Legislator Makassar Tegaskan Komitmen Kawal Akses Air Bersih Warga Utara
Senin, 23 Feb 2026 21:25
Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Ismail, saat ditemui di kantor Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning, Senin (23/2/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Ismail, menegaskan komitmennya mengawal pemerataan akses air bersih, khususnya di wilayah utara kota yang masih mengalami krisis layanan. Ia mendorong PDAM memperkuat sosialisasi program sambungan air gratis kepada masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan menanggapi hasil survei yang menunjukkan masih adanya warga belum mengetahui program pemasangan pipa air gratis. Meski demikian, Ismail menilai pelaksanaan teknis program di lapangan telah berjalan baik.
"Sehingga nanti menjadi tugas PDAM untuk melakukan sosialisasi. Dalam reses saya sebagai Ketua Harian Partai Golkar, saya selalu menggandeng PDAM untuk menyosialisasikan program ini," ungkapnya, kemarin.
Ia memastikan PDAM hadir dalam setiap kegiatan resesnya di delapan titik untuk menjelaskan kriteria penerima sambungan gratis, yang diprioritaskan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
"Di wilayah Utara Kota Makassar, program ini sangat tertuju karena masih banyak warga yang memerlukan air bersih. Terkait regulasi aturan pemerintah lewat PDAM, hal tersebut sudah disosialisasikan saat reses di delapan titik tersebut," katanya saat ditemui di kantor Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning.
Komisi B DPRD Makassar juga menjadwalkan pemanggilan direksi PDAM dalam waktu dekat, baik sebelum maupun sesudah Lebaran, untuk memperkuat sosialisasi program. Agenda tersebut menjadi prioritas karena hingga awal 2026, Komisi B baru menggelar rapat kerja dengan dua mitra strategis lain, yakni Bapenda dan PD Pasar.
"Kami sedang mengatur waktu untuk rapat kerja dengan mitra lainnya di Kota Makassar. Keluhan mengenai air bersih dan drainase menjadi prioritas utama di Dapil Utara," terang Ismail.
Ia menyebut fokus resesnya diarahkan ke kawasan pinggiran yang mengalami krisis air bersih, antara lain Kelurahan Rappokalling bagian utara, Tallo, Buloa, Pannampu, hingga Ujung Tanah.
Ismail menjelaskan, proyek penguatan jaringan air bersih telah dilakukan melalui penyambungan pipa berdiameter 900 mm ke pipa 400 mm di dua titik strategis, yakni poros Pettarani–Bawakkaraeng dan Paccinang–Urip. Infrastruktur ini ditujukan untuk memperlancar suplai air ke rumah tangga warga.
"Kita akan melihat efektivitas jangkauannya saat musim kemarau nanti. Penyebab keluhan air bersih yang terus berulang di Utara Kota adalah karena sebelumnya sumber air hanya mengandalkan Lekopancing," sebutnya saat dikonfirmasi.
Ia menilai diversifikasi sumber air baku penting untuk mengatasi krisis air di wilayah utara. Penambahan pasokan dari Bendungan Bili-Bili diharapkan menjadi solusi saat debit sumber Lekopancing menurun, sehingga layanan air bersih tetap terjaga pada musim kemarau.
"Kemarin dua koneksi pipa sudah berjalan, dan kita akan terus melihat perkembangannya. Sementara itu, kegiatan Golkar Makassar selama Ramadan tetap rutin dilakukan sesuai arahan Pak Munafri Arifuddin, yaitu bagi-bagi takjil di depan kantor DPD II Golkar Makassar bagi masyarakat yang berbuka di jalan," pungkasnya.
Pernyataan itu disampaikan menanggapi hasil survei yang menunjukkan masih adanya warga belum mengetahui program pemasangan pipa air gratis. Meski demikian, Ismail menilai pelaksanaan teknis program di lapangan telah berjalan baik.
"Sehingga nanti menjadi tugas PDAM untuk melakukan sosialisasi. Dalam reses saya sebagai Ketua Harian Partai Golkar, saya selalu menggandeng PDAM untuk menyosialisasikan program ini," ungkapnya, kemarin.
Ia memastikan PDAM hadir dalam setiap kegiatan resesnya di delapan titik untuk menjelaskan kriteria penerima sambungan gratis, yang diprioritaskan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
"Di wilayah Utara Kota Makassar, program ini sangat tertuju karena masih banyak warga yang memerlukan air bersih. Terkait regulasi aturan pemerintah lewat PDAM, hal tersebut sudah disosialisasikan saat reses di delapan titik tersebut," katanya saat ditemui di kantor Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning.
Komisi B DPRD Makassar juga menjadwalkan pemanggilan direksi PDAM dalam waktu dekat, baik sebelum maupun sesudah Lebaran, untuk memperkuat sosialisasi program. Agenda tersebut menjadi prioritas karena hingga awal 2026, Komisi B baru menggelar rapat kerja dengan dua mitra strategis lain, yakni Bapenda dan PD Pasar.
"Kami sedang mengatur waktu untuk rapat kerja dengan mitra lainnya di Kota Makassar. Keluhan mengenai air bersih dan drainase menjadi prioritas utama di Dapil Utara," terang Ismail.
Ia menyebut fokus resesnya diarahkan ke kawasan pinggiran yang mengalami krisis air bersih, antara lain Kelurahan Rappokalling bagian utara, Tallo, Buloa, Pannampu, hingga Ujung Tanah.
Ismail menjelaskan, proyek penguatan jaringan air bersih telah dilakukan melalui penyambungan pipa berdiameter 900 mm ke pipa 400 mm di dua titik strategis, yakni poros Pettarani–Bawakkaraeng dan Paccinang–Urip. Infrastruktur ini ditujukan untuk memperlancar suplai air ke rumah tangga warga.
"Kita akan melihat efektivitas jangkauannya saat musim kemarau nanti. Penyebab keluhan air bersih yang terus berulang di Utara Kota adalah karena sebelumnya sumber air hanya mengandalkan Lekopancing," sebutnya saat dikonfirmasi.
Ia menilai diversifikasi sumber air baku penting untuk mengatasi krisis air di wilayah utara. Penambahan pasokan dari Bendungan Bili-Bili diharapkan menjadi solusi saat debit sumber Lekopancing menurun, sehingga layanan air bersih tetap terjaga pada musim kemarau.
"Kemarin dua koneksi pipa sudah berjalan, dan kita akan terus melihat perkembangannya. Sementara itu, kegiatan Golkar Makassar selama Ramadan tetap rutin dilakukan sesuai arahan Pak Munafri Arifuddin, yaitu bagi-bagi takjil di depan kantor DPD II Golkar Makassar bagi masyarakat yang berbuka di jalan," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Ada Lurah Sering Nongkrong di Warkop, Legislator Makassar: Perlu Dievaluasi
Pimpinan DPRD Kota Makassar mendesak Pemerintah Kota Makassar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lurah, menyusul sorotan terhadap pelayanan publik di tingkat kelurahan.
Minggu, 30 Agu 2026 18:43
Makassar City
Serapan Anggaran Baru 35%, Legislator Makassar Desak Pelaksanaan Program Strategis
DPRD Kota Makassar menyoroti rendahnya serapan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam monitoring dan evaluasi (monev) triwulan II 2026.
Jum'at, 21 Agu 2026 23:42
News
Andi Syahrum Bawa Dua Usulan Atasi Krisis Air Makassar ke Kementerian PU
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memfasilitasi pembangunan bendung karet di sekitar Sungai Tello.
Jum'at, 21 Agu 2026 15:57
Makassar City
DPRD Makassar Soroti Kematian Bayi di RSIA Paramount, Minta Hasil Audit Segera Rampung
Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount di Jalan AP Pettarani, Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kamis (20/8/2026).
Jum'at, 21 Agu 2026 07:12
Sulsel
Perumda Air Minum Makassar Gandeng Kejati Sulsel Cegah Korupsi
Perumda Air Minum Kota Makassar menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan untuk memperkuat pemahaman hukum dan mencegah tindak pidana korupsi dalam pengelolaan perusahaan.
Kamis, 20 Agu 2026 13:08
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kalla Beton Kurangi Penggunaan Pasir 8% Lewat Pemanfaatan Limbah Bata Ringan
2
PERADI Makassar Dorong Advokat Profesional, dan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum
3
Sidak RSUD I Lagaligo Wotu, Bupati Lutim Soroti Kebersihan hingga Komputer Lawas
4
Kisah Nyata Cinta hingga Maut Memisahkan, Baby Udon Siap Tayang 3 September
5
PLN & Kejaksaan Perkuat Pengawalan Hukum Proyek Kelistrikan di Sulsel
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kalla Beton Kurangi Penggunaan Pasir 8% Lewat Pemanfaatan Limbah Bata Ringan
2
PERADI Makassar Dorong Advokat Profesional, dan Adaptif Hadapi Tantangan Hukum
3
Sidak RSUD I Lagaligo Wotu, Bupati Lutim Soroti Kebersihan hingga Komputer Lawas
4
Kisah Nyata Cinta hingga Maut Memisahkan, Baby Udon Siap Tayang 3 September
5
PLN & Kejaksaan Perkuat Pengawalan Hukum Proyek Kelistrikan di Sulsel