UMKM dan Pesantren Sulsel Naik Kelas Lewat Program REWAKO 2026
Selasa, 28 Apr 2026 11:13
Program REWAKO dirancang sebagai pengembangan end-to-end yang mencakup UMKM REWAKO (umum), UMKM REWAKO Petani, UMKM REWAKO Ekspor, serta Pesantren REWAKO. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Upaya mendorong pelaku usaha dan pesantren agar semakin berdaya saing kembali diperkuat. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan kick off program UMKM dan Pesantren REWAKO (Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable) oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar pada 27 April 2026.
Program REWAKO dirancang sebagai pengembangan end-to-end yang mencakup UMKM REWAKO (umum), UMKM REWAKO Petani, UMKM REWAKO Ekspor, serta Pesantren REWAKO. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat peran UMKM dan pesantren sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan pelaksanaannya tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga meliputi tahapan seleksi, kurasi, pendampingan, mentoring intensif, hingga monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.
"Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, program UMKM REWAKO terus mengalami penyempurnaan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha yang semakin dinamis," ujar dia.
Pada tahun 2026, sejumlah langkah strategis kembali diperkuat. Di antaranya, sinergi dengan Indonesia Trading House dan House of Bean Indonesia di luar negeri guna membuka akses pasar global. Selain itu, peningkatan kerja sama dengan ritel modern juga dilakukan agar UMKM dapat masuk ke rantai pasok domestik yang lebih luas.
Program ini juga diperluas ke sektor ekonomi syariah melalui Pesantren REWAKO. Langkah ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren, memperkuat kontribusi pesantren dalam ketahanan pangan nasional, serta mempererat keterkaitan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pada tahun ini, masing-masing kategori UMKM REWAKO—umum, petani, dan ekspor—diikuti oleh 75 peserta yang berasal dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Secara keseluruhan, jumlah UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan sejak awal program telah mencapai 517 UMKM. Sementara itu, Pesantren REWAKO diikuti oleh 30 pesantren.
Bersamaan dengan peluncuran program tersebut, KPwBI Provinsi Sulawesi Selatan juga menginisiasi Onboarding UMKM Go Digital 2026 yang melibatkan 30 UMKM. Program ini difokuskan pada percepatan transformasi digital melalui peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi, baik untuk efisiensi operasional, perluasan pasar, maupun peningkatan daya saing di era ekonomi digital.
Ke depan, KPwBI Provinsi Sulawesi Selatan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong UMKM dan pesantren menjadi lebih produktif, mandiri, tangguh, dan kompetitif, sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Program REWAKO dirancang sebagai pengembangan end-to-end yang mencakup UMKM REWAKO (umum), UMKM REWAKO Petani, UMKM REWAKO Ekspor, serta Pesantren REWAKO. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat peran UMKM dan pesantren sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menyampaikan pelaksanaannya tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga meliputi tahapan seleksi, kurasi, pendampingan, mentoring intensif, hingga monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.
"Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, program UMKM REWAKO terus mengalami penyempurnaan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha yang semakin dinamis," ujar dia.
Pada tahun 2026, sejumlah langkah strategis kembali diperkuat. Di antaranya, sinergi dengan Indonesia Trading House dan House of Bean Indonesia di luar negeri guna membuka akses pasar global. Selain itu, peningkatan kerja sama dengan ritel modern juga dilakukan agar UMKM dapat masuk ke rantai pasok domestik yang lebih luas.
Program ini juga diperluas ke sektor ekonomi syariah melalui Pesantren REWAKO. Langkah ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi pesantren, memperkuat kontribusi pesantren dalam ketahanan pangan nasional, serta mempererat keterkaitan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pada tahun ini, masing-masing kategori UMKM REWAKO—umum, petani, dan ekspor—diikuti oleh 75 peserta yang berasal dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Secara keseluruhan, jumlah UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan sejak awal program telah mencapai 517 UMKM. Sementara itu, Pesantren REWAKO diikuti oleh 30 pesantren.
Bersamaan dengan peluncuran program tersebut, KPwBI Provinsi Sulawesi Selatan juga menginisiasi Onboarding UMKM Go Digital 2026 yang melibatkan 30 UMKM. Program ini difokuskan pada percepatan transformasi digital melalui peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi, baik untuk efisiensi operasional, perluasan pasar, maupun peningkatan daya saing di era ekonomi digital.
Ke depan, KPwBI Provinsi Sulawesi Selatan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong UMKM dan pesantren menjadi lebih produktif, mandiri, tangguh, dan kompetitif, sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
Sulbar
PLN UID Sulselrabar Perkuat Reforma Agraria Lewat Pendampingan UMKM di Majene
PLN UID Sulselrabar memperkuat dukungannya terhadap Program Penanganan Akses Reforma Agraria yang dijalankan BPN Kabupaten Majene melalui pendampingan bagi pelaku UMKM.
Jum'at, 24 Jul 2026 18:03
Ekbis
BI Sulsel Dampingi OSP Farm Ekspor 10,2 Ton Kemiri ke Arab Saudi
Keberhasilan OSP Farm menembus pasar global merupakan hasil dari pendampingan berkelanjutan melalui program UMKM REWAKO Ekspor yang dijalankan BI Sulsel.
Kamis, 23 Jul 2026 19:08
Ekbis
FEB UNM dan Pegadaian Perkuat Kapasitas UMKM di Bulukumba Lewat Program PKM
Program Studi Manajemen FEB UNM kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Rabu, 22 Jul 2026 20:11
Ekbis
PLN Hadirkan Penguatan UMKM Kendari, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Lokal
PLN UID Sulselrabar terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Senin, 20 Jul 2026 15:58
News
Kolaborasi Asmo Sulsel & UMKM Binaan Edukasi Siswa Kelola Sampah
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya di bidang lingkungan.
Senin, 20 Jul 2026 14:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tersangka Kasus Pencurian Kartu ATM yang Rugikan Korban Rp47,6 Juta Ditahan
2
Tekan Volume Sampah, Kelurahan Daya Gencarkan Kebijakan Pemilahan Sampah Rumah Tangga
3
A Muh Resa Erlangga Terpilih sebagai Ketua TDA Makassar 9.0
4
New Honda Vario Evo 160 Jadi Magnet di Latihan Pestapora Makassar
5
IKA FEBI UIN Alauddin Kukuhkan Pengurus, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tersangka Kasus Pencurian Kartu ATM yang Rugikan Korban Rp47,6 Juta Ditahan
2
Tekan Volume Sampah, Kelurahan Daya Gencarkan Kebijakan Pemilahan Sampah Rumah Tangga
3
A Muh Resa Erlangga Terpilih sebagai Ketua TDA Makassar 9.0
4
New Honda Vario Evo 160 Jadi Magnet di Latihan Pestapora Makassar
5
IKA FEBI UIN Alauddin Kukuhkan Pengurus, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah