85 Proposal UMI Lolos Hibah BIMA 2026, Didominasi Penelitian dan Pengabdian

Minggu, 12 Apr 2026 13:46
85 Proposal UMI Lolos Hibah BIMA 2026, Didominasi Penelitian dan Pengabdian
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali mencatat capaian di tingkat nasional dengan meloloskan 85 proposal hibah Program BIMA Tahun 2026. Capaian ini diraih oleh para dosen UMI melalui berbagai skema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menyebut keberhasilan tersebut sebagai indikator menguatnya budaya riset dan pengabdian berbasis kebermanfaatan di lingkungan kampus.

"Dari total capaian, total sebanyak 54 judul penelitian berhasil memperoleh pendanaan melalui berbagai skema strategis, meliputi penelitian On Going Tahun ke-2, penelitian Pascasarjana, Penelitian Fundamental Reguler, Penelitian Prototype, serta Penelitian Dosen Pemula," ungkapnya, Sabtu (11/4/2026).

Selain itu, UMI juga mencatat 31 judul pengabdian kepada masyarakat yang memperoleh pendanaan. Program tersebut mencakup skema Pemberdayaan Desa Binaan, Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa, hingga Program Inovasi Seni Nusantara.

"Capaian ini tidak hanya menunjukkan peningkatan secara kuantitas dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi juga memperlihatkan kualitas, relevansi, serta daya saing proposal dosen UMI yang semakin kuat di tingkat nasional," imbuh Prof. Hambali Thalib.

Ia menambahkan, keberhasilan ini juga menandai tumbuhnya regenerasi akademisi, ditandai dengan semakin banyaknya dosen yang untuk pertama kali lolos pendanaan hibah nasional.

“Alhamdulillah, capaian ini kita syukuri bersama sebagai bentuk kepercayaan negara kepada UMI. Ini bukan hanya tentang jumlah hibah yang diperoleh, tetapi tentang kualitas gagasan, kejujuran akademik, dan komitmen kita untuk menghadirkan ilmu yang benar-benar bermanfaat," ucapnya.

Guru Besar Fakultas Hukum UMI itu menegaskan bahwa setiap kegiatan riset dan pengabdian merupakan bagian dari implementasi Catur Dharma perguruan tinggi.

"Bagi kami, setiap penelitian dan pengabdian adalah bagian dari amanah Catur Dharma UMI yang harus berdampak bagi umat dan bangsa,” tambahnya.

Menurutnya, meningkatnya jumlah proposal yang lolos, termasuk dari dosen pemula, menjadi sinyal positif bagi masa depan riset UMI yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

“Kami melihat ini sebagai pertanda baik bahwa budaya akademik di UMI semakin hidup. Ke depan, kami mendorong agar setiap riset tidak berhenti pada laporan, tetapi mampu melahirkan publikasi bermutu, inovasi, hilirisasi, serta solusi konkret bagi masyarakat. Inilah wajah UMI sebagai kampus yang tidak hanya bereputasi, tetapi juga berdampak,” tambahnya.

Apresiasi juga diberikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya (LP2S) UMI serta Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI yang dinilai berperan dalam pendampingan dan peningkatan kualitas proposal dosen.

“Keberhasilan ini tidak lahir secara instan. Ini adalah buah dari kerja bersama, dari proses panjang pembinaan, pendampingan, dan komitmen seluruh sivitas akademika. Kami menyampaikan terima kasih kepada LP2S dan LPkM yang terus membersamai dosen dalam meningkatkan kualitas riset dan pengabdian di UMI,” tegasnya.

Sebagai perguruan tinggi terakreditasi unggul pertama di luar Jawa dan salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia Timur, capaian ini memperkuat komitmen UMI dalam mengimplementasikan Catur Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembinaan karakter.

Dengan tren capaian yang terus meningkat, UMI optimistis dapat memperluas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkuat posisinya sebagai kampus bereputasi dan berdampak di tingkat nasional maupun global.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru