Pompa Listrik dan Lampu Pengendali Hama Tingkatkan Produktivitas Petani Bawang

Maman Sukirman
Selasa, 16 Jun 2026 14:40
Usman (68), petani bawang merah, memeriksa meteran listrik di rumah taninya di kawasan sentra bawang merah Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Rabu (10/6/2026).
1/10
Usman (68), petani bawang merah, memeriksa meteran listrik di rumah taninya di kawasan sentra bawang merah Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Rabu (10/6/2026).
Hamparan lahan pertanian bawang merah membentang di kawasan pegunungan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
2/10
Hamparan lahan pertanian bawang merah membentang di kawasan pegunungan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
Manager PLN ULP Lakawan, Muhammad Irsan (kanan) mengecek kWh meter yang menjadi sumber pemanfaatan listrik dalam produktivitas pertanian di Kabupaten Enrekang, Rabu (10/6/2026).
3/10
Manager PLN ULP Lakawan, Muhammad Irsan (kanan) mengecek kWh meter yang menjadi sumber pemanfaatan listrik dalam produktivitas pertanian di Kabupaten Enrekang, Rabu (10/6/2026).
Petugas PLN bersama petani meninjau kebun bawang merah di Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.
4/10
Petugas PLN bersama petani meninjau kebun bawang merah di Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.
Lampu pengendali hama berbasis listrik menyala di tengah hamparan kebun bawang merah Petani membawa hasil panen bawang merah menggunakan sepeda motor di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Kabupaten Enrekang.
5/10
Lampu pengendali hama berbasis listrik menyala di tengah hamparan kebun bawang merah Petani membawa hasil panen bawang merah menggunakan sepeda motor di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Kabupaten Enrekang.
Sejumlah hama serangga terperangkap dalam wadah di bawah lampu pengendali hama berbasis listrik di perkebunan bawang merah, Kabupaten Enrekang.
6/10
Sejumlah hama serangga terperangkap dalam wadah di bawah lampu pengendali hama berbasis listrik di perkebunan bawang merah, Kabupaten Enrekang.
Petani membawa hasil panen bawang merah menggunakan sepeda motor di Petani membawa hasil panen bawang merah menggunakan sepeda motor di Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.
7/10
Petani membawa hasil panen bawang merah menggunakan sepeda motor di Petani membawa hasil panen bawang merah menggunakan sepeda motor di Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.
Muhajir, petani bawang merah di Kabupaten Enrekang, memeriksa hasil panen yang sedang dikeringkan sebelum dipasarkan.
8/10
Muhajir, petani bawang merah di Kabupaten Enrekang, memeriksa hasil panen yang sedang dikeringkan sebelum dipasarkan.
Petani bawang merah Usman (68) beristirahat di dekat tumpukan hasil panen yang telah dikemas di Kabupaten Enrekang.
9/10
Petani bawang merah Usman (68) beristirahat di dekat tumpukan hasil panen yang telah dikemas di Kabupaten Enrekang.
Petugas PLN berbincang dengan petani bawang merah saat proses sortasi hasil panen di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Rabu (10/6/2026).
10/10
Petugas PLN berbincang dengan petani bawang merah saat proses sortasi hasil panen di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Rabu (10/6/2026).
Usman (68), petani bawang merah, memeriksa meteran listrik di rumah taninya di kawasan sentra bawang merah Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Rabu (10/6/2026).
Hamparan lahan pertanian bawang merah membentang di kawasan pegunungan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
Manager PLN ULP Lakawan, Muhammad Irsan (kanan) mengecek kWh meter yang menjadi sumber pemanfaatan listrik dalam produktivitas pertanian di Kabupaten Enrekang, Rabu (10/6/2026).
Petugas PLN bersama petani meninjau kebun bawang merah di Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.
Lampu pengendali hama berbasis listrik menyala di tengah hamparan kebun bawang merah Petani membawa hasil panen bawang merah menggunakan sepeda motor di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Kabupaten Enrekang.
