Bupati Bone Cek Lokasi Pembangunan Pelabuhan Tonra, Investasi Rp1,7 Triliun

Jum'at, 23 Jan 2026 18:09
Bupati Bone Cek Lokasi Pembangunan Pelabuhan Tonra, Investasi Rp1,7 Triliun
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman meninjau lokasi pembangunan Bendungan Tonra. Foto: SINDO Makassar/Justang Muhammad
Comment
Share
BONE - Pemerintah Kabupaten Bone mematangkan rencana pembangunan Pelabuhan Umum di Kecamatan Tonra melalui peninjauan langsung lokasi proyek, Jumat (23/1/2026).

Bupati Andi Asman Sulaiman bersama Dandim 1407/Bone Letkol Inf. La Ode Muhammad Idrus, jajaran kepala OPD, camat, dan kepala desa meninjau dua titik strategis, yakni Desa Gareccing dan Desa Bone Pute.

Di Desa Gareccing, rombongan mengecek kondisi ruas jalan yang direncanakan sebagai akses utama menuju pelabuhan. Selanjutnya, peninjauan dilakukan di Desa Bone Pute yang diproyeksikan sebagai lokasi inti pelabuhan peti kemas.

Proyek strategis ini akan digarap oleh PT AAS Gemilang Mandiri dengan nilai investasi mencapai Rp1,7 triliun. Bupati menekankan penentuan akses jalan sebagai tahapan krusial untuk kelancaran pembangunan.

“Hari ini kita fokus pada penetapan jalur. Investasi yang masuk sangat besar, mencapai Rp1,7 triliun. Aksesnya sudah cukup baik, dan bila proyek ini berjalan, ribuan lapangan kerja akan tercipta,” kata Andi Asman Sulaiman.

Ia juga menegaskan pentingnya menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing. Pemerintah daerah akan mendorong pelatihan teknis bagi calon operator dan tenaga pendukung pelabuhan.

“Kita ingin masyarakat Bone menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Mereka harus dibekali keterampilan dan keahlian agar peluang ini bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Lebih jauh, bupati melihat pelabuhan peti kemas Tonra sebagai motor penggerak ekonomi kawasan timur Bone, termasuk Tonra, Salomekko, dan Mare.

“Arus distribusi barang dan jasa akan lebih efisien. Produk-produk hasil bumi bisa langsung terkirim dari sini sehingga daya saing daerah meningkat,” tuturnya.

Ia menambahkan kawasan pelabuhan berpotensi berkembang menjadi sentra industri baru yang mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini bukan hanya soal pelabuhan, tetapi juga tentang masa depan industri Bone. Kalau ini terwujud, akan menjadi tonggak sejarah pembangunan daerah,” pungkasnya.

Pemkab Bone menilai proyek ini sebagai langkah strategis untuk menghubungkan potensi ekonomi lokal dengan jaringan distribusi regional dan nasional.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru