Pemkot Makassar Luncurkan Program Seragam Sekolah Gratis SD dan SMP
Senin, 21 Jul 2025 12:15
Wali Kota Munafri Arifuddin memasangkan seragam kepada salah satu siswa SD. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar resmi memulai penyaluran seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Senin (21/7/2025).
Program seragam sekolah gratis siswa baru tingkat SD dan SMP merupakan bagian dari realisasi visi besar Kota Makassar untuk Semua dalam program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (Munafri-Aliyah).
Tahap perdana, penyerahan ratusan seragam kepada siswa baru, dilakukan di SD Lariang Bangi dan SMP Negeri 46 Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung menyerahkan secara simbolis dua stel seragam seragam utama pakaian merah putih (SD) dan biru-putih (SMP).
Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa program seragam gratis merupakan prioritas unggulan pemerintah kota dalam sektor pendidikan.
"Program ini bukan sekadar membagikan pakaian, tapi upaya nyata meringankan beban ekonomi orang tua siswa serta mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Kota Makassar," tegasnya.
Kata Munafri, program seragam gratis ini diharapkan menjadi tonggak awal peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh di Kota Makassar, serta akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan setiap tahunnya untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikannya tanpa beban biaya yang tidak perlu.
"Semoga program ini membawa keberkahan, dan menjadi pemicu semangat kita semua untuk menjadikan pendidikan sebagai pondasi utama kemajuan Kota Makassar," ungkapnya dalam sambutan.
Pada tahun ini, setiap siswa baru menerima dua stel pakaian, seragam sekolah. Pemerintah Kota Makassar juga telah mengatur bahwa, Senin–Kamis wajib mengenakan seragam sekolah. Sedangkan, hari Jumat siswa boleh mengenakan pakaian olahraga atau pakaian bebas yang sopan.
"Tidak perlu beli pakaian olahraga tambahan. Ini bentuk komitmen kami mengurangi pengeluaran orang tua murid," tegas Wali Kota berlatar politisi itu.
Appi sapaan karibnya juga berjanji bahwa untuk tahun depan fasilitas bantuan seragam bisa diperluas sesuai kemampuan fiskal daerah, termasuk penambahan jenis seragam dan bantuan penunjang lainnya.
Ketua IKA FH Unhas ini pun menekankan, masih adanya ketimpangan daya tampung di sejumlah sekolah negeri, terutama pada momentum penerimaan siswa baru. Ia menambahkan masih ada sekolah yang kekurangan ruang kelas dan siswa, namun di sisi lain ada sekolah yang kelebihan pendaftar. Ia ingin proses distribusi murid lebih merata.
"Tidak boleh hanya menumpuk di 1–2 sekolah saja. Di SMP 46, misalnya, masih tersedia kuota sekitar 20 siswa. Ini harus kita atur ke depannya agar semua sekolah bisa optimal dan setara," paparnya.
Sebagai langkah nyata, Pemkot Makassar akan menambah 6 ruang kelas baru di sekolah-sekolah yang membutuhkan. Sekaligus mendorong peningkatan kompetensi guru agar kualitas pendidikan tidak hanya bertumpu pada nama besar sekolah, melainkan merata di semua satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.
Kepada guru-guru dan kepala sekolah, Munafri mengingatkan agar terus mengembangkan kompetensi, tidak gagap terhadap perkembangan zaman, serta menghindari perilaku viral yang tidak mendidik.
"Saya tidak akan bangga kalau guru-guru viral di Tiktok karena hal yang tidak mendidik. Saya bangga kalau guru mampu menciptakan inovasi belajar yang membentuk karakter dan kecerdasan murid. Guru harus menjadi teladan, sekaligus pengganti orang tua selama siswa berada di sekolah," tambah Appi.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa Mahmud; Sekda Makassar A. Zulkifly Nanda; Kepala Dinas Pendidikan Makassar; serta jajaran pimpinan OPD terkait.
Program seragam sekolah gratis siswa baru tingkat SD dan SMP merupakan bagian dari realisasi visi besar Kota Makassar untuk Semua dalam program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (Munafri-Aliyah).
Tahap perdana, penyerahan ratusan seragam kepada siswa baru, dilakukan di SD Lariang Bangi dan SMP Negeri 46 Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung menyerahkan secara simbolis dua stel seragam seragam utama pakaian merah putih (SD) dan biru-putih (SMP).
Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa program seragam gratis merupakan prioritas unggulan pemerintah kota dalam sektor pendidikan.
"Program ini bukan sekadar membagikan pakaian, tapi upaya nyata meringankan beban ekonomi orang tua siswa serta mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Kota Makassar," tegasnya.
Kata Munafri, program seragam gratis ini diharapkan menjadi tonggak awal peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh di Kota Makassar, serta akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan setiap tahunnya untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikannya tanpa beban biaya yang tidak perlu.
