OJK Perkuat BPR/BPRS agar Lebih Tangguh dan Berdaya Saing
Selasa, 02 Jun 2026 16:51
OJK terus memperkuat industri BPR dan BPRS agar semakin tangguh dan berdaya saing. Foto/Istimewa
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) agar menjadi lembaga yang berintegritas, tangguh, dan berkontribusi lebih besar dalam memperluas akses keuangan, khususnya bagi UMKM dan masyarakat daerah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan industri BPR dan BPRS menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika ekonomi global hingga perubahan perilaku nasabah akibat pesatnya perkembangan teknologi keuangan. Kondisi ini turut meningkatkan persaingan, terutama dalam penyaluran kredit ke segmen mikro dan kecil, yang juga disertai risiko pembiayaan yang lebih tinggi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, OJK telah menetapkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan BPR/BPRS 2024–2027 sebagai tindak lanjut Undang-Undang P2SK. Roadmap ini menjadi panduan penguatan industri agar lebih resilien dan berkelanjutan, dengan fokus pada empat pilar utama: penguatan struktur dan daya saing, akselerasi digitalisasi, penguatan peran di wilayah, serta penguatan regulasi, perizinan, dan pengawasan.
“Penguatan struktur dan daya saing diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan usaha BPR dan BPRS sekaligus memperkuat fungsi intermediasi kepada UMKM,” ujar Dian.
Kinerja Tetap Tumbuh Stabil
Hingga Maret 2026, industri BPR dan BPRS mencatat kinerja positif. Total aset tumbuh 3,70 persen (yoy) menjadi Rp236,69 triliun. Penyaluran kredit atau pembiayaan naik 2,83 persen menjadi Rp176,96 triliun, sejalan dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 3,16 persen menjadi Rp165,49 triliun.
Dari sisi ketahanan, rasio permodalan (CAR) industri tercatat kuat di level 27,20 persen, jauh di atas ketentuan minimum. Kondisi ini didukung penerapan manajemen risiko, pengawasan kredit yang lebih ketat, serta pembentukan cadangan kerugian sesuai aturan.
Fokus UMKM dan Ekonomi Daerah
BPR dan BPRS tetap menjadi lembaga yang dekat dengan pelaku UMKM. Porsi pembiayaan UMKM tercatat mencapai 50,07 persen dari total kredit per Maret 2026, dengan kualitas yang terjaga.
Ke depan, OJK mendorong peningkatan penyaluran pembiayaan UMKM melalui kerja sama antar-lembaga jasa keuangan serta partisipasi dalam program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), seperti kredit melawan rentenir dan pembiayaan sektor pertanian.
Untuk memperkuat struktur industri, OJK juga mendorong konsolidasi dan pemenuhan modal inti minimum. Hingga April 2026, sebanyak 57 BPR/BPRS telah disetujui untuk konsolidasi menjadi 18 lembaga, sementara lebih dari 200 lainnya masih dalam proses perizinan.
Sebagian besar BPR dan BPRS telah memenuhi ketentuan modal minimum. Bagi yang belum, OJK mendorong aksi korporasi seperti penambahan modal atau konsolidasi.
Selain itu, OJK juga mendorong sinergi BPR/BPRS dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD), terutama yang dimiliki pemerintah daerah, guna memperkuat tata kelola dan meningkatkan pembiayaan sektor mikro.
OJK menegaskan akan terus mengawal implementasi roadmap tersebut bersama seluruh pemangku kepentingan agar BPR dan BPRS semakin kuat, kompetitif, dan berperan lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan industri BPR dan BPRS menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika ekonomi global hingga perubahan perilaku nasabah akibat pesatnya perkembangan teknologi keuangan. Kondisi ini turut meningkatkan persaingan, terutama dalam penyaluran kredit ke segmen mikro dan kecil, yang juga disertai risiko pembiayaan yang lebih tinggi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, OJK telah menetapkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan BPR/BPRS 2024–2027 sebagai tindak lanjut Undang-Undang P2SK. Roadmap ini menjadi panduan penguatan industri agar lebih resilien dan berkelanjutan, dengan fokus pada empat pilar utama: penguatan struktur dan daya saing, akselerasi digitalisasi, penguatan peran di wilayah, serta penguatan regulasi, perizinan, dan pengawasan.
“Penguatan struktur dan daya saing diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan usaha BPR dan BPRS sekaligus memperkuat fungsi intermediasi kepada UMKM,” ujar Dian.
