Pompa Listrik dan Lampu Pengendali Hama Tingkatkan Produktivitas Petani Bawang
Maman Sukirman
Selasa, 16 Jun 2026 14:40
Enrekang - Program Electrifying Agriculture (EA) yang dijalankan PT PLN (Persero) membawa perubahan signifikan bagi petani bawang merah di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Petani yang sebelumnya mengandalkan mesin diesel berbahan bakar solar untuk mengairi lahan kini mulai beralih menggunakan pompa listrik. Salah satu penerima manfaat program, Muhajir, mengaku sebelum menggunakan listrik PLN, aktivitas penyiraman kebunnya sangat bergantung pada ketersediaan BBM. “Dulu kami harus mencari BBM setiap hari agar pompa bisa beroperasi. Kalau bahan bakarnya tidak ada, penyiraman pun terhambat,” ujarnya. Setelah menggunakan listrik PLN dengan daya terpasang 92.400 VA, biaya penyiraman tujuh kebun bawangnya turun dari sekitar Rp35 juta menjadi Rp14 juta per musim tanam atau lebih hemat hingga 60 persen.
Peran listrik di kebun bawang Enrekang kini tidak hanya sebatas mengalirkan air ke lahan pertanian. Petani juga memanfaatkannya untuk menyalakan lampu berwarna-warni pengendali hama yang dipasang di area perkebunan bawang merah. Keberadaan lampu tersebut membantu menekan serangan hama, menjaga kualitas tanaman, sekaligus meningkatkan produktivitas hasil panen. Muhajir mengaku kehadiran listrik membuat aktivitas pertanian menjadi lebih mudah dan efisien. “Saya sangat mengapresiasi kemudahan dan penghematan yang diberikan listrik PLN. Sekarang tidak perlu lagi mengangkut solar ke kebun atau khawatir saat BBM langka. Pembelian token listrik bisa dilakukan melalui telepon genggam. Ke depan saya berencana mengonversi sepuluh pompa lainnya menjadi listrik,” katanya. Penyuluh Pertanian Lapangan Kelurahan Tanete, Kabupaten Enrekang, Irawaty Zainuddin, mengatakan penggunaan pompa listrik dan lampu pengendali hama telah membantu petani mengadopsi teknologi pertanian yang lebih modern dan efisien. “Penggunaan pompa listrik dan lampu pengendali hama membuat proses budidaya bawang menjadi lebih efisien dan biaya produksi lebih rendah,” jelasnya.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan program Electrifying Agriculture dirancang untuk mempercepat transformasi sektor pertanian berbasis energi listrik sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pemanfaatan listrik untuk sistem irigasi dan teknologi pendukung pertanian mampu meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha tani masyarakat. “Electrifying Agriculture hadir untuk membantu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat di bidang pertanian, perkebunan hingga perikanan. Ini merupakan bentuk dukungan PLN terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya. Hingga Mei 2026, jumlah pelanggan Electrifying Agriculture di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat tercatat mencapai 4.280 pelanggan dengan total daya terpasang 206.312 kVA, menunjukkan semakin tingginya pemanfaatan energi listrik untuk mendukung kegiatan produktif di sektor agrikultur.
