Pesantren Mandiri dan Ekosistem Halal Tumbuh Lewat BEKS 2025
Jum'at, 07 Nov 2025 19:37
Pimpinan BI Sulsel bersama stakeholder berfoto bersama pada penutupan kegiatan Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) 2025 di Baruga Phinisi KPwBI Sulsel. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (KPwBI Sulsel) resmi menutup rangkaian kegiatan Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) 2025 pada 7 November 2025 di Baruga Phinisi KPwBI Sulsel.
Penutupan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman, Wakil Bupati Maros, Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, serta perwakilan dari pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, akademisi, ulama, pengurus pesantren, dan pelaku usaha syariah.
BEKS 2025 yang digelar sepanjang Oktober lalu menjadi bukti nyata komitmen BI Sulsel bersama berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah yang kolaboratif, inovatif, dan inklusif.
Selama sebulan, terdapat 18 rangkaian kegiatan yang diikuti lebih dari 5.000 peserta, dengan fokus pada:
• Peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah,
• Penguatan ekosistem halal untuk mendukung UMKM,
• Kemandirian ekonomi pesantren, dan
• Peningkatan keuangan sosial syariah.
Capaian Nyata BEKS 2025
Berbagai pendampingan dan sertifikasi berhasil dilakukan, antara lain:
• 76 sertifikat profesi Juru Sembelih Halal (Juleha),
• 13 sertifikat Penyelia Halal untuk pengelola SPPG dan Juleha,
• Sertifikasi halal bagi dua Rumah Potong Unggas di Sidrap,
• Zona Kantin Halal (Zona KHAS) di tiga lokasi baru: BI Sulsel, SMAN 17 Makassar, dan Koperasi Kantor Gubernur Sulsel.
Dengan tambahan capaian ini, Sulawesi Selatan kini memiliki 178 juru sembelih halal bersertifikat, 9 RPH/RPU halal, dan 8 Zona KHAS di berbagai daerah.
Pesantren Mandiri dan Kolaboratif
Kemandirian ekonomi pesantren juga terus diperkuat melalui pelatihan, pendampingan bisnis, dan kerja sama antar lembaga. Di antaranya:
• Kerja sama pasokan bahan baku antara Koperasi Kolaborasi Bisnis Pesantren dan Koperasi Merah Putih Kharisma,
• Kemitraan Ponpes Darul Aman Gombara dengan SPPG Pai,
• Kolaborasi Koperasi Kolaborasi Bisnis Pesantren dengan R8 Mart untuk bisnis ritel.
Dalam meningkatkan literasi ekonomi syariah, BI Sulsel bersinergi dengan OJK, LPS, Kementerian Agama, perguruan tinggi, LAZ, dan lembaga halal. Kolaborasi ini terlihat dari kehadiran Menteri Agama RI pada peresmian Kota Wakaf Maros, serta Gubernur Sulsel dan Syekh Muhammad Jaber dalam rangkaian kegiatan BEKS 2025.
Selain itu, 19 nazhir wakaf telah mengikuti uji kompetensi dan memperoleh gelar Certified Waqf Competence, menandai kesiapan mereka mengelola dana umat secara profesional dan sesuai syariah.
Dalam penutupan BEKS 2025, Syekh Muhammad Jaber memberikan tausiyah bertajuk “Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Membangun Ekonomi Syariah yang Berkah”, yang menginspirasi peserta untuk terus menumbuhkan semangat membangun ekonomi umat.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Wahyu Purnama, menyampaikan kekuatan ekonomi syariah Indonesia kini menempati posisi ketiga dunia setelah Malaysia dan Arab Saudi. "Potensinya luar biasa besar, bukan hanya di negara Islam, tapi (produk syariah) juga diminati oleh negara Eropa dan Amerika," kata dia.
Ia juga menegaskan bahwa kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan pada Oktober tahun depan. Selanjutnya, bisa dikembangkan bukan hanya sektor kuliner, tapi juga kosmetik dan obat-obatan.
“BEKS menjadi bukti nyata gerakan bersama membangun gaya hidup halal," ujar dia.
Sementara itu, Yono Haryono, Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, menegaskan bahwa BEKS bukan sekadar agenda tahunan, tetapi agenda nasional untuk memperkuat pondasi ekonomi berkelanjutan berbasis nilai-nilai syariah.
“Ekonomi syariah dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. BI mendorong penguatan ekosistem halal, pembiayaan syariah, serta literasi dan inklusi agar manfaatnya dirasakan luas,” ujar Yono.
Adapun Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Membangun ekonomi syariah tidak bisa dilakukan sendiri. Harus kolaboratif dan inovatif. Potensinya besar, apalagi mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim," tutur dia.
Ia juga mengusulkan agar BI menyiapkan skema pembiayaan khusus untuk pondok pesantren. Toh, potensinya cukup menjanjikan dan pengurus pesantren adalah orang-orang yang amanah.
Penutupan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman, Wakil Bupati Maros, Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, serta perwakilan dari pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, akademisi, ulama, pengurus pesantren, dan pelaku usaha syariah.
BEKS 2025 yang digelar sepanjang Oktober lalu menjadi bukti nyata komitmen BI Sulsel bersama berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah yang kolaboratif, inovatif, dan inklusif.
Selama sebulan, terdapat 18 rangkaian kegiatan yang diikuti lebih dari 5.000 peserta, dengan fokus pada:
• Peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah,
• Penguatan ekosistem halal untuk mendukung UMKM,
• Kemandirian ekonomi pesantren, dan
• Peningkatan keuangan sosial syariah.