"Semoga program ini membawa keberkahan, dan menjadi pemicu semangat kita semua untuk menjadikan pendidikan sebagai pondasi utama kemajuan Kota Makassar," ungkapnya dalam sambutan.
Pada tahun ini, setiap siswa baru menerima dua stel pakaian, seragam sekolah. Pemerintah Kota Makassar juga telah mengatur bahwa, Senin–Kamis wajib mengenakan seragam sekolah. Sedangkan, hari Jumat siswa boleh mengenakan pakaian olahraga atau pakaian bebas yang sopan.
"Tidak perlu beli pakaian olahraga tambahan. Ini bentuk komitmen kami mengurangi pengeluaran orang tua murid," tegas Wali Kota berlatar politisi itu.
Appi sapaan karibnya juga berjanji bahwa untuk tahun depan fasilitas bantuan seragam bisa diperluas sesuai kemampuan fiskal daerah, termasuk penambahan jenis seragam dan bantuan penunjang lainnya.
Ketua IKA FH Unhas ini pun menekankan, masih adanya ketimpangan daya tampung di sejumlah sekolah negeri, terutama pada momentum penerimaan siswa baru. Ia menambahkan masih ada sekolah yang kekurangan ruang kelas dan siswa, namun di sisi lain ada sekolah yang kelebihan pendaftar. Ia ingin proses distribusi murid lebih merata.
"Tidak boleh hanya menumpuk di 1–2 sekolah saja. Di SMP 46, misalnya, masih tersedia kuota sekitar 20 siswa. Ini harus kita atur ke depannya agar semua sekolah bisa optimal dan setara," paparnya.
Sebagai langkah nyata, Pemkot Makassar akan menambah 6 ruang kelas baru di sekolah-sekolah yang membutuhkan. Sekaligus mendorong peningkatan kompetensi guru agar kualitas pendidikan tidak hanya bertumpu pada nama besar sekolah, melainkan merata di semua satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.
Kepada guru-guru dan kepala sekolah, Munafri mengingatkan agar terus mengembangkan kompetensi, tidak gagap terhadap perkembangan zaman, serta menghindari perilaku viral yang tidak mendidik.
"Saya tidak akan bangga kalau guru-guru viral di Tiktok karena hal yang tidak mendidik. Saya bangga kalau guru mampu menciptakan inovasi belajar yang membentuk karakter dan kecerdasan murid. Guru harus menjadi teladan, sekaligus pengganti orang tua selama siswa berada di sekolah," tambah Appi.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa Mahmud; Sekda Makassar A. Zulkifly Nanda; Kepala Dinas Pendidikan Makassar; serta jajaran pimpinan OPD terkait.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Wali Kota Makassar Apresiasi Tindakan Tegas Polrestabes Berantas Geng Motor
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran kepolisian atas kinerja dalam menangani aksi gerombolan geng motor yang meresahkan masyarakat di kota ini.
Kamis, 14 Mei 2026 13:30
Makassar City
Appi Siap Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD untuk Perbaikan Kinerja Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Paripurna Pengumuman Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 di Ruang Sipakatau Lantai 2 Balai Kota Makassar, Rabu (13/5/2026).
Kamis, 14 Mei 2026 06:56
Makassar City
Legislator Makassar Usul Anggota Geng Motor Dikenai Sanksi Administratif
Sejumlah legislator menilai penanganan persoalan tersebut perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat kepolisian.
Kamis, 14 Mei 2026 06:32
Makassar City
Warga Tamalanrea Bersatu Tolak PSEL, Sebut Masa Depan Generasi Dipertaruhkan
Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa oleh PT SUS di Kecamatan Tamalanrea, Makassar, terus menguat.
Kamis, 14 Mei 2026 06:21
Makassar City
MIWF 2026 Hadirkan Dialog Kritis, Literasi Inklusif, dan Kampanye Lingkungan
Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 akan digelar pada 14–17 Mei 2026 di Benteng Fort Rotterdam. Festival tahun ini mengusung tema “Re-co-ordinate”.
Rabu, 13 Mei 2026 20:14
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Legislator Makassar Usul Anggota Geng Motor Dikenai Sanksi Administratif
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Putra Mantan Bupati Bone Raih Predikat Terbaik Komcad ASN Sulsel, Dapat Hadiah Umrah
4
Program MBG di Parepare Disebut Tak Lagi Berdampak ke Peternak Lokal
5
Wabup Bantaeng Hadiri Pembentukan Komcad ASN Sulsel di Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Legislator Makassar Usul Anggota Geng Motor Dikenai Sanksi Administratif
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Putra Mantan Bupati Bone Raih Predikat Terbaik Komcad ASN Sulsel, Dapat Hadiah Umrah
4
Program MBG di Parepare Disebut Tak Lagi Berdampak ke Peternak Lokal
5
Wabup Bantaeng Hadiri Pembentukan Komcad ASN Sulsel di Makassar