Peran listrik di kebun bawang Enrekang kini tidak hanya sebatas mengalirkan air ke lahan pertanian. Petani juga memanfaatkannya untuk menyalakan lampu berwarna-warni pengendali hama yang dipasang di area perkebunan bawang merah. Keberadaan lampu tersebut membantu menekan serangan hama, menjaga kualitas tanaman, sekaligus meningkatkan produktivitas hasil panen. Muhajir mengaku kehadiran listrik membuat aktivitas pertanian menjadi lebih mudah dan efisien. “Saya sangat mengapresiasi kemudahan dan penghematan yang diberikan listrik PLN. Sekarang tidak perlu lagi mengangkut solar ke kebun atau khawatir saat BBM langka. Pembelian token listrik bisa dilakukan melalui telepon genggam. Ke depan saya berencana mengonversi sepuluh pompa lainnya menjadi listrik,” katanya. Penyuluh Pertanian Lapangan Kelurahan Tanete, Kabupaten Enrekang, Irawaty Zainuddin, mengatakan penggunaan pompa listrik dan lampu pengendali hama telah membantu petani mengadopsi teknologi pertanian yang lebih modern dan efisien. “Penggunaan pompa listrik dan lampu pengendali hama membuat proses budidaya bawang menjadi lebih efisien dan biaya produksi lebih rendah,” jelasnya.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan program Electrifying Agriculture dirancang untuk mempercepat transformasi sektor pertanian berbasis energi listrik sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pemanfaatan listrik untuk sistem irigasi dan teknologi pendukung pertanian mampu meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha tani masyarakat. “Electrifying Agriculture hadir untuk membantu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat di bidang pertanian, perkebunan hingga perikanan. Ini merupakan bentuk dukungan PLN terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya. Hingga Mei 2026, jumlah pelanggan Electrifying Agriculture di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat tercatat mencapai 4.280 pelanggan dengan total daya terpasang 206.312 kVA, menunjukkan semakin tingginya pemanfaatan energi listrik untuk mendukung kegiatan produktif di sektor agrikultur.
(MAS)
Foto Terkait
Fotografer Sindo Makassar Kembali Raih Juara I PLN Journalist Awards
Fotografer Sindo Makassar, Maman Sukirman, menerima penghargaan Juara I Lomba Foto dalam ajang PLN Journalist Awards 2025 yang digelar di Kantor Pusat PT PLN (Persero), Jakarta.
Jum'at, 27 Feb 2026 10:24
Perahu Listrik PLN Hadirkan Angin Baru di Sungai Rammang Rammang
Di antara tebing tebing karst Rammang Rammang yang menjulang dan aliran sungai yang tenang, sebuah perahu berwarna biru hijau meluncur nyaris tanpa suara.
Kamis, 04 Des 2025 20:02
PLN–Rappo Indonesia Dorong Masyarakat Kelola Sampah Plastik Menjadi Produk Bernilai
Aktivitas kecil namun bermakna ini menunjukkan bagaimana kolaborasi PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) dengan Rappo Indonesia mulai menghadirkan dampak nyata.
Selasa, 25 Nov 2025 19:24
PLN Peduli Hadirkan Terang bagi UMKM Moms Keren di Pesisir Maros
Dari tempat sederhana inilah sekelompok ibu rumah tangga mengubah keterbatasan menjadi peluang dan mimpi menjadi kenyataan.
Rabu, 22 Okt 2025 20:52
Menembus Medan Berat, PLN Bawa SuperSUN ke Pelosok Seko
Di tengah semarak perayaan Kemerdekaan RI, tim PT PLN (Persero) menempuh perjalanan ekstrem menuju Kecamatan Seko, Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Jum'at, 15 Agu 2025 13:50
Foto Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
1 Muharram: Jangan Ganti Kalender Kalau Mentalitas Masih Sama
2
Hanura Sulsel Kukuhkan 4 Ketua DPC Kabupaten/kota Termasuk Selayar
3
Viral Kembali Berjualan, Bangunan Pedagang di Jalan Sunu Dibongkar Lagi
4
Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Parepare
5
PLN UIP Sulawesi Amankan Lahan GITET Andowia, Perkuat Kelistrikan Sultra
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
1 Muharram: Jangan Ganti Kalender Kalau Mentalitas Masih Sama
2
Hanura Sulsel Kukuhkan 4 Ketua DPC Kabupaten/kota Termasuk Selayar
3
Viral Kembali Berjualan, Bangunan Pedagang di Jalan Sunu Dibongkar Lagi
4
Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Parepare
5
PLN UIP Sulawesi Amankan Lahan GITET Andowia, Perkuat Kelistrikan Sultra