Wali Kota Makassar Dorong Edukasi Mitigasi Bencana Sejak Dini
Rabu, 29 Apr 2026 20:10
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memberikan keterangan terkait mitigasi bencana saat berada di Kantor BPBD Makassar, Jln Kerung-Kerung, Rabu (29/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menegaskan pentingnya kesiapsiagaan ekstra dalam menghadapi ancaman bencana alam, termasuk mendorong edukasi mitigasi bencana sejak dini untuk anak-anak.
Hal ini disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin untuk mengantisipasi ancaman bencana alam yang diprediksi akan melanda tahun ini. Fenomena iklim ekstrem, yang disebutnya sebagai "El Nino Godzilla," menjadi perhatian utama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar karena dampaknya yang signifikan terhadap kondisi cuaca.
"Ini memang menjadi perhatian ekstra buat kita dikarenakan tahun ini namanya El Nino Godzila. Artinya, tingkat kekeringan ini sangat tinggi dan fokusnya di bulan tujuh delapan sembilan," jelasnya, Rabu (29/4/2026).
Memasuki periode setelah September, lanjut dia, Kota Makassar diprediksi akan mengalami peningkatan intensitas curah hujan yang signifikan disertai angin kencang akibat adanya tekanan udara yang tinggi. "Karena ada perbedaan tekanan yang sangat luar biasa. Maka dari itu, ini tidak bisa kita mengabaikan ini saja karena berbagai macam hal bisa terjadi di dalamnya," lanjut Munafri.
Melalui momentum Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), Munafri Arifuddin menegaskan bahwa sinergi lintas sektor di Makassar telah terjalin kuat sebagai garda terdepan dalam memitigasi risiko bencana.
"Dengan adanya kegiatan (HKB) ini, bisa memperlihatkan bahwa kita siap menghadapi segala macam risiko bencana yang ada dan yang lebih penting untuk memaksimalkan pola-pola penanganan pada saat terjadi bencana sehingga meminimalisir korban yang terjadi. Seluruh pihak harus punya rules of the game masing-masing yang memastikan bahwa mereka ada di posisi masing-masing," jabarnya.
Melalui kolaborasi lintas instansi, kata Munafri Pemkot Makassar memastikan kesiapan personel dan armada jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat bencana.
"Jadi bencana itu bukan hanya seperti apa angin kencang, juga kekeringan ini menjadi bencana sehingga dari sekarang setelah dari BMKG memberikan gambarannya, apa yang harus kita siapkan? Apa langkah-langkah antisipasi yang harus kita lakukan? Maka dari itu disusunlah sebuah proyek perencanaan untuk memastikan saluran apa penyediaan-penyediaan khususnya air bersih itu bisa sampai ke tengah-tengah masyarakat," urainya.
Munafri Arifuddin mengakui adanya celah dalam pemahaman mitigasi yang selama ini didominasi orang dewasa, sehingga kini ia mendorong keterlibatan anak-anak agar lebih siap menghadapi situasi bencana. "Anak-anak juga harus tetap diberikan supaya mereka tahu memposisikan dirinya ketika terjadi bencana itu. Sama dengan kita juga kan kadang-kadang kalau kita tidak mengerti, ya kita akan bergerak semau kita, padahal mungkin itu justru lebih membahayakan jiwa kita," paparnya.
Munafri menjelaskan bahwa upaya prioritas BPBD saat ini adalah memastikan setiap lapisan masyarakat memiliki pemahaman yang memadai mengenai tata cara berlindung dan merespons ancaman bencana.
Hal ini disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin untuk mengantisipasi ancaman bencana alam yang diprediksi akan melanda tahun ini. Fenomena iklim ekstrem, yang disebutnya sebagai "El Nino Godzilla," menjadi perhatian utama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar karena dampaknya yang signifikan terhadap kondisi cuaca.
"Ini memang menjadi perhatian ekstra buat kita dikarenakan tahun ini namanya El Nino Godzila. Artinya, tingkat kekeringan ini sangat tinggi dan fokusnya di bulan tujuh delapan sembilan," jelasnya, Rabu (29/4/2026).
Memasuki periode setelah September, lanjut dia, Kota Makassar diprediksi akan mengalami peningkatan intensitas curah hujan yang signifikan disertai angin kencang akibat adanya tekanan udara yang tinggi. "Karena ada perbedaan tekanan yang sangat luar biasa. Maka dari itu, ini tidak bisa kita mengabaikan ini saja karena berbagai macam hal bisa terjadi di dalamnya," lanjut Munafri.
Melalui momentum Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), Munafri Arifuddin menegaskan bahwa sinergi lintas sektor di Makassar telah terjalin kuat sebagai garda terdepan dalam memitigasi risiko bencana.
"Dengan adanya kegiatan (HKB) ini, bisa memperlihatkan bahwa kita siap menghadapi segala macam risiko bencana yang ada dan yang lebih penting untuk memaksimalkan pola-pola penanganan pada saat terjadi bencana sehingga meminimalisir korban yang terjadi. Seluruh pihak harus punya rules of the game masing-masing yang memastikan bahwa mereka ada di posisi masing-masing," jabarnya.
Melalui kolaborasi lintas instansi, kata Munafri Pemkot Makassar memastikan kesiapan personel dan armada jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat bencana.
"Jadi bencana itu bukan hanya seperti apa angin kencang, juga kekeringan ini menjadi bencana sehingga dari sekarang setelah dari BMKG memberikan gambarannya, apa yang harus kita siapkan? Apa langkah-langkah antisipasi yang harus kita lakukan? Maka dari itu disusunlah sebuah proyek perencanaan untuk memastikan saluran apa penyediaan-penyediaan khususnya air bersih itu bisa sampai ke tengah-tengah masyarakat," urainya.
Munafri Arifuddin mengakui adanya celah dalam pemahaman mitigasi yang selama ini didominasi orang dewasa, sehingga kini ia mendorong keterlibatan anak-anak agar lebih siap menghadapi situasi bencana. "Anak-anak juga harus tetap diberikan supaya mereka tahu memposisikan dirinya ketika terjadi bencana itu. Sama dengan kita juga kan kadang-kadang kalau kita tidak mengerti, ya kita akan bergerak semau kita, padahal mungkin itu justru lebih membahayakan jiwa kita," paparnya.
Munafri menjelaskan bahwa upaya prioritas BPBD saat ini adalah memastikan setiap lapisan masyarakat memiliki pemahaman yang memadai mengenai tata cara berlindung dan merespons ancaman bencana.
(GUS)
Berita Terkait
News
DPRD Makassar Rekomendasikan Pencabutan Izin RSIA Paramount
Komisi D DPRD Kota Makassar merampungkan rekomendasi penutupan operasional Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount.
Jum'at, 18 Sep 2026 19:45
Makassar City
Pemkot Makassar Kaji Pemekaran Kecamatan di Seberang Tol
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tengah mengkaji rencana pemekaran kecamatan baru di kawasan seberang jalan tol.
Jum'at, 18 Sep 2026 17:15
Makassar City
Pemkot Makassar Kejar Porsi Anggaran Sampah 3 Persen
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk mengejar porsi penganggaran sampah yang kini diatur sebesar 3 persen.
Jum'at, 18 Sep 2026 09:23
News
Pemkot Makassar Perkuat Pengolahan Air Lindi di TPA Tamangapa dengan Teknologi EcoTru
Wali Kota Makassar,
Munafri Arifuddin alias Appi, meninjau langsung proses pembenahan kolam Lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, yang berada di sisi utara kawasan TPA, Rabu (16/9/2026).
Rabu, 16 Sep 2026 19:46
Makassar City
Antrean BBM Mulai Stabil, Pemkot Makassar Cabut Kebijakan Belajar Daring
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) kembali memberlakukan pembelajaran secara luring atau tatap muka bagi seluruh murid jenjang TK, SD, dan SMP mulai Rabu, 16 September 2026.
Rabu, 16 Sep 2026 00:32
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tim Inovasi Semen Tonasa Ukir Prestasi di Bangkok, Efisiensi Energi Capai Rp15,7 Miliar
2
Hyundai Stargazer Cartenz Bawa Fitur Modern untuk Mobilitas Keluarga
3
Darije Kalezic Tegaskan PSM Siap Hadapi Persita Tangerang di GBH Parepare
4
Resmikan Showroom Baru, Hyundai Gowa Incar Kenaikan Penjualan Lewat Stargazer
5
Pemkot Makassar Kejar Porsi Anggaran Sampah 3 Persen
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tim Inovasi Semen Tonasa Ukir Prestasi di Bangkok, Efisiensi Energi Capai Rp15,7 Miliar
2
Hyundai Stargazer Cartenz Bawa Fitur Modern untuk Mobilitas Keluarga
3
Darije Kalezic Tegaskan PSM Siap Hadapi Persita Tangerang di GBH Parepare
4
Resmikan Showroom Baru, Hyundai Gowa Incar Kenaikan Penjualan Lewat Stargazer
5
Pemkot Makassar Kejar Porsi Anggaran Sampah 3 Persen