BI Sulsel Perkuat Pariwisata Ramah Muslim Lewat Kajian IMTI 2026
Rabu, 02 Sep 2026 14:59
BI Sulsel dan Pemprov Sulsel mendorong penguatan ekosistem Pariwisata Ramah Muslim melalui Forum Diskusi Kajian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Sulawesi Selatan masuk dalam 15 besar tahap penentuan rating dan ranking Destinasi Wisata Halal Unggulan Indonesia 2026. Untuk memperkuat posisi tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong penguatan ekosistem Pariwisata Ramah Muslim melalui Forum Diskusi Kajian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026.
Forum yang digelar di Ruang Rapat Sipakainge, Lantai 2, KPwBI Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Jenderal Sudirman No. 3, Makassar, menjadi bagian dari rangkaian kajian dan asesmen IMTI 2026, termasuk pelaksanaan site visit di Sulawesi Selatan.
Kegiatan dibuka Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, dan dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan Andi Mirna; Ekonom Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Annisa Elma Nabila; Tim Kajian IMTI Pusat dari Enhai Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung dan CrescentRating; asosiasi pariwisata; serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Sulawesi Selatan merupakan salah satu dari 14 provinsi yang mengikuti asesmen IMTI 2026. Masuknya Sulsel dalam 15 besar menjadi momentum untuk memetakan kesiapan sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat dalam pengembangan Pariwisata Ramah Muslim di daerah.
“Pelaksanaan IMTI menjadi momentum penting bagi Sulawesi Selatan untuk memperoleh pemetaan yang lebih komprehensif mengenai kesiapan dan perkembangan ekosistem Pariwisata Ramah Muslim, sekaligus mengidentifikasi ruang penguatan ke depan,” ujar Firman Hidayat.
Berdasarkan pemetaan tersebut, terdapat tiga area utama yang perlu diperkuat. Pertama, peningkatan kualitas pengalaman wisatawan muslim melalui kemudahan konektivitas, kebersihan, keamanan, akses informasi, hingga kemudahan bertransaksi.
Kedua, penguatan standar layanan agar destinasi di Sulawesi Selatan mampu memenuhi kebutuhan wisatawan muslim dengan standar global, sekaligus tetap nyaman dan menarik bagi wisatawan dari berbagai negara, budaya, dan latar belakang. Dengan pendekatan ini, Pariwisata Ramah Muslim tidak hanya ditujukan bagi wisatawan muslim, tetapi juga dapat menjadi bagian dari destinasi yang inklusif dan universal.
Ketiga, pengembangan keterkaitan antara destinasi wisata dan potensi unggulan lokal, khususnya UMKM dan kuliner. Penguatan keterhubungan tersebut diharapkan dapat memperluas dampak ekonomi pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan rantai nilai halal di Sulawesi Selatan.
Pengembangan ketiga area tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, UMKM, komunitas, asosiasi, hingga lembaga terkait. Sinergi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem Pariwisata Ramah Muslim yang semakin terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.
KPwBI Provinsi Sulawesi Selatan berharap hasil asesmen IMTI 2026 tidak berhenti pada penentuan rating dan ranking. Hasil kajian juga diharapkan menjadi referensi bersama dalam merumuskan kebijakan dan program pengembangan Pariwisata Ramah Muslim di Sulawesi Selatan.
Melalui sinergi antara pemerintah, industri pariwisata, pelaku UMKM, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya, pelaksanaan IMTI 2026 diharapkan dapat memperkuat posisi Sulawesi Selatan dalam peta destinasi ramah muslim nasional sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah melalui pengembangan pariwisata dan rantai nilai halal.
Forum yang digelar di Ruang Rapat Sipakainge, Lantai 2, KPwBI Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Jenderal Sudirman No. 3, Makassar, menjadi bagian dari rangkaian kajian dan asesmen IMTI 2026, termasuk pelaksanaan site visit di Sulawesi Selatan.
Kegiatan dibuka Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, dan dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan Andi Mirna; Ekonom Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Annisa Elma Nabila; Tim Kajian IMTI Pusat dari Enhai Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung dan CrescentRating; asosiasi pariwisata; serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Sulawesi Selatan merupakan salah satu dari 14 provinsi yang mengikuti asesmen IMTI 2026. Masuknya Sulsel dalam 15 besar menjadi momentum untuk memetakan kesiapan sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat dalam pengembangan Pariwisata Ramah Muslim di daerah.
“Pelaksanaan IMTI menjadi momentum penting bagi Sulawesi Selatan untuk memperoleh pemetaan yang lebih komprehensif mengenai kesiapan dan perkembangan ekosistem Pariwisata Ramah Muslim, sekaligus mengidentifikasi ruang penguatan ke depan,” ujar Firman Hidayat.