Capaian Nyata BEKS 2025
Berbagai pendampingan dan sertifikasi berhasil dilakukan, antara lain:
• 76 sertifikat profesi Juru Sembelih Halal (Juleha),
• 13 sertifikat Penyelia Halal untuk pengelola SPPG dan Juleha,
• Sertifikasi halal bagi dua Rumah Potong Unggas di Sidrap,
• Zona Kantin Halal (Zona KHAS) di tiga lokasi baru: BI Sulsel, SMAN 17 Makassar, dan Koperasi Kantor Gubernur Sulsel.
Dengan tambahan capaian ini, Sulawesi Selatan kini memiliki 178 juru sembelih halal bersertifikat, 9 RPH/RPU halal, dan 8 Zona KHAS di berbagai daerah.
Pesantren Mandiri dan Kolaboratif
Kemandirian ekonomi pesantren juga terus diperkuat melalui pelatihan, pendampingan bisnis, dan kerja sama antar lembaga. Di antaranya:
• Kerja sama pasokan bahan baku antara Koperasi Kolaborasi Bisnis Pesantren dan Koperasi Merah Putih Kharisma,
• Kemitraan Ponpes Darul Aman Gombara dengan SPPG Pai,
• Kolaborasi Koperasi Kolaborasi Bisnis Pesantren dengan R8 Mart untuk bisnis ritel.
Dalam meningkatkan literasi ekonomi syariah, BI Sulsel bersinergi dengan OJK, LPS, Kementerian Agama, perguruan tinggi, LAZ, dan lembaga halal. Kolaborasi ini terlihat dari kehadiran Menteri Agama RI pada peresmian Kota Wakaf Maros, serta Gubernur Sulsel dan Syekh Muhammad Jaber dalam rangkaian kegiatan BEKS 2025.
Selain itu, 19 nazhir wakaf telah mengikuti uji kompetensi dan memperoleh gelar Certified Waqf Competence, menandai kesiapan mereka mengelola dana umat secara profesional dan sesuai syariah.
Dalam penutupan BEKS 2025, Syekh Muhammad Jaber memberikan tausiyah bertajuk “Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Membangun Ekonomi Syariah yang Berkah”, yang menginspirasi peserta untuk terus menumbuhkan semangat membangun ekonomi umat.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Wahyu Purnama, menyampaikan kekuatan ekonomi syariah Indonesia kini menempati posisi ketiga dunia setelah Malaysia dan Arab Saudi. "Potensinya luar biasa besar, bukan hanya di negara Islam, tapi (produk syariah) juga diminati oleh negara Eropa dan Amerika," kata dia.
Ia juga menegaskan bahwa kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan pada Oktober tahun depan. Selanjutnya, bisa dikembangkan bukan hanya sektor kuliner, tapi juga kosmetik dan obat-obatan.
“BEKS menjadi bukti nyata gerakan bersama membangun gaya hidup halal," ujar dia.
Sementara itu, Yono Haryono, Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, menegaskan bahwa BEKS bukan sekadar agenda tahunan, tetapi agenda nasional untuk memperkuat pondasi ekonomi berkelanjutan berbasis nilai-nilai syariah.
“Ekonomi syariah dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. BI mendorong penguatan ekosistem halal, pembiayaan syariah, serta literasi dan inklusi agar manfaatnya dirasakan luas,” ujar Yono.
Adapun Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Membangun ekonomi syariah tidak bisa dilakukan sendiri. Harus kolaboratif dan inovatif. Potensinya besar, apalagi mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim," tutur dia.
Ia juga mengusulkan agar BI menyiapkan skema pembiayaan khusus untuk pondok pesantren. Toh, potensinya cukup menjanjikan dan pengurus pesantren adalah orang-orang yang amanah.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Harga Cabai Naik, TPID Sulsel Gelar Gerakan Pangan Murah di Makassar
Pelaksanaan GPM diarahkan pada prinsip 4T, yakni tepat lokasi, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat komoditas.
Rabu, 30 Sep 2026 20:21
News
LAZ Hadji Kalla Salurkan Bantuan Sound System untuk 90 Masjid dan 30 Pesantren
Sebanyak 90 masjid dan 30 pesantren di empat provinsi di Sulawesi mendapat dukungan sarana audio melalui Program Gema Sound System yang kembali digelar Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla.
Selasa, 29 Sep 2026 23:57
Ekbis
OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi dan Keuangan Syariah
OJK menjadikan ISFO 2026 sebagai salah satu upaya memperkuat literasi sekaligus mendorong generasi muda menjadi penggerak ekonomi dan keuangan syariah.
Sabtu, 26 Sep 2026 12:14
Ekbis
Sinergi dan Inovasi Bawa Sulsel Raih TPID Award dan TP2DD Championship 2026
Strategi pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi daerah mengantarkan Kabupaten Bone dan Kota Makassar meraih penghargaan dalam TPID Award 2026 dan TP2DD Championship 2026.
Sabtu, 26 Sep 2026 11:52
Ekbis
BI Sulsel Sabet Dua Penghargaan di IABC Indonesia Awards 2026
Dua program unggulan BI Sulsel, yakni Non Stop Education (NSE) CBP Rupiah dan Green PUR, berhasil meraih penghargaan dalam IABC Indonesia Awards 2026.
Sabtu, 19 Sep 2026 13:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bantaeng Dorong Pengelolaan Lingkungan untuk Raih Adipura
2
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
3
Siswa SD Maros Juara Panahan Tradisional Sulsel
4
3 DPO Kasus Penyiraman Cabai di Jeneponto Ditangkap
5
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bantaeng Dorong Pengelolaan Lingkungan untuk Raih Adipura
2
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
3
Siswa SD Maros Juara Panahan Tradisional Sulsel
4
3 DPO Kasus Penyiraman Cabai di Jeneponto Ditangkap
5
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana