Pemkot Makassar Target Juara Umum MTQ Sulsel
Jum'at, 10 Apr 2026 17:32
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama kafilah Kota Makassar yang akan tampil pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menitipkan pesan penuh harapan dan semangat kepada seluruh kontingen kafilah Kota Makassar yang akan tampil pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros.
Pesan tersebut disampaikan Munafri saat memberikan sambutan dalam kegiatan pelepasan resmi kafilah Kota Makassar untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam suasana yang sarat nilai religius dan kebersamaan, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk memberikan dukungan moral sekaligus memperkuat tekad para peserta agar tampil maksimal membawa nama Kota Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan bahwa pelepasan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi simbol kepercayaan dan harapan besar masyarakat Makassar.
"Kepada para peserta untuk tidak hanya berkompetisi, melainkan juga menunjukkan kualitas, karakter, serta nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap penampilan mereka di panggung MTQ tingkat Provinsi," katanya, Jumat (10/4/2026).
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga menyampaikan optimisme tinggi agar Makassar mampu meraih hasil terbaik. Ia bahkan secara tegas menargetkan gelar juara umum, mengingat capaian tahun sebelumnya yang berhasil menempati posisi kedua.
"Bahwa kita harus ada di dalam momen meningkatkan prestasi. Kalau tahun lalu kita juara dua, tahun ini tidak ada alasan untuk tidak juara umum. Dan saya juga ingin menyampaikan, setelah pulang dengan juara umum, dua kali lebih besar bonus yang akan diberikan," ucapnya.
Munafri menekankan bahwa kehadiran kafilah bukan sekadar untuk bertanding, melainkan menjadi representasi generasi muda Makassar yang unggul secara menyeluruh.
Ia menegaskan pentingnya membangun generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akidah dan akhlak yang kuat sebagai fondasi menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
"Anak-anak kita ini harus memperlihatkan bahwa putra-putri Kota Makassar tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akidah dan akhlak yang baik untuk membangun masa depan bangsa," tegasnya.
Lebih lanjut, Munafri mengingatkan bahwa kemampuan melantunkan ayat suci Al-Qur’an harus sejalan dengan implementasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, hal tersebut merupakan pedoman dasar yang harus dijaga bersama. Ia pun memberikan motivasi khusus kepada para peserta yang mayoritas masih berusia muda.
"Kesempatan mengikuti MTQ sebagai kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijaga dengan baik. Penting juga menjaga adab dan sikap selama mengikuti kegiatan," tegasnya.
Dia mengingatkan bahwa MTQ bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, membangun jejaring, serta memperkuat persaudaraan antardaerah.
"Kepada seluruh peserta, jaga adab di mana pun berada. MTQ ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga bagaimana kita membangun silaturahmi dan jejaring yang baik," pesannya.
Tak hanya kepada peserta, Munafri juga memberikan perhatian khusus kepada para ofisial dan pelatih agar menjaga kekompakan, kondisi fisik, serta fokus para kafilah selama mengikuti rangkaian lomba.
"Jaga kekompakan anak-anak ini, jaga kondisinya, jaga fokusnya. Dengan itu, cita-cita kita untuk meraih juara umum bisa kita wujudkan," jelasnya.
Sementara, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa pelepasan kafilah Kota Makassar bukan sekadar seremoni administratif, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah dalam membina generasi Qur’ani yang unggul dan berkarakter.
Menurutnya, pembinaan generasi Qur’ani tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca atau melantunkan ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga pada pembentukan akhlak mulia serta kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
"Pelepasan kafilah ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi wujud komitmen kita dalam membina generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam tilawah, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Aliyah berharap seluruh peserta kafilah Kota Makassar dapat tampil maksimal dalam setiap cabang lomba yang diikuti, sekaligus menjaga nama baik daerah di tingkat provinsi.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan ajang MTQ sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antar peserta dari berbagai daerah.
"Harapan kami, seluruh peserta dapat tampil maksimal, menjaga nama baik Kota Makassar, serta menjadikan MTQ ini sebagai sarana mempererat ukhuwah dan meningkatkan kecintaan kita terhadap Al-Qur’an," tuturnya.