Kinerja Tetap Tumbuh Stabil
Hingga Maret 2026, industri BPR dan BPRS mencatat kinerja positif. Total aset tumbuh 3,70 persen (yoy) menjadi Rp236,69 triliun. Penyaluran kredit atau pembiayaan naik 2,83 persen menjadi Rp176,96 triliun, sejalan dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 3,16 persen menjadi Rp165,49 triliun.
Dari sisi ketahanan, rasio permodalan (CAR) industri tercatat kuat di level 27,20 persen, jauh di atas ketentuan minimum. Kondisi ini didukung penerapan manajemen risiko, pengawasan kredit yang lebih ketat, serta pembentukan cadangan kerugian sesuai aturan.
Fokus UMKM dan Ekonomi Daerah
BPR dan BPRS tetap menjadi lembaga yang dekat dengan pelaku UMKM. Porsi pembiayaan UMKM tercatat mencapai 50,07 persen dari total kredit per Maret 2026, dengan kualitas yang terjaga.
Ke depan, OJK mendorong peningkatan penyaluran pembiayaan UMKM melalui kerja sama antar-lembaga jasa keuangan serta partisipasi dalam program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), seperti kredit melawan rentenir dan pembiayaan sektor pertanian.
Untuk memperkuat struktur industri, OJK juga mendorong konsolidasi dan pemenuhan modal inti minimum. Hingga April 2026, sebanyak 57 BPR/BPRS telah disetujui untuk konsolidasi menjadi 18 lembaga, sementara lebih dari 200 lainnya masih dalam proses perizinan.
Sebagian besar BPR dan BPRS telah memenuhi ketentuan modal minimum. Bagi yang belum, OJK mendorong aksi korporasi seperti penambahan modal atau konsolidasi.
Selain itu, OJK juga mendorong sinergi BPR/BPRS dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD), terutama yang dimiliki pemerintah daerah, guna memperkuat tata kelola dan meningkatkan pembiayaan sektor mikro.
OJK menegaskan akan terus mengawal implementasi roadmap tersebut bersama seluruh pemangku kepentingan agar BPR dan BPRS semakin kuat, kompetitif, dan berperan lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
OJK Dorong UMKM Indonesia Timur Naik Kelas Lewat Digitalisasi Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia Timur melalui digitalisasi sektor keuangan.
Selasa, 28 Jul 2026 22:29
Ekbis
Satgas PASTI Hentikan Operasi Snapboost, Diduga Jalankan Skema Investasi Ilegal
Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menghentikan operasional Snapboost yang diduga menjalankan praktik penipuan berkedok platform monetisasi media sosial.
Selasa, 28 Jul 2026 16:29
Ekbis
OJK Dorong Akselerasi Startup Digital untuk Dukung Ekonomi Nasional
OJK memperkuat pengembangan perusahaan rintisan (startup) melalui program akselerasi guna mendorong lahirnya inovasi sektor jasa keuangan yang tepercaya.
Kamis, 23 Jul 2026 20:28
Ekbis
Satgas PASTI Hentikan Kegiatan PT Econext Ventures Indonesia
Satgas PASTI menghentikan kegiatan usaha PT Econext Ventures Indonesia (EVI) yang diduga menawarkan investasi dengan skema menyerupai multi level marketing (MLM).
Kamis, 16 Jul 2026 11:18
Ekbis
OJK Gandeng Komdigi & Perbankan Perangi Scam & Judi Online
OJK, Komdigi, dan industri perbankan nasional memperkuat sinergi dalam memberantas penipuan digital (scam) dan judi online guna membangun ekosistem keuangan digital.
Rabu, 15 Jul 2026 10:23
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
159 Siswa Baru SMA Islam Athirah Bukit Baruga Ikuti Quranic Camp
2
Pengusaha Muda Jeneponto Syamsul Alam Gabung PKS, Terinspirasi Aksi Sosial Partai
3
Tabrakan Motor dengan Mobil Pick Up di Malili, Dua Pelajar SMP Tewas
4
Legislator DPRD Makassar Desak PT GMTD Tbk Segera Bangun Masjid di Green River View
5
Pertamina Percepat Distribusi Biosolar Lewat Tambahan Mobil Tangki & Operasional 24 Jam
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
159 Siswa Baru SMA Islam Athirah Bukit Baruga Ikuti Quranic Camp
2
Pengusaha Muda Jeneponto Syamsul Alam Gabung PKS, Terinspirasi Aksi Sosial Partai
3
Tabrakan Motor dengan Mobil Pick Up di Malili, Dua Pelajar SMP Tewas
4
Legislator DPRD Makassar Desak PT GMTD Tbk Segera Bangun Masjid di Green River View
5
Pertamina Percepat Distribusi Biosolar Lewat Tambahan Mobil Tangki & Operasional 24 Jam