Sejumlah hama serangga terperangkap dalam wadah di bawah lampu pengendali hama berbasis listrik di perkebunan bawang merah, Kabupaten Enrekang.
Petani membawa hasil panen bawang merah menggunakan sepeda motor di Petani membawa hasil panen bawang merah menggunakan sepeda motor di Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.
Muhajir, petani bawang merah di Kabupaten Enrekang, memeriksa hasil panen yang sedang dikeringkan sebelum dipasarkan.
Petani bawang merah Usman (68) beristirahat di dekat tumpukan hasil panen yang telah dikemas di Kabupaten Enrekang.
Petugas PLN berbincang dengan petani bawang merah saat proses sortasi hasil panen di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Rabu (10/6/2026).
Comments
Enrekang - Program Electrifying Agriculture (EA) yang dijalankan PT PLN (Persero) membawa perubahan signifikan bagi petani bawang merah di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Petani yang sebelumnya mengandalkan mesin diesel berbahan bakar solar untuk mengairi lahan kini mulai beralih menggunakan pompa listrik. Salah satu penerima manfaat program, Muhajir, mengaku sebelum menggunakan listrik PLN, aktivitas penyiraman kebunnya sangat bergantung pada ketersediaan BBM. “Dulu kami harus mencari BBM setiap hari agar pompa bisa beroperasi. Kalau bahan bakarnya tidak ada, penyiraman pun terhambat,” ujarnya. Setelah menggunakan listrik PLN dengan daya terpasang 92.400 VA, biaya penyiraman tujuh kebun bawangnya turun dari sekitar Rp35 juta menjadi Rp14 juta per musim tanam atau lebih hemat hingga 60 persen.

Peran listrik di kebun bawang Enrekang kini tidak hanya sebatas mengalirkan air ke lahan pertanian. Petani juga memanfaatkannya untuk menyalakan lampu berwarna-warni pengendali hama yang dipasang di area perkebunan bawang merah. Keberadaan lampu tersebut membantu menekan serangan hama, menjaga kualitas tanaman, sekaligus meningkatkan produktivitas hasil panen. Muhajir mengaku kehadiran listrik membuat aktivitas pertanian menjadi lebih mudah dan efisien. “Saya sangat mengapresiasi kemudahan dan penghematan yang diberikan listrik PLN. Sekarang tidak perlu lagi mengangkut solar ke kebun atau khawatir saat BBM langka. Pembelian token listrik bisa dilakukan melalui telepon genggam. Ke depan saya berencana mengonversi sepuluh pompa lainnya menjadi listrik,” katanya. Penyuluh Pertanian Lapangan Kelurahan Tanete, Kabupaten Enrekang, Irawaty Zainuddin, mengatakan penggunaan pompa listrik dan lampu pengendali hama telah membantu petani mengadopsi teknologi pertanian yang lebih modern dan efisien. “Penggunaan pompa listrik dan lampu pengendali hama membuat proses budidaya bawang menjadi lebih efisien dan biaya produksi lebih rendah,” jelasnya.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan program Electrifying Agriculture dirancang untuk mempercepat transformasi sektor pertanian berbasis energi listrik sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pemanfaatan listrik untuk sistem irigasi dan teknologi pendukung pertanian mampu meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha tani masyarakat. “Electrifying Agriculture hadir untuk membantu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat di bidang pertanian, perkebunan hingga perikanan. Ini merupakan bentuk dukungan PLN terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya. Hingga Mei 2026, jumlah pelanggan Electrifying Agriculture di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat tercatat mencapai 4.280 pelanggan dengan total daya terpasang 206.312 kVA, menunjukkan semakin tingginya pemanfaatan energi listrik untuk mendukung kegiatan produktif di sektor agrikultur.
(MAS)
Foto Terkait
Foto Terbaru