Selain itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Muhammad Syarif, menyampaikan kesiapan penuh kafilah Kota Makassar dalam mengikuti MTQ ke-XXXIV pada tanggal 10 hingga 19 April 2026.
Dalam laporannya, Syarif mengungkapkan bahwa total kekuatan kontingen mencapai 105 orang yang terdiri dari peserta, pelatih, dan ofisial.
"Jumlah peserta dan ofisial kita sebanyak 105 orang. Ini termasuk pelatih sebanyak 8 orang dan ofisial 31 orang. Seluruh cabang lomba kita ikuti," sebutnya.
Ia menjelaskan, kafilah Kota Makassar akan berlaga di seluruh cabang yang dipertandingkan, yakni sebanyak 18 cabang lomba untuk kategori putra dan putri, baik yang bersifat perorangan maupun beregu.
Menurut Syarif, seluruh peserta yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi ketat serta pembinaan intensif melalui training center (TC).
Hal ini menjadi dasar optimisme bahwa seluruh peserta memiliki peluang besar untuk meraih prestasi terbaik.
"Kita berkeyakinan semua memiliki potensi untuk juara, bahkan juara umum. Karena kita telah melalui seleksi yang ketat dan TC yang maksimal," jelasnya.
Dia juga memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kota Makassar agar target meraih juara umum dapat terwujud, terlebih pada pelaksanaan MTQ kali ini Makassar bertekad meningkatkan capaian dari tahun sebelumnya yang berhasil meraih juara dua umum.
Lebih lanjut, Syarif menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan MTQ berlangsung selama kurang lebih sembilan hingga sepuluh hari, sementara masa penugasan kontingen disesuaikan dengan jadwal efektif sekitar delapan hari.
Para peserta bahkan telah lebih awal tiba di lokasi dan menempati pemondokan di Hotel untuk melakukan persiapan akhir, termasuk latihan lanjutan secara mandiri.
Ia menegaskan bahwa laporan ini menjadi bentuk dukungan sekaligus penghormatan Pemerintah Kota Makassar kepada para kafilah yang akan membawa nama daerah di ajang keagamaan tingkat provinsi tersebut.
Dalam struktur pembinaan, kafilah Kota Makassar berada di bawah dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar, dengan pembina utama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, serta melibatkan Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, para pelatih profesional, dan tokoh agama.
"Dengan persiapan matang dan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kota Makassar optimistis kafilahnya mampu tampil maksimal dan membawa pulang gelar juara umum dari Kabupaten Maros," tuturnya.
Pelepasan ini juga dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa; Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham; Sekda Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda; Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Muhammad Syarif; serta para kepala SKPD dan camat, semakin menegaskan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap keberangkatan kafilah.
Sebagai informasi, perlombaan cabang tersebut meliputi Tartil Qur’an, Tilawah anak-anak, remaja, dan dewasa, Qira’at Murattal, hafalan Al-Qur’an mulai dari satu juz hingga 30 juz, Tafsir Bahasa Arab, Tilawah Bahasa Indonesia dan Inggris, Fahmil Qur’an, Syahril Qur’an, Kaligrafi, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Pesan tersebut disampaikan Munafri saat memberikan sambutan dalam kegiatan pelepasan resmi kafilah Kota Makassar untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam suasana yang sarat nilai religius dan kebersamaan, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk memberikan dukungan moral sekaligus memperkuat tekad para peserta agar tampil maksimal membawa nama Kota Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan bahwa pelepasan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi simbol kepercayaan dan harapan besar masyarakat Makassar.
"Kepada para peserta untuk tidak hanya berkompetisi, melainkan juga menunjukkan kualitas, karakter, serta nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap penampilan mereka di panggung MTQ tingkat Provinsi," katanya, Jumat (10/4/2026).
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga menyampaikan optimisme tinggi agar Makassar mampu meraih hasil terbaik. Ia bahkan secara tegas menargetkan gelar juara umum, mengingat capaian tahun sebelumnya yang berhasil menempati posisi kedua.
"Bahwa kita harus ada di dalam momen meningkatkan prestasi. Kalau tahun lalu kita juara dua, tahun ini tidak ada alasan untuk tidak juara umum. Dan saya juga ingin menyampaikan, setelah pulang dengan juara umum, dua kali lebih besar bonus yang akan diberikan," ucapnya.
Munafri menekankan bahwa kehadiran kafilah bukan sekadar untuk bertanding, melainkan menjadi representasi generasi muda Makassar yang unggul secara menyeluruh.
Ia menegaskan pentingnya membangun generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akidah dan akhlak yang kuat sebagai fondasi menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
"Anak-anak kita ini harus memperlihatkan bahwa putra-putri Kota Makassar tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akidah dan akhlak yang baik untuk membangun masa depan bangsa," tegasnya.
Lebih lanjut, Munafri mengingatkan bahwa kemampuan melantunkan ayat suci Al-Qur’an harus sejalan dengan implementasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, hal tersebut merupakan pedoman dasar yang harus dijaga bersama. Ia pun memberikan motivasi khusus kepada para peserta yang mayoritas masih berusia muda.
"Kesempatan mengikuti MTQ sebagai kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijaga dengan baik. Penting juga menjaga adab dan sikap selama mengikuti kegiatan," tegasnya.
Dia mengingatkan bahwa MTQ bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, membangun jejaring, serta memperkuat persaudaraan antardaerah.
"Kepada seluruh peserta, jaga adab di mana pun berada. MTQ ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga bagaimana kita membangun silaturahmi dan jejaring yang baik," pesannya.
Tak hanya kepada peserta, Munafri juga memberikan perhatian khusus kepada para ofisial dan pelatih agar menjaga kekompakan, kondisi fisik, serta fokus para kafilah selama mengikuti rangkaian lomba.
"Jaga kekompakan anak-anak ini, jaga kondisinya, jaga fokusnya. Dengan itu, cita-cita kita untuk meraih juara umum bisa kita wujudkan," jelasnya.
Sementara, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa pelepasan kafilah Kota Makassar bukan sekadar seremoni administratif, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah dalam membina generasi Qur’ani yang unggul dan berkarakter.
Menurutnya, pembinaan generasi Qur’ani tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca atau melantunkan ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga pada pembentukan akhlak mulia serta kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
"Pelepasan kafilah ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi wujud komitmen kita dalam membina generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam tilawah, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Aliyah berharap seluruh peserta kafilah Kota Makassar dapat tampil maksimal dalam setiap cabang lomba yang diikuti, sekaligus menjaga nama baik daerah di tingkat provinsi.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan ajang MTQ sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antar peserta dari berbagai daerah.
"Harapan kami, seluruh peserta dapat tampil maksimal, menjaga nama baik Kota Makassar, serta menjadikan MTQ ini sebagai sarana mempererat ukhuwah dan meningkatkan kecintaan kita terhadap Al-Qur’an," tuturnya.
Selain itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Muhammad Syarif, menyampaikan kesiapan penuh kafilah Kota Makassar dalam mengikuti MTQ ke-XXXIV pada tanggal 10 hingga 19 April 2026.
Dalam laporannya, Syarif mengungkapkan bahwa total kekuatan kontingen mencapai 105 orang yang terdiri dari peserta, pelatih, dan ofisial.
"Jumlah peserta dan ofisial kita sebanyak 105 orang. Ini termasuk pelatih sebanyak 8 orang dan ofisial 31 orang. Seluruh cabang lomba kita ikuti," sebutnya.
Ia menjelaskan, kafilah Kota Makassar akan berlaga di seluruh cabang yang dipertandingkan, yakni sebanyak 18 cabang lomba untuk kategori putra dan putri, baik yang bersifat perorangan maupun beregu.
Menurut Syarif, seluruh peserta yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi ketat serta pembinaan intensif melalui training center (TC).
Hal ini menjadi dasar optimisme bahwa seluruh peserta memiliki peluang besar untuk meraih prestasi terbaik.
"Kita berkeyakinan semua memiliki potensi untuk juara, bahkan juara umum. Karena kita telah melalui seleksi yang ketat dan TC yang maksimal," jelasnya.
Dia juga memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kota Makassar agar target meraih juara umum dapat terwujud, terlebih pada pelaksanaan MTQ kali ini Makassar bertekad meningkatkan capaian dari tahun sebelumnya yang berhasil meraih juara dua umum.
