Pemkot Makassar Siapkan Aturan Pembatasan Gawai di Sekolah
Senin, 04 Mei 2026 06:29
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Kadisdik Kota Makassar, Achi Soleman, di Tribun Lapangan Karebosi. Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya penguatan pendidikan berbasis muatan lokal untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif teknologi dan arus budaya asing di media sosial.
"Bagaimana pendidikan tentang budaya local content ini harus masuk ke dalam ranah pendidikan kita supaya anak-anak kita tidak hanya tumbuh bersamaan dengan majunya teknologi tapi juga tetap mengingat nilai-nilai dasar budaya dan adat istiadat serta agama yang ada di wilayah kita," ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Munafri yang akrab disapa Appi juga menyoroti penggunaan gawai pada anak. Ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar menyusun regulasi ketat untuk membatasi penggunaan gadget oleh siswa.
"Jangan anak-anak kita tumbuh dengan bersamaan budaya yang mereka lihat di sosial medianya. Dan lagi-lagi saya sampaikan kepada Dinas Pendidikan, tolong dibuat aturan yang sangat kuat untuk membatasi anak-anak itu bermain dengan gadget-nya setiap hari," ucap Appi.
Menurutnya, dampak negatif penggunaan gawai secara berlebihan mulai terlihat, baik dalam jangka pendek maupun menengah.
"Anak-anak ini sekarang sudah hampir susah berinteraksi dengan orang tuanya, mereka hidup di dalam dunianya sendiri. Bahkan kalau kita lihat, LGBT sudah mulai semakin tinggi di kota ini. Ini bukan urusan satu orang, ini bukan urusan pemerintah saja, tapi ini urusan yang harus kita selesaikan," sebut Appi.
Ia menegaskan, regulasi tersebut diharapkan menjadi benteng agar anak tidak larut dalam arus informasi digital yang berpotensi memberi pengaruh buruk.
"Oleh karena itu kita harus kuat dalam memaksakan, memberikan benar-benar aturan-aturan yang sangat kuat karena dengan regulasi ini akan memberikan sebuah jalan keluar untuk memastikan anak-anak itu tidak terlalu larut, tidak terpengaruh oleh apa yang mereka lihat di dunia maya," tegasnya.
Munafri berharap kebijakan ini tidak sekadar menjadi komitmen di atas kertas, tetapi dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.
"Saya berharap komitmen ini tidak hanya menjadi komitmen yang ada di mulut, di atas kertas, tapi harus nyata tampil di tengah-tengah masyarakat terutama di dalam dunia pendidikan kita," tutupnya.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Achi Soleman, menyatakan pembatasan penggunaan gawai merupakan langkah penting untuk melindungi siswa.
"Terkait dengan pembatasan pemakaian gadget ini juga menjadi isu yang sangat penting sekaitan dengan adanya PP Tunas Pembatasan Gadget bagi pemakaian siswa," paparnya.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merujuk pada Permendikbudristek Nomor 6 Tahun 2024 dan akan diimplementasikan melalui perbaikan sistem manajerial di sekolah.
"Tentunya ini akan ditindaklanjuti melalui sekolah dengan cara satu adalah menciptakan budaya lingkungan yang aman dan nyaman di sekolah," tambah Achi.
Selain itu, pihaknya akan mendorong peningkatan kegiatan ekstrakurikuler sebagai alternatif aktivitas positif bagi siswa.
"Mungkin salah satu cara adalah menghadirkan kegiatan ekskul yang lebih banyak di sekolahan agar siswa bisa teralihkan dengan kegiatan-kegiatan yang positif untuk eh kegiatan ekskul di sekolahan," imbaunya.
Ia menekankan keberhasilan kebijakan ini membutuhkan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan siswa.
"Sudah disampaikan Pak Wali bahwa yang dibutuhkan adalah kolaborasi antara orang tua, eh pihak sekolah, dan siswa sendiri terkait bagaimana menciptakan budaya lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak-anak di sekolahan," terangnya.
"Bagaimana pendidikan tentang budaya local content ini harus masuk ke dalam ranah pendidikan kita supaya anak-anak kita tidak hanya tumbuh bersamaan dengan majunya teknologi tapi juga tetap mengingat nilai-nilai dasar budaya dan adat istiadat serta agama yang ada di wilayah kita," ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Munafri yang akrab disapa Appi juga menyoroti penggunaan gawai pada anak. Ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar menyusun regulasi ketat untuk membatasi penggunaan gadget oleh siswa.
"Jangan anak-anak kita tumbuh dengan bersamaan budaya yang mereka lihat di sosial medianya. Dan lagi-lagi saya sampaikan kepada Dinas Pendidikan, tolong dibuat aturan yang sangat kuat untuk membatasi anak-anak itu bermain dengan gadget-nya setiap hari," ucap Appi.
Menurutnya, dampak negatif penggunaan gawai secara berlebihan mulai terlihat, baik dalam jangka pendek maupun menengah.
"Anak-anak ini sekarang sudah hampir susah berinteraksi dengan orang tuanya, mereka hidup di dalam dunianya sendiri. Bahkan kalau kita lihat, LGBT sudah mulai semakin tinggi di kota ini. Ini bukan urusan satu orang, ini bukan urusan pemerintah saja, tapi ini urusan yang harus kita selesaikan," sebut Appi.
Ia menegaskan, regulasi tersebut diharapkan menjadi benteng agar anak tidak larut dalam arus informasi digital yang berpotensi memberi pengaruh buruk.
"Oleh karena itu kita harus kuat dalam memaksakan, memberikan benar-benar aturan-aturan yang sangat kuat karena dengan regulasi ini akan memberikan sebuah jalan keluar untuk memastikan anak-anak itu tidak terlalu larut, tidak terpengaruh oleh apa yang mereka lihat di dunia maya," tegasnya.
Munafri berharap kebijakan ini tidak sekadar menjadi komitmen di atas kertas, tetapi dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.
"Saya berharap komitmen ini tidak hanya menjadi komitmen yang ada di mulut, di atas kertas, tapi harus nyata tampil di tengah-tengah masyarakat terutama di dalam dunia pendidikan kita," tutupnya.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Achi Soleman, menyatakan pembatasan penggunaan gawai merupakan langkah penting untuk melindungi siswa.
"Terkait dengan pembatasan pemakaian gadget ini juga menjadi isu yang sangat penting sekaitan dengan adanya PP Tunas Pembatasan Gadget bagi pemakaian siswa," paparnya.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merujuk pada Permendikbudristek Nomor 6 Tahun 2024 dan akan diimplementasikan melalui perbaikan sistem manajerial di sekolah.
"Tentunya ini akan ditindaklanjuti melalui sekolah dengan cara satu adalah menciptakan budaya lingkungan yang aman dan nyaman di sekolah," tambah Achi.
Selain itu, pihaknya akan mendorong peningkatan kegiatan ekstrakurikuler sebagai alternatif aktivitas positif bagi siswa.
"Mungkin salah satu cara adalah menghadirkan kegiatan ekskul yang lebih banyak di sekolahan agar siswa bisa teralihkan dengan kegiatan-kegiatan yang positif untuk eh kegiatan ekskul di sekolahan," imbaunya.
Ia menekankan keberhasilan kebijakan ini membutuhkan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan siswa.
"Sudah disampaikan Pak Wali bahwa yang dibutuhkan adalah kolaborasi antara orang tua, eh pihak sekolah, dan siswa sendiri terkait bagaimana menciptakan budaya lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak-anak di sekolahan," terangnya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Forum B2B IGS 2026 Hubungkan Pelaku Usaha Lokal dengan Delegasi 28 Negara
Forum B2B dalam rangkaian IGS 2026 menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah ke pasar internasional.
Kamis, 25 Jun 2026 14:49
Sulsel
Pemkot Makassar Tertibkan 19 PKL Kelapa di Area Benteng Rotterdam
Pendekatan humanis dan persuasif yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membuahkan hasil positif dalam upaya penataan kawasan Benteng Fort Rotterdam dan sekitarnya.
Kamis, 25 Jun 2026 14:30
Makassar City
Legislator DPRD Makassar Dukung Penuh IGS 2026, Dongkrak Ekonomi dan Investasi
Pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Kota Makassar mendapat sambutan positif dari pihak DPRD Kota Makassar, Rabu (24/6/2026).
Rabu, 24 Jun 2026 15:16
News
Investment Forum IGS 2026, Buka Peluang Kerja Sama Sektor Perikanan hingga Pariwisata
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus berkomiten dalam persiapan menjaring investasi internasional melalui ajang Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang berlangsung di The Rinra Hotel, Makassar, Rabu (24/6/2026).
Rabu, 24 Jun 2026 14:19
Makassar City
Jamuan IGS 2026 Jadi Ajang Pemkot Makassar Kenalkan Potensi Investasi ke 28 Negara
Jamuan makan malam Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 digelar di Benteng Rotterdam, Jalan Ujung Pandang, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Selasa (23/6/2026).
Rabu, 24 Jun 2026 12:22
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IAS Resmi Kantongi Diskresi DPP Maju di Musda Golkar Sulsel
2
OJK Perkuat Sinergi dengan Polisi & Jaksa Tangani Kejahatan Keuangan
3
Pendampingan Astra Bantu Rumah Koran Kembangkan Kanreapia hingga Raih Kalpataru
4
Anggota DPRD Jeneponto Digugat ke PN atas Dugaan Wanprestasi Investasi Batu Bara
5
Tanggapi Gugatan, Kuasa Hukum Anggota DPRD Jeneponto Sebut Murni Sengketa Bisnis
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IAS Resmi Kantongi Diskresi DPP Maju di Musda Golkar Sulsel
2
OJK Perkuat Sinergi dengan Polisi & Jaksa Tangani Kejahatan Keuangan
3
Pendampingan Astra Bantu Rumah Koran Kembangkan Kanreapia hingga Raih Kalpataru
4
Anggota DPRD Jeneponto Digugat ke PN atas Dugaan Wanprestasi Investasi Batu Bara
5
Tanggapi Gugatan, Kuasa Hukum Anggota DPRD Jeneponto Sebut Murni Sengketa Bisnis