Wujudkan Kota Tangguh, Makassar Bangun Budaya Siaga Bencana
Selasa, 07 Okt 2025 15:57
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengecek jajaran personel dan instrumen tanggap bencana. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memimpin Apel Gabungan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana Kota Makassar 2025 di kawasan MNEK Centre Point of Indonesia (CPI), Selasa (7/10/2025). Apel digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.
Usai mengecek jajaran personel dan instrumen tanggap bencana, Munafri menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi bentuk tanggung jawab bersama untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana yang bisa datang kapan saja.
"Baik di darat, laut, maupun udara. Sehingga pentingnya kolaborasi antara seluruh unsur, mulai dari pemerintah Kota, BPBD, TNI–Polri, relawan, hingga masyarakat dalam memperkuat sistem tanggap darurat di kota Makassar," ujar Munafri.
Dengan semangat kolaborasi dan kesiagaan penuh, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bertekad menjadikan kota ini bukan hanya tangguh menghadapi bencana, tetapi juga menjadi contoh kota yang siaga, cepat tanggap, dan humanis dalam melindungi setiap warga.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Appi itu menegaskan, pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam di wilayah Kota Makassar.
Ia memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang digagas BPBD Makassar sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan masyarakat, serta menekankan, kegiatan tanggap bencana harus terus berjalan dengan baik dan dilakukan secara konsisten, baik dalam proses pencegahan, penanganan, maupun evakuasi di lapangan.
"Saya apresiasi kegiatan BPBD ini, karena sigap dan tanggap dalam proses pencegahan maupun evakuasi. Kami harap bagaimana seluruh pihak bisa bersinergi dan berkolaborasi sehingga setiap proses penanggulangan berjalan aman dan baik," lanjutnya.
Mantan CEO PSM Makassar itu juga mengingatkan agar seluruh peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam penanganan bencana tetap memenuhi standar operasional.
Selain itu, BPBD bersama unsur terkait juga diminta untuk gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar warga lebih memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
"Segala proses kesiapsiagaan harus dipastikan berjalan sesuai standar. Berikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai proses penanggulangan agar mereka tahu apa yang harus dilakukan," imbuh Appi.
Munafri menilai dengan kehadiran BPBD sangat vital karena berhubungan langsung dengan keselamatan dan nyawa manusia. Oleh karena itu, ia berharap koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat.
Sehingga, kata dia, tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas dan setiap instansi menjalankan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) sesuai dengan protap yang telah ditetapkan.
"BPBD hadir untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan tenteram bagi masyarakat. Tapi ini tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah kota berharap seluruh elemen bisa membangun kolaborasi dalam wilayah kerja masing-masing agar tidak saling menunggu, namun menjalankan fungsinya sesuai standar," jelasnya.
Politisi Golkar itu juga menekankan, pentingnya peningkatan kemampuan personel dalam hal manajemen bencana, agar penanganan di lapangan bisa berjalan efektif dan efisien, dengan target zero korban pada setiap kejadian bencana.
Dinana, kehadiran BPBD sangat penting karena berkaitan dengan hidup dan mati orang lain. Maka kesigapan, kemampuan berpikir cepat.
"Dan juga penerapan manajemen bencana yang baik harus menjadi prioritas, agar setiap kejadian bisa kita tangani tanpa menimbulkan korban," tuturnya.
Wali Kota berharap kegiatan apel ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan seluruh elemen penanggulangan bencana di Kota Makassar, baik dari unsur pemerintah, TNI–Polri, maupun relawan.
"Setelah apel ini, saya berharap seluruh proses mitigasi dan penanggulangan bencana di Makassar dapat berjalan baik, terukur, dan sesuai standar yang telah ada. Tanggung jawab ini milik kita semua. Terus berikan sosialisasi dan pemahaman agar setiap petugas tahu tugas dan fungsinya," ujar orang nomor satu Kota Makassar itu.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan bencana, bentuk nyata kesiapan pemerintah dan seluruh personel BPBD dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Makassar.
Kata Fadli, kegiatan ini menjadi ajang untuk menunjukkan kepada publik bahwa BPBD Kota Makassar memiliki kemampuan dan sumber daya manusia yang terlatih dalam menangani berbagai jenis bencana, seperti banjir, kebakaran, dan bencana alam lainnya.
Usai mengecek jajaran personel dan instrumen tanggap bencana, Munafri menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi bentuk tanggung jawab bersama untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana yang bisa datang kapan saja.
"Baik di darat, laut, maupun udara. Sehingga pentingnya kolaborasi antara seluruh unsur, mulai dari pemerintah Kota, BPBD, TNI–Polri, relawan, hingga masyarakat dalam memperkuat sistem tanggap darurat di kota Makassar," ujar Munafri.