Lebih lanjut, Syarif menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan MTQ berlangsung selama kurang lebih sembilan hingga sepuluh hari, sementara masa penugasan kontingen disesuaikan dengan jadwal efektif sekitar delapan hari.
Para peserta bahkan telah lebih awal tiba di lokasi dan menempati pemondokan di Hotel untuk melakukan persiapan akhir, termasuk latihan lanjutan secara mandiri.
Ia menegaskan bahwa laporan ini menjadi bentuk dukungan sekaligus penghormatan Pemerintah Kota Makassar kepada para kafilah yang akan membawa nama daerah di ajang keagamaan tingkat provinsi tersebut.
Dalam struktur pembinaan, kafilah Kota Makassar berada di bawah dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar, dengan pembina utama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, serta melibatkan Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, para pelatih profesional, dan tokoh agama.
"Dengan persiapan matang dan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kota Makassar optimistis kafilahnya mampu tampil maksimal dan membawa pulang gelar juara umum dari Kabupaten Maros," tuturnya.
Pelepasan ini juga dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa; Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham; Sekda Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda; Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Muhammad Syarif; serta para kepala SKPD dan camat, semakin menegaskan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap keberangkatan kafilah.
Sebagai informasi, perlombaan cabang tersebut meliputi Tartil Qur’an, Tilawah anak-anak, remaja, dan dewasa, Qira’at Murattal, hafalan Al-Qur’an mulai dari satu juz hingga 30 juz, Tafsir Bahasa Arab, Tilawah Bahasa Indonesia dan Inggris, Fahmil Qur’an, Syahril Qur’an, Kaligrafi, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Jelang MTQ Sulsel, Maros Sambut Kafilah dari Berbagai Daerah
Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Maros mulai dipadati kafilah dari berbagai daerah.
Jum'at, 10 Apr 2026 12:58
News
Pemkot Makassar Targetkan 1.000 Sertifikat Aset Rampung 2026
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menargetkan sertifikasi 1.000 aset berupa lahan dan bangunan milik daerah dapat rampung pada 2026.
Jum'at, 10 Apr 2026 08:12
Makassar City
Proyek Riverside Makassar Dikebut, Pemkot Siap Kerja Fisik Usai Serah Lahan
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mendorong percepatan pembangunan jalan alternatif Dr. Leimena yang menghubungkan Kecamatan Manggala, Tamalanrea, dan Panakkukang.
Kamis, 09 Apr 2026 20:59
Makassar City
Penertiban 167 PKL di Biringkanaya Tanpa Ricuh, Pemkot Siapkan Lokasi Baru
Pemerintah Kecamatan Biringkanaya menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas fasilitas umum (fasum), seperti trotoar dan saluran drainase, Kamis (9/4/2026).
Kamis, 09 Apr 2026 19:59
Sulsel
MTQ Sulsel di Maros Siap Digelar, H-3 Persiapan Sudah 80 Persen
Tiga hari menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Sulawesi Selatan (Sulsel) di Kabupaten Maros, panitia terus mematangkan berbagai persiapan.
Kamis, 09 Apr 2026 18:55
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ketum PB PSTI Surianto Jadi Doktor, Angkat Riset Kinerja Karyawan Tambang
2
Muscalub Dihadiri Bupati Uji Nurdin, Ramli Terpilih Ketua Apdesi Bantaeng
3
Dividen PDAM Gowa Rp3,49 M, Bupati Gowa Minta Layanan Ditingkatkan
4
Makassar Kian Terkoneksi: XLSMART Perkuat 5G Dedicated Tanpa Gangguan
5
Pembangunan KMP di Maros Sudah 38 Unit, Tujuh Hampir Rampung
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ketum PB PSTI Surianto Jadi Doktor, Angkat Riset Kinerja Karyawan Tambang
2
Muscalub Dihadiri Bupati Uji Nurdin, Ramli Terpilih Ketua Apdesi Bantaeng
3
Dividen PDAM Gowa Rp3,49 M, Bupati Gowa Minta Layanan Ditingkatkan
4
Makassar Kian Terkoneksi: XLSMART Perkuat 5G Dedicated Tanpa Gangguan
5
Pembangunan KMP di Maros Sudah 38 Unit, Tujuh Hampir Rampung