulukumba