Pemkot Cari Opsi Lahan untuk TPU di Luar Kota Makassar
Rabu, 06 Mei 2026 12:31
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan keterangan pers saat ditemui di Ruang Media Center Balai Kota Makassar, Selasa (5/5/2026). Foto: Dewan Ghiyats Yan
MAKASSAR - Kondisi Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Makassar kian memprihatinkan karena kepadatan lahan, sehinga pemerintah berupaya mencari opsi di luar kota.
Hal ini disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar saat ini tengah menjajaki berbagai alternatif untuk memastikan ketersediaan lahan pekuburan.
"Sudah pernah kami jalan sama-sama (peninjauan lahan). Ini untuk kita tindak lanjuti lagi memastikan lahan pekuburan yang ada di Kota Makassar dan saya sampaikan juga untuk kita sama-sama lagi mencari lokasi yang benar-benar representatif untuk kita jadikan lahan pekuburan seperti itu," jelasnya.
Terkait lokasi TPU yang baru, Munafri mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengkaji beberapa opsi daerah yang berdekatan langsung dengan wilayah Kota Makassar.
"Alternatifnya yang paling the worst case mungkin di luar Kota Makassar. Jadi kita akan ke daerah-daerah sekitar, apakah di Gowa, apakah di Maros yang aturan RTRW atau tata ruangnya mengatur untuk lahan pekuburan," ungkapnya kepada wartawan.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menyebutkan, mengestimasikan luas lahan yang akan disiapkan untuk area pekuburan sekitar sepuluh hektar. "Iya, untuk yang jangka panjang ke depannya," sebutnya saat ditemui di Ruang Media Center Balai Kota Makassar.
Munafri juga membeberkan bahwa pihaknya telah mulai memantau sejumlah lokasi yang potensial untuk dijadikan area pemakaman baru. "Kemarin itu kita sudah lihat tapi menurut saya nggak tahu secara teknisnya karena Pak ini perlu dilihat lagi, karena agak miring, ada kemiringan," bebernya.
Appi menilai kondisi lahan pemakaman di Kota Makassar saat ini secara relatif sudah sangat padat, sehingga muncul kemungkinan untuk menerapkan opsi penumpukan jenazah di area pekuburan yang ada.
"Sehingga, beberapa kuburan-kuburan itu memang sudah tertutup untuk umum, itu terkhusus pada yang baru tanpa ada keluarga. Tapi biasanya kalau ada keluarga masih memungkinkan untuk ditumpuk, kalau ada keluarga," ucapnya.
Saat ditanya mengenai kepastian lokasi lahan, Appi menjelaskan bahwa saat ini Pemkot Makassar masih dalam tahap perencanaan dan terus mencari lokasi alternatif yang paling sesuai. "Kita akan mencari alternatif, pasti cari alternatif. Kita akan anggarkan untuk itu (pembelian lahan TPU)," tutupnya.
Diketahui di Kota Makassar memang ada beberapa TPU yang tersebar seperti di TPU Beroanging di Jalan Pannampu, kemudian di Mamajang dan juga ada TPU Sudiang. Hanya saja kondisinya sudah sangat sesak sehingga dibutuhkan lokasi baru.
Hal ini disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar saat ini tengah menjajaki berbagai alternatif untuk memastikan ketersediaan lahan pekuburan.
"Sudah pernah kami jalan sama-sama (peninjauan lahan). Ini untuk kita tindak lanjuti lagi memastikan lahan pekuburan yang ada di Kota Makassar dan saya sampaikan juga untuk kita sama-sama lagi mencari lokasi yang benar-benar representatif untuk kita jadikan lahan pekuburan seperti itu," jelasnya.
Terkait lokasi TPU yang baru, Munafri mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengkaji beberapa opsi daerah yang berdekatan langsung dengan wilayah Kota Makassar.
"Alternatifnya yang paling the worst case mungkin di luar Kota Makassar. Jadi kita akan ke daerah-daerah sekitar, apakah di Gowa, apakah di Maros yang aturan RTRW atau tata ruangnya mengatur untuk lahan pekuburan," ungkapnya kepada wartawan.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menyebutkan, mengestimasikan luas lahan yang akan disiapkan untuk area pekuburan sekitar sepuluh hektar. "Iya, untuk yang jangka panjang ke depannya," sebutnya saat ditemui di Ruang Media Center Balai Kota Makassar.
Munafri juga membeberkan bahwa pihaknya telah mulai memantau sejumlah lokasi yang potensial untuk dijadikan area pemakaman baru. "Kemarin itu kita sudah lihat tapi menurut saya nggak tahu secara teknisnya karena Pak ini perlu dilihat lagi, karena agak miring, ada kemiringan," bebernya.
Appi menilai kondisi lahan pemakaman di Kota Makassar saat ini secara relatif sudah sangat padat, sehingga muncul kemungkinan untuk menerapkan opsi penumpukan jenazah di area pekuburan yang ada.
"Sehingga, beberapa kuburan-kuburan itu memang sudah tertutup untuk umum, itu terkhusus pada yang baru tanpa ada keluarga. Tapi biasanya kalau ada keluarga masih memungkinkan untuk ditumpuk, kalau ada keluarga," ucapnya.
Saat ditanya mengenai kepastian lokasi lahan, Appi menjelaskan bahwa saat ini Pemkot Makassar masih dalam tahap perencanaan dan terus mencari lokasi alternatif yang paling sesuai. "Kita akan mencari alternatif, pasti cari alternatif. Kita akan anggarkan untuk itu (pembelian lahan TPU)," tutupnya.
Diketahui di Kota Makassar memang ada beberapa TPU yang tersebar seperti di TPU Beroanging di Jalan Pannampu, kemudian di Mamajang dan juga ada TPU Sudiang. Hanya saja kondisinya sudah sangat sesak sehingga dibutuhkan lokasi baru.
(GUS)
Berita Terkait
Makassar City
Pemkot Makassar Luncurkan Versi Website LONTARA+, Layanan Publik Kini Lebih Inklusif
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kini menghadirkan inovasi terbaru melalui Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar (LONTARA+) yang resmi dapat diakses dalam versi website.
Jum'at, 15 Mei 2026 00:22
Makassar City
Wali Kota Makassar Apresiasi Tindakan Tegas Polrestabes Berantas Geng Motor
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran kepolisian atas kinerja dalam menangani aksi gerombolan geng motor yang meresahkan masyarakat di kota ini.
Kamis, 14 Mei 2026 13:30
Makassar City
Appi Siap Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD untuk Perbaikan Kinerja Pemkot Makassar
DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Paripurna Pengumuman Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025/2026 di Ruang Sipakatau Lantai 2 Balai Kota Makassar, Rabu (13/5/2026).
Kamis, 14 Mei 2026 06:56
Makassar City
Legislator Makassar Usul Anggota Geng Motor Dikenai Sanksi Administratif
Sejumlah legislator menilai penanganan persoalan tersebut perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat kepolisian.
Kamis, 14 Mei 2026 06:32
Makassar City
Warga Tamalanrea Bersatu Tolak PSEL, Sebut Masa Depan Generasi Dipertaruhkan
Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa oleh PT SUS di Kecamatan Tamalanrea, Makassar, terus menguat.
Kamis, 14 Mei 2026 06:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Silaturahmi, Begini Keakraban Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta
2
Open House SDIT Darul Fikri Makassar Hadirkan 10 Zona Edukatif untuk Calon Siswa
3
Anggaran Makan Minum Reses DPRD Wajo Tahun 2023 Bakal Diselidiki Polisi
4
Membludak, Karyawan hingga Warga Ikut Donor Darah HUT ke-37 FIFGROUP di Makassar
5
Perdana & Bersejarah! Petani Rongkong Akhirnya Bisa Tebus Pupuk Subsidi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Silaturahmi, Begini Keakraban Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta
2
Open House SDIT Darul Fikri Makassar Hadirkan 10 Zona Edukatif untuk Calon Siswa
3
Anggaran Makan Minum Reses DPRD Wajo Tahun 2023 Bakal Diselidiki Polisi
4
Membludak, Karyawan hingga Warga Ikut Donor Darah HUT ke-37 FIFGROUP di Makassar
5
Perdana & Bersejarah! Petani Rongkong Akhirnya Bisa Tebus Pupuk Subsidi