Dengan semangat kolaborasi dan kesiagaan penuh, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bertekad menjadikan kota ini bukan hanya tangguh menghadapi bencana, tetapi juga menjadi contoh kota yang siaga, cepat tanggap, dan humanis dalam melindungi setiap warga.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Appi itu menegaskan, pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam di wilayah Kota Makassar.
Ia memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang digagas BPBD Makassar sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan masyarakat, serta menekankan, kegiatan tanggap bencana harus terus berjalan dengan baik dan dilakukan secara konsisten, baik dalam proses pencegahan, penanganan, maupun evakuasi di lapangan.
"Saya apresiasi kegiatan BPBD ini, karena sigap dan tanggap dalam proses pencegahan maupun evakuasi. Kami harap bagaimana seluruh pihak bisa bersinergi dan berkolaborasi sehingga setiap proses penanggulangan berjalan aman dan baik," lanjutnya.
Mantan CEO PSM Makassar itu juga mengingatkan agar seluruh peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam penanganan bencana tetap memenuhi standar operasional.
Selain itu, BPBD bersama unsur terkait juga diminta untuk gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar warga lebih memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
"Segala proses kesiapsiagaan harus dipastikan berjalan sesuai standar. Berikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai proses penanggulangan agar mereka tahu apa yang harus dilakukan," imbuh Appi.
Munafri menilai dengan kehadiran BPBD sangat vital karena berhubungan langsung dengan keselamatan dan nyawa manusia. Oleh karena itu, ia berharap koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat.
Sehingga, kata dia, tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas dan setiap instansi menjalankan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) sesuai dengan protap yang telah ditetapkan.
"BPBD hadir untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan tenteram bagi masyarakat. Tapi ini tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah kota berharap seluruh elemen bisa membangun kolaborasi dalam wilayah kerja masing-masing agar tidak saling menunggu, namun menjalankan fungsinya sesuai standar," jelasnya.
Politisi Golkar itu juga menekankan, pentingnya peningkatan kemampuan personel dalam hal manajemen bencana, agar penanganan di lapangan bisa berjalan efektif dan efisien, dengan target zero korban pada setiap kejadian bencana.
Dinana, kehadiran BPBD sangat penting karena berkaitan dengan hidup dan mati orang lain. Maka kesigapan, kemampuan berpikir cepat.
"Dan juga penerapan manajemen bencana yang baik harus menjadi prioritas, agar setiap kejadian bisa kita tangani tanpa menimbulkan korban," tuturnya.
Wali Kota berharap kegiatan apel ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan seluruh elemen penanggulangan bencana di Kota Makassar, baik dari unsur pemerintah, TNI–Polri, maupun relawan.
"Setelah apel ini, saya berharap seluruh proses mitigasi dan penanggulangan bencana di Makassar dapat berjalan baik, terukur, dan sesuai standar yang telah ada. Tanggung jawab ini milik kita semua. Terus berikan sosialisasi dan pemahaman agar setiap petugas tahu tugas dan fungsinya," ujar orang nomor satu Kota Makassar itu.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan bencana, bentuk nyata kesiapan pemerintah dan seluruh personel BPBD dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Makassar.
Kata Fadli, kegiatan ini menjadi ajang untuk menunjukkan kepada publik bahwa BPBD Kota Makassar memiliki kemampuan dan sumber daya manusia yang terlatih dalam menangani berbagai jenis bencana, seperti banjir, kebakaran, dan bencana alam lainnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Ekonomi Makassar Melaju 7,04 Persen, DPRD Puji Kepemimpinan Munafri
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 22:13
Makassar City
Revitalisasi Pedestrian Kajaolalido-Thamrin, Pemkot Makassar Bahas Penanganan Pohon
Keberadaan pohon eksisting menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani dalam proyek revitalisasi pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin, Kota Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 00:52
News
Transformasi Layanan Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik
Upaya Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam mendorong transformasi digitalisasi layanan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan transaksi keuangan daerah mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Kamis, 24 Sep 2026 23:02
Sulsel
SiLPA Bertambah Rp219 Miliar, Pemkot Makassar Lakukan Penyesuaian
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kota Makassar bertambah sekitar Rp219 miliar setelah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kamis, 24 Sep 2026 06:08
Makassar City
Pemkot Makassar–Pertamina Matangkan Aturan Klasterisasi SPBU dan Jam Operasional Solar
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama PT Pertamina Patra Niaga terus mematangkan langkah strategis guna mengurai dan mencegah kemacetan akibat antrean panjang kendaraan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di berbagai SPBU.
Rabu, 23 Sep 2026 19:13
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan