Pemkot Makassar Tambah Verifikator untuk Antisipasi Lonjakan PPDB

Rabu, 17 Jun 2026 19:49
Pemkot Makassar Tambah Verifikator untuk Antisipasi Lonjakan PPDB
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat ditemui di SMPN 3 Makassar, Rabu (17/6/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 6 dan SMPN 3 Makassar, Rabu (17/6/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penerimaan siswa baru berjalan transparan, adil, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Proses PPDB saat ini mencakup tiga jalur utama, yakni afirmasi, mutasi, dan prestasi. Teman-teman (panitia penyelenggara PPDB) akan punya ekstra pekerjaan pada saat jalur domisili. Ini banyak sekali yang mendaftar," kata Munafri kepada wartawan.

Menurutnya, jalur domisili berpotensi menjadi tahapan yang paling padat karena tingginya jumlah pendaftar. Kondisi tersebut terlihat dari data tahun sebelumnya. Di SMPN 3 Makassar, misalnya, jumlah pendaftar mencapai lebih dari 2.000 orang, sementara daya tampung sekolah hanya sekitar 300 siswa.

"Artinya ini butuh verifikator yang benar-benar kuat, jeli untuk memastikan supaya aturan-aturan yang ada itu benar-benar berjalan sesuai apa yang kita inginkan. Kita tidak mau ada ketidakadilan dalam rangka proses penerimaan siswa baru ini dan saya berharap kita semua bisa memastikan ini bisa berjalan yang baik," tegasnya.

Munafri menjelaskan, penggunaan aplikasi Lontara Plus pada PPDB tahun ini bertujuan meningkatkan keterbukaan informasi serta memudahkan masyarakat memantau proses seleksi secara real time.

"Akses yang lebih mudah, real-time ini harus dijaga, khususnya para verifikator untuk memastikan anak-anak bisa terserap dengan baik sesuai dengan kuota yang dimiliki oleh sekolah," terangnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak percaya kepada pihak yang menawarkan bantuan kelulusan melalui jalur belakang atau praktik percaloan.

"Jangan lagi ada yang pakai calo dan sebagainya," imbaunya.

Pemkot Makassar, kata Munafri, terus melakukan pembenahan sistem PPDB agar proses seleksi berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Terkait potensi pelanggaran dalam proses penerimaan siswa baru, Munafri memastikan akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan kecurangan.

"Tentu akan mendapat tindakan pasti. Saya sampaikan jangan percayalah calo-calo itu, silakan datang ke sekolah. Ini ada pengaduan-pengaduan, kalau ada yang tidak dimengerti, ada yang kurang jelas, datang silakan, akan diberikan pemahaman yang baik, begitu," ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran proses seleksi, Pemkot Makassar juga menyiapkan penambahan tenaga verifikator, terutama pada sekolah yang diperkirakan mengalami lonjakan pendaftar.

Sementara itu, Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, mengatakan tantangan utama PPDB saat ini adalah mempercepat proses verifikasi berkas pendaftaran.

"Hari kedua itu rata-rata verifikasinya masih sekitar di bawah 50 persen. Tapi alhamdulillah, hari ini saya lihat sudah 70 persen rata-ratanya. Jadi untuk persiapan besok di hari pengumuman itu, kita memang perlu koordinasi yang lebih intens dari Dinas Pendidikannya kepada sekolah-sekolah yang memang belum terkejar verifikasi berkasnya," ungkapnya di SMPN 3 Makassar.

Menurut Gita, keterlambatan verifikasi umumnya terjadi di sekolah yang menerima jumlah pendaftar sangat besar, terutama sekolah-sekolah unggulan dengan jumlah verifikator yang terbatas.

"Seperti SMP 6, SMP 8, tapi SMP 8 itu progresnya lumayan oke. Memang ada beberapa sekolah di mana siswa-siswanya itu menumpuk di sana. Karena memang banyak siswa-siswa yang berprestasi ingin masuk ke sekolah unggulan," katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan pendaftar pada jalur domisili, Pemkot Makassar telah memastikan kesiapan server dan infrastruktur sistem pendukung PPDB.

"Insyaallah memadai untuk penumpukan pendaftar. Kemudian kita juga mengimbau kepada seluruh sekolah, apalagi sekolah-sekolah favorit atau sekolah-sekolah yang berada di padat pemukiman. Di mana pastinya sekolah tersebut akan mendapatkan banyak sekali pendaftar. Makanya verifikatornya kita tolong siapkan lebih banyak daripada jalur non-domisili ini. Karena jalur non-domisili ini 1/2 pendaftar di domisili nanti," tutup Gita.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru