OJK Dorong Santri Melek Keuangan Syariah Lewat Program SAKINAH
Kamis, 12 Mar 2026 12:50
OJK terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, terutama di kalangan generasi muda. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui program Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (S
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, terutama di kalangan generasi muda. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui program Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) yang menyasar para santri agar mampu mengelola keuangan secara sehat, inklusif, serta sejalan dengan prinsip-prinsip syariah.
Program ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan kewirausahaan santri sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi umat.
Kegiatan SAKINAH digelar bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, Selasa (10/3). Dalam acara tersebut, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi hadir mewakili Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK Friderica Widyasari Dewi.
Dalam sambutannya, Ismail menekankan pentingnya peran santri serta posisi strategis pondok pesantren dalam mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah guna membangun ekosistem halal.
“Santri memiliki peran penting sebagai agen perubahan di masyarakat, termasuk dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap penggunaan produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam,” kata Ismail.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Hal tersebut didukung oleh jumlah penduduk muslim yang besar serta semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup halal.
Karena itu, menurutnya, literasi keuangan syariah menjadi kunci agar masyarakat mampu memahami sekaligus memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah secara optimal.
Ismail juga berharap para santri dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh di pesantren, termasuk pemahaman tentang keuangan syariah, sebagai bekal untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi PBNU KH Fahmi Akbar Idries menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tokoh agama, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan.
Menurutnya, semangat kewirausahaan tersebut perlu ditanamkan sejak dini melalui pemanfaatan modul pembelajaran kewirausahaan dan literasi keuangan syariah bagi santri.
“Santri harus memiliki keberanian untuk berperan aktif dalam membangun ekonomi umat. Literasi keuangan yang baik akan membantu santri memahami bagaimana mengelola usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi secara bijak, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Gus Fahmi.
Dalam kegiatan SAKINAH di Pesantren Darunnajah, para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari pengenalan keuangan syariah dan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal yang disampaikan oleh OJK.
Selain itu, industri jasa keuangan syariah juga memberikan sesi edukasi, termasuk pemaparan mengenai pengembangan kewirausahaan santri. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama para peserta.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pembukaan akses keuangan syariah bagi santri secara simbolis, sekaligus peluncuran Modul Pengajaran
Kewirausahaan dan Literasi Keuangan Syariah. Modul ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam memperkuat literasi keuangan syariah di lingkungan pesantren.
Ke depan, modul tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas oleh jaringan sekolah di bawah lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama sebagai bahan pembelajaran berkelanjutan.
Acara ini diikuti secara luring oleh ratusan santri, asatidz, wali santri, serta pengurus Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta. Turut hadir pula Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Kerukunan Beragama Gus Ulun Nuha dan CEO Pesantren Development sekaligus tokoh muda NU Rozi Ahmad.
Melalui program SAKINAH, OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah melalui berbagai program edukasi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas pesantren.
Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah, tetapi juga memperkuat peran pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Program ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan kewirausahaan santri sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi umat.
Kegiatan SAKINAH digelar bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, Selasa (10/3). Dalam acara tersebut, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi hadir mewakili Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK Friderica Widyasari Dewi.
Dalam sambutannya, Ismail menekankan pentingnya peran santri serta posisi strategis pondok pesantren dalam mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah guna membangun ekosistem halal.
“Santri memiliki peran penting sebagai agen perubahan di masyarakat, termasuk dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap penggunaan produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam,” kata Ismail.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Hal tersebut didukung oleh jumlah penduduk muslim yang besar serta semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup halal.
Karena itu, menurutnya, literasi keuangan syariah menjadi kunci agar masyarakat mampu memahami sekaligus memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah secara optimal.
Ismail juga berharap para santri dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh di pesantren, termasuk pemahaman tentang keuangan syariah, sebagai bekal untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat.
Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi PBNU KH Fahmi Akbar Idries menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tokoh agama, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan.
Menurutnya, semangat kewirausahaan tersebut perlu ditanamkan sejak dini melalui pemanfaatan modul pembelajaran kewirausahaan dan literasi keuangan syariah bagi santri.
“Santri harus memiliki keberanian untuk berperan aktif dalam membangun ekonomi umat. Literasi keuangan yang baik akan membantu santri memahami bagaimana mengelola usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi secara bijak, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Gus Fahmi.
Dalam kegiatan SAKINAH di Pesantren Darunnajah, para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari pengenalan keuangan syariah dan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal yang disampaikan oleh OJK.
Selain itu, industri jasa keuangan syariah juga memberikan sesi edukasi, termasuk pemaparan mengenai pengembangan kewirausahaan santri. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama para peserta.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pembukaan akses keuangan syariah bagi santri secara simbolis, sekaligus peluncuran Modul Pengajaran
Kewirausahaan dan Literasi Keuangan Syariah. Modul ini merupakan bagian dari komitmen OJK dalam memperkuat literasi keuangan syariah di lingkungan pesantren.
Ke depan, modul tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas oleh jaringan sekolah di bawah lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama sebagai bahan pembelajaran berkelanjutan.
Acara ini diikuti secara luring oleh ratusan santri, asatidz, wali santri, serta pengurus Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta. Turut hadir pula Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Kerukunan Beragama Gus Ulun Nuha dan CEO Pesantren Development sekaligus tokoh muda NU Rozi Ahmad.
Melalui program SAKINAH, OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah melalui berbagai program edukasi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas pesantren.
Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah, tetapi juga memperkuat peran pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Dorong Sinergi Keuangan Sosial dan Komersial dalam Memperkuat Ekosistem Halal
Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan Forum Ekonomi Syariah dengan tema “Integrasi Ekosistem Halal: Sinergi Keuangan Sosial dan Komersial Syariah dalam Memperkuat Rantai Nilai Halal Nasional”
Kamis, 12 Mar 2026 08:29
Ekbis
Perkuat Akses Pembiayaan, OJK Proyeksi Kredit UMKM Tumbuh 7-9 Persen Pada 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa penyaluran kredit kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada 2026 diproyeksikan tumbuh 7–9 persen secara tahunan (yoy), seiring meningkatnya keyakinan konsumen,
Rabu, 11 Mar 2026 10:34
News
OJK dan FKIJK Sulselbar Perkuat Sinergi Industri Keuangan Lewat Buka Puasa Bersama
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (FKIJK Sulselbar) menggelar kegiatan buka puasa bersama.
Selasa, 10 Mar 2026 21:19
Ekbis
OJK Sulselbar Dorong Literasi Keuangan Syariah Santri Lewat Edukasi di Sekolah Putri Darul Istiqamah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan generasi muda melalui kegiatan Edukasi Keuangan Syariah
Selasa, 10 Mar 2026 18:13
News
Kinerja Perbankan Sulsel Stabil di Awal 2026, Kredit dan DPK Masih Tumbuh
Kinerja industri perbankan di Sulawesi Selatan pada awal 2026 masih menunjukkan tren pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selasa, 10 Mar 2026 13:00
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler