Transaksi Kripto Tembus Rp122 Triliun, OJK Perkuat Literasi Generasi Muda
Selasa, 07 Jul 2026 09:57
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi keuangan digital di kalangan generasi muda menyusul pesatnya pertumbuhan transaksi aset kripto di Indonesia. Foto/Istimewa
PALEMBANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi keuangan digital di kalangan generasi muda menyusul pesatnya pertumbuhan transaksi aset kripto di Indonesia. Hingga Mei 2026, jumlah akun konsumen aset kripto telah mencapai 22,4 juta dengan nilai transaksi hampir Rp122 triliun hanya dalam lima bulan pertama tahun ini. Mayoritas pengguna aset kripto berasal dari kalangan generasi muda.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Adi Budiarso mengatakan perkembangan inovasi keuangan digital telah membuka peluang besar untuk memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, tingginya minat masyarakat terhadap aset digital harus diimbangi dengan peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan risiko investasi.
"Di era sekarang, tidak cukup hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga harus cerdas mengelola keuangan dan siap berkarya serta berwirausaha sehingga dapat mendukung kemajuan dan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Adi saat membuka Sultan Muda Fair 2026 di Kantor OJK Sumatera Selatan, Palembang, Senin (6/7).
Adi mengungkapkan, industri aset kripto terus menunjukkan perkembangan positif. Selain mencatat transaksi hampir Rp122 triliun sepanjang Januari-Mei 2026, sektor tersebut juga telah memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara sebesar Rp2,06 triliun sejak Mei 2022 hingga Mei 2026. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan bahwa aset digital semakin menjadi bagian dari ekosistem keuangan nasional.
Karena itu, OJK terus mendorong pengembangan inovasi keuangan digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan perlindungan konsumen. OJK, kata Adi, tidak hanya menjalankan fungsi sebagai regulator dan pengawas, tetapi juga berperan membangun kepercayaan masyarakat serta memastikan generasi muda mampu memanfaatkan inovasi keuangan secara produktif dan bertanggung jawab.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sultan Muda Fair 2026 yang mengusung tema "Cakap Digital, Cerdas Finansial, dan Siap Berkarya". Kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan literasi keuangan digital sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan anak muda melalui pemanfaatan teknologi.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto mengatakan penguatan literasi keuangan dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai pemangku kepentingan. Melalui Program 100.000 Sultan Muda dan kehadiran Sultan Muda Sumsel Center (SMSC), OJK ingin memastikan generasi muda tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan digital, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak, sehat, produktif, dan terlindungi.
"Literasi keuangan harus berjalan seiring dengan perluasan akses keuangan. Tujuannya agar generasi muda mampu memanfaatkan inovasi keuangan digital untuk mengembangkan usaha, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi," ujarnya.
Sultan Muda Fair 2026 menghadirkan sejumlah agenda, di antaranya Digital Financial Literacy & Youngpreneur Summit, lokakarya pemasaran digital, pameran produk UMKM, pemberian 1.000 akun Canva Premium bagi pengusaha muda untuk memperkuat branding dan pemasaran digital, serta soft launching Kredit Sultan Muda sebagai akses pembiayaan bagi pelaku usaha muda dan UMKM.
Hingga saat ini, sebanyak 10.264 pengusaha muda telah bergabung dalam Program Sultan Muda Sumatera Selatan sejak diluncurkan pada Mei 2025. OJK berharap program tersebut dapat memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital, mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda berbasis teknologi, sekaligus meningkatkan kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan berbagai inovasi keuangan, termasuk aset kripto, secara aman, bertanggung jawab, dan produktif.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Adi Budiarso mengatakan perkembangan inovasi keuangan digital telah membuka peluang besar untuk memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, tingginya minat masyarakat terhadap aset digital harus diimbangi dengan peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan risiko investasi.
"Di era sekarang, tidak cukup hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga harus cerdas mengelola keuangan dan siap berkarya serta berwirausaha sehingga dapat mendukung kemajuan dan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Adi saat membuka Sultan Muda Fair 2026 di Kantor OJK Sumatera Selatan, Palembang, Senin (6/7).
Adi mengungkapkan, industri aset kripto terus menunjukkan perkembangan positif. Selain mencatat transaksi hampir Rp122 triliun sepanjang Januari-Mei 2026, sektor tersebut juga telah memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara sebesar Rp2,06 triliun sejak Mei 2022 hingga Mei 2026. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan bahwa aset digital semakin menjadi bagian dari ekosistem keuangan nasional.
Karena itu, OJK terus mendorong pengembangan inovasi keuangan digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan perlindungan konsumen. OJK, kata Adi, tidak hanya menjalankan fungsi sebagai regulator dan pengawas, tetapi juga berperan membangun kepercayaan masyarakat serta memastikan generasi muda mampu memanfaatkan inovasi keuangan secara produktif dan bertanggung jawab.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sultan Muda Fair 2026 yang mengusung tema "Cakap Digital, Cerdas Finansial, dan Siap Berkarya". Kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan literasi keuangan digital sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan anak muda melalui pemanfaatan teknologi.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto mengatakan penguatan literasi keuangan dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai pemangku kepentingan. Melalui Program 100.000 Sultan Muda dan kehadiran Sultan Muda Sumsel Center (SMSC), OJK ingin memastikan generasi muda tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan digital, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak, sehat, produktif, dan terlindungi.
"Literasi keuangan harus berjalan seiring dengan perluasan akses keuangan. Tujuannya agar generasi muda mampu memanfaatkan inovasi keuangan digital untuk mengembangkan usaha, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi," ujarnya.
Sultan Muda Fair 2026 menghadirkan sejumlah agenda, di antaranya Digital Financial Literacy & Youngpreneur Summit, lokakarya pemasaran digital, pameran produk UMKM, pemberian 1.000 akun Canva Premium bagi pengusaha muda untuk memperkuat branding dan pemasaran digital, serta soft launching Kredit Sultan Muda sebagai akses pembiayaan bagi pelaku usaha muda dan UMKM.
Hingga saat ini, sebanyak 10.264 pengusaha muda telah bergabung dalam Program Sultan Muda Sumatera Selatan sejak diluncurkan pada Mei 2025. OJK berharap program tersebut dapat memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital, mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda berbasis teknologi, sekaligus meningkatkan kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan berbagai inovasi keuangan, termasuk aset kripto, secara aman, bertanggung jawab, dan produktif.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Perkuat TPAKD, OJK Dorong Pengembangan Ekonomi Sulsel Berbasis Kakao
Sebagai bentuk konkret implementasi pendekatan PED, dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan MoU Pengembangan Ekonomi Daerah Komoditas Kakao.
Senin, 24 Agu 2026 10:36
Ekbis
Pembiayaan UMKM Lewat Pindar Tembus Rp35,12 Triliun, Tumbuh 23,25 Persen
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pembiayaan Pindar ke UMKM hingga Juni 2026 mencapai Rp35,12 triliun, tumbuh 23,25 persen secara tahunan (year-on-year).
Jum'at, 21 Agu 2026 19:23
Ekbis
OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Lewat EKSiS 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah agar pertumbuhan industri tidak hanya tercermin dari skala bisnis.
Jum'at, 21 Agu 2026 09:35
Ekbis
OJK Dorong Pramuka Jadi Generasi Cakap Keuangan
Ribuan anggota Pramuka Penggalang mendapat edukasi mengenai pengelolaan keuangan, budaya menabung, dan penggunaan produk jasa keuangan secara bijak dalam rangkaian Jambore Nasional XII Tahun 2026.
Rabu, 19 Agu 2026 15:05
Ekbis
Tiga Tahun Lebih Cepat, Indeks Literasi & Inklusi Keuangan Lampaui Target 2029
Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.
Rabu, 12 Agu 2026 19:06
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Respon Bupati Barru Andi Ina soal Isu Gabung Gerindra
2
Patarai Amir Diusulkan Jadi Plt Ketua Golkar Maros
3
Lewat Gerak & Permainan di Air, Zivana Montessori Hadirkan Program Hidroterapi untuk Anak
4
Tinjau Jalan di Pelosok Wasuponda, Wabup Lutim Minta Desa Segera Lapor ke Dinas Terkait
5
IAS Pacu Konsolidasi Golkar Maros, Target Bidik Kejayaan di Pileg 2029
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Respon Bupati Barru Andi Ina soal Isu Gabung Gerindra
2
Patarai Amir Diusulkan Jadi Plt Ketua Golkar Maros
3
Lewat Gerak & Permainan di Air, Zivana Montessori Hadirkan Program Hidroterapi untuk Anak
4
Tinjau Jalan di Pelosok Wasuponda, Wabup Lutim Minta Desa Segera Lapor ke Dinas Terkait
5
IAS Pacu Konsolidasi Golkar Maros, Target Bidik Kejayaan di Pileg 2029