Jangan Lewatkan! Ada Promo Buy 1 Get 1 Film Perempuan Pembawa Sial
Kamis, 25 Sep 2025 21:25
Film Perempuan Pembawa Sial menghadirkan promo spesial Buy 1 Get 1 dengan kuota terbatas, yang berlaku hingga 26 September 2025. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Film terbaru produksi IDN Pictures, Perempuan Pembawa Sial, menghadirkan maestro tari legendaris Didik Nini Thowok sebagai salah satu pemeran utama. Menariknya, ada promo spesial buy 1 get 1 yang bisa diperoleh dengan kuota terbatas hingga Jumat besok, 26 September 2025.
Di bawah arahan sutradara Fajar Nugros, film ini mengangkat cerita rakyat “Bahu Laweyan” dengan balutan budaya lokal yang kental dan atmosfer mistis yang membuat penonton tidak akan merasa tenang sepanjang durasinya.
Tak sekadar berakting, Didik Nini Thowok—atau yang akrab disapa Eyang Didik—juga berbagi pengalaman pribadinya terkait dunia mistis dan tradisi yang dibawa ke dalam film. Apa saja kisah menyeramkan yang ia ungkapkan?
Mantra Kutukan yang Bikin Merinding
Dalam film ini, Eyang Didik berperan sebagai Mbah Warso, sosok yang melafalkan mantra kutukan Bahu Laweyan terhadap karakter Mirah (diperankan Raihaanun). Ternyata, mantra yang diucapkan bukan sembarangan.
“Memang saat itu saya ucapkan mantra Asmaradana yang saya pelajari dari guru saya. Pastinya beberapa kata saya ganti, supaya nggak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Eyang Didik.
Raihaanun pun sempat merasakan aura mistis selama proses syuting. Menurut sutradara Fajar Nugros, ia bahkan ketakutan saat harus melakukan adegan berdua dengan Eyang Didik. Untuk menenangkannya, kru film ikut masuk ke ruangan, menemani sambil bersembunyi dari kamera.
Topeng Wajah Dua: Simbol Manusia dari Eyang Didik
Salah satu elemen paling ikonik dari film ini adalah topeng berwajah dua khas Eyang Didik. Dikenakan secara terbalik di belakang kepala, topeng tersebut langsung memunculkan nuansa horor sejak pertama muncul.
“Kalau berbicara filosofinya, topeng itu menandakan kalau manusia memiliki dua sisi. Di belakang adalah sisi cantik atau indah, dan di depan adalah sisi buruk rupanya,” jelas Eyang Didik.
Adapun topeng yang digunakan dalam film adalah koleksi pribadi Eyang Didik.
Bahu Laweyan: Bukan Sekadar Cerita Rakyat
Kisah Perempuan Pembawa Sial rupanya sangat dekat dengan pengalaman pribadi Eyang Didik. “Pas tahu kalau film ini mau membawa cerita Bahu Laweyan, awalnya saya kaget!” kenangnya.
“Dulu salah satu teman saya ada yang terkena kutukan ini, dan saat itu kami harus membacakan berbagai mantra dan ritual untuk dapat melepaskan kutukannya,” ungkapnya.
Promo Spesial: Buy 1 Get 1
Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan Perempuan Pembawa Sial di bioskop seluruh Indonesia. Film ini sedang tayang, dan kamu bisa menikmati promo Buy 1 Get 1 Free (BOGOF) melalui aplikasi MTIX, CGV, Cinepolis, dan TIX ID hingga 26 September 2025.
Buang sialmu, dan ajak satu orang terdekat menonton bersama!
Di bawah arahan sutradara Fajar Nugros, film ini mengangkat cerita rakyat “Bahu Laweyan” dengan balutan budaya lokal yang kental dan atmosfer mistis yang membuat penonton tidak akan merasa tenang sepanjang durasinya.
Tak sekadar berakting, Didik Nini Thowok—atau yang akrab disapa Eyang Didik—juga berbagi pengalaman pribadinya terkait dunia mistis dan tradisi yang dibawa ke dalam film. Apa saja kisah menyeramkan yang ia ungkapkan?
Mantra Kutukan yang Bikin Merinding
Dalam film ini, Eyang Didik berperan sebagai Mbah Warso, sosok yang melafalkan mantra kutukan Bahu Laweyan terhadap karakter Mirah (diperankan Raihaanun). Ternyata, mantra yang diucapkan bukan sembarangan.
“Memang saat itu saya ucapkan mantra Asmaradana yang saya pelajari dari guru saya. Pastinya beberapa kata saya ganti, supaya nggak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Eyang Didik.
Raihaanun pun sempat merasakan aura mistis selama proses syuting. Menurut sutradara Fajar Nugros, ia bahkan ketakutan saat harus melakukan adegan berdua dengan Eyang Didik. Untuk menenangkannya, kru film ikut masuk ke ruangan, menemani sambil bersembunyi dari kamera.
Topeng Wajah Dua: Simbol Manusia dari Eyang Didik
Salah satu elemen paling ikonik dari film ini adalah topeng berwajah dua khas Eyang Didik. Dikenakan secara terbalik di belakang kepala, topeng tersebut langsung memunculkan nuansa horor sejak pertama muncul.
“Kalau berbicara filosofinya, topeng itu menandakan kalau manusia memiliki dua sisi. Di belakang adalah sisi cantik atau indah, dan di depan adalah sisi buruk rupanya,” jelas Eyang Didik.
Adapun topeng yang digunakan dalam film adalah koleksi pribadi Eyang Didik.
Bahu Laweyan: Bukan Sekadar Cerita Rakyat
Kisah Perempuan Pembawa Sial rupanya sangat dekat dengan pengalaman pribadi Eyang Didik. “Pas tahu kalau film ini mau membawa cerita Bahu Laweyan, awalnya saya kaget!” kenangnya.
“Dulu salah satu teman saya ada yang terkena kutukan ini, dan saat itu kami harus membacakan berbagai mantra dan ritual untuk dapat melepaskan kutukannya,” ungkapnya.
Promo Spesial: Buy 1 Get 1
Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan Perempuan Pembawa Sial di bioskop seluruh Indonesia. Film ini sedang tayang, dan kamu bisa menikmati promo Buy 1 Get 1 Free (BOGOF) melalui aplikasi MTIX, CGV, Cinepolis, dan TIX ID hingga 26 September 2025.
Buang sialmu, dan ajak satu orang terdekat menonton bersama!
(TRI)
Berita Terkait
News
Kisah Nyata Cinta hingga Maut Memisahkan, Baby Udon Siap Tayang 3 September
Aktor Denny Sumargo bersama Fanny Kondoh membagikan kisah mendalam di balik pembuatan film terbaru mereka berjudul "Baby Udon".
Minggu, 30 Agu 2026 08:49
Lifestyle
Nobar Film SOLATA Sambil Berdonasi untuk Korban Gempa NTT
Pengusaha Menulis Buku Indonesia [PEMBIS] bekerjasama dengan Darut Tauhid Peduli dalam waktu dekat akan menggelar nonton bareng film SOLATA. Tak sekedar nonton bareng, kegiatan ini juga bagian dari program donasi untuk korban bencana gempa bumi
Senin, 24 Agu 2026 19:59
Lifestyle
Setelah Yordania, Film Solata Kembali Berkiprah di Festival Film Cekoslowakia
Film SOLATA baru saja mendapat sambutan meriah saat hadir di Jordan Children and Youth’s Film Festival pada 18 Agustus lalu.
Minggu, 23 Agu 2026 13:52
News
Film SOLATA Akan Hadir di Jordan Children And Youth’s Film Festival Amman
Setelah tampil di 2 festival bertaraf internasional di Bulgaria dan beroleh penghargaan khusus di Golden FEMI Film Festival Juni 2026 lalu, film SOLATA kembali melanjutkan kiprahnya.
Rabu, 12 Agu 2026 18:19
News
Film SOLATA Raih Penghargaan di Bulgaria, Selesaikan Tur 5 Kota di 4 Negara Eropa Timur
Film independen Indonesia SOLATA (Teman Adalah Keluarga yang Kita Pilih) kembali mengukir prestasi di kancah internasional setelah meraih penghargaan pada ajang Golden FEMI Film Festival di Sofia, Bulgaria.
Rabu, 29 Jul 2026 17:03
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tuntaskan Rakortas di Makassar, Partai Gema Bangsa Kunci Strategi Pemenangan Pemilu 2029
2
Kuasa Hukum Pertanyakan Pencarian Tiga DPO Kasus Penyiraman Air Cabai di Jeneponto
3
SPAM Mamminasata Mulai Beroperasi, Jangkau 20 Ribu Rumah di Gowa-Takalar
4
FIFGROUP Edukasi 100 Siswa SMKS YAPTA Takalar soal Literasi Keuangan
5
Pertamina Pastikan Tidak Ada Pemangkasan Kuota Pengiriman BBM ke SPBU di Gowa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tuntaskan Rakortas di Makassar, Partai Gema Bangsa Kunci Strategi Pemenangan Pemilu 2029
2
Kuasa Hukum Pertanyakan Pencarian Tiga DPO Kasus Penyiraman Air Cabai di Jeneponto
3
SPAM Mamminasata Mulai Beroperasi, Jangkau 20 Ribu Rumah di Gowa-Takalar
4
FIFGROUP Edukasi 100 Siswa SMKS YAPTA Takalar soal Literasi Keuangan
5
Pertamina Pastikan Tidak Ada Pemangkasan Kuota Pengiriman BBM ke SPBU di Gowa