Berdasarkan pemetaan tersebut, terdapat tiga area utama yang perlu diperkuat. Pertama, peningkatan kualitas pengalaman wisatawan muslim melalui kemudahan konektivitas, kebersihan, keamanan, akses informasi, hingga kemudahan bertransaksi.
Kedua, penguatan standar layanan agar destinasi di Sulawesi Selatan mampu memenuhi kebutuhan wisatawan muslim dengan standar global, sekaligus tetap nyaman dan menarik bagi wisatawan dari berbagai negara, budaya, dan latar belakang. Dengan pendekatan ini, Pariwisata Ramah Muslim tidak hanya ditujukan bagi wisatawan muslim, tetapi juga dapat menjadi bagian dari destinasi yang inklusif dan universal.
Ketiga, pengembangan keterkaitan antara destinasi wisata dan potensi unggulan lokal, khususnya UMKM dan kuliner. Penguatan keterhubungan tersebut diharapkan dapat memperluas dampak ekonomi pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan rantai nilai halal di Sulawesi Selatan.
Pengembangan ketiga area tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, UMKM, komunitas, asosiasi, hingga lembaga terkait. Sinergi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem Pariwisata Ramah Muslim yang semakin terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.
KPwBI Provinsi Sulawesi Selatan berharap hasil asesmen IMTI 2026 tidak berhenti pada penentuan rating dan ranking. Hasil kajian juga diharapkan menjadi referensi bersama dalam merumuskan kebijakan dan program pengembangan Pariwisata Ramah Muslim di Sulawesi Selatan.
Melalui sinergi antara pemerintah, industri pariwisata, pelaku UMKM, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya, pelaksanaan IMTI 2026 diharapkan dapat memperkuat posisi Sulawesi Selatan dalam peta destinasi ramah muslim nasional sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah melalui pengembangan pariwisata dan rantai nilai halal.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
BI Sulsel Bawa 22 UMKM REWAKO Tembus Pasar Global lewat TEI 2026
BI Sulsel menghadirkan 22 UMKM REWAKO binaannya dengan beragam produk unggulan daerah pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Jum'at, 16 Okt 2026 20:13
Ekbis
11 UMKM Sulsel Perluas Pasar Produk Halal & Modest Fashion di ISEF 2026
Sebanyak 11 UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel) ambil bagian dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta.
Kamis, 15 Okt 2026 22:57
Ekbis
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, BI Sasar Lima Pulau Terluar di Sulsel
Dalam ekspedisi yang berlangsung hingga 19 Oktober 2026 tersebut, BI menyiapkan modal kerja sekitar Rp25 miliar untuk menjangkau lima pulau terluar di Sulsel.
Selasa, 13 Okt 2026 12:00
Ekbis
BI Sulsel Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Lewat BEKS 2026
Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan berbagai mitra strategis memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan.
Jum'at, 09 Okt 2026 18:58
Ekbis
Lewat Ewako Kapoposang, BI Perkuat Layanan Rupiah di Wilayah 3T Pangkep
BI Sulsel terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memperluas edukasi CBP Rupiah dan layanan kas secara bertahap ke berbagai wilayah 3T di provinsi ini.
Senin, 05 Okt 2026 21:26
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Musprovlub FOKSI Sulsel Tetapkan Syamsu Alam Jadi Ketua Baru, Target Ikut Pra PON 2027
2
Athirah Baruga Education Expo Tampilkan 99 Karya Siswa, 7 Guru Besar jadi Penguji
3
Geely Ricklean Makassar Punya Fasilitas 3S, Buru Penjualan 500 Unit di 2026
4
Koperasi Merah Putih Permudah Akses Pupuk Subsidi, Petani Apresiasi Presiden Prabowo
5
Hasil Uji Laboratorium: Padi di Lahan Terdampak Tumpahan MFO Vale Aman Dikonsumsi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Musprovlub FOKSI Sulsel Tetapkan Syamsu Alam Jadi Ketua Baru, Target Ikut Pra PON 2027
2
Athirah Baruga Education Expo Tampilkan 99 Karya Siswa, 7 Guru Besar jadi Penguji
3
Geely Ricklean Makassar Punya Fasilitas 3S, Buru Penjualan 500 Unit di 2026
4
Koperasi Merah Putih Permudah Akses Pupuk Subsidi, Petani Apresiasi Presiden Prabowo
5
Hasil Uji Laboratorium: Padi di Lahan Terdampak Tumpahan MFO Vale Aman Dikonsumsi