Pemkot Makassar Manfaatkan IGS 2026 untuk Perluas Jejaring Diplomatik dan Bisnis

Selasa, 23 Jun 2026 10:32
Pemkot Makassar Manfaatkan IGS 2026 untuk Perluas Jejaring Diplomatik dan Bisnis
Suasana konferensi pers IGS 2026, di Ruang Lontar, The Rinra Hotel Makassar, Senin (22/6/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Kota Makassar ditunjuk sebagai tuan rumah Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026. Kegiatan ini akan menghadirkan 35 delegasi dari 28 negara, yang terdiri atas duta besar, kepala perwakilan diplomatik, konsulat, serta pejabat kedutaan besar.

Melalui ajang tersebut, Pemerintah Kota Makassar bersama Kementerian Luar Negeri RI berupaya memperkuat hubungan internasional melalui pendekatan budaya dan kuliner, sekaligus mempromosikan potensi investasi, perdagangan, pariwisata, serta produk unggulan daerah.

Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Ani Nigeriawati, mengatakan IGS merupakan inisiatif yang diluncurkan sejak Desember 2023 untuk membuka akses informasi mengenai potensi daerah di Indonesia kepada komunitas internasional.

"Baik di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, dan bidang-bidang strategis lainnya melalui kuliner sebagai sebuah instrumen yang kami nilai sangat efektif untuk mendekatkan negara-negara sahabat kepada eh Indonesia. Ini adalah instrumen dari soft power diplomasi yang eh cukup efektif," ungkapnya, Senin (22/6/2026).

Menurut Ani, program tersebut juga mendukung kampanye nasional Indonesia Spice Up the World (ISUTW).

"Ada program Rasa Rempah Indonesia. Sehingga konstituen internasional, kalangan diplomatik, masyarakat asing itu tidak hanya menikmati kuliner Indonesia, tetapi yang terpenting adalah narasi di balik itu dan juga identitas yang dibawa. Sebelumnya kami juga sudah pernah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan kali ini satu kebanggaan kita bisa bekerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar," lanjut Ani.

Ia menjelaskan, Makassar dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan IGS keenam karena memiliki rekam jejak kerja sama internasional yang cukup kuat, termasuk melalui program sister city dengan sejumlah negara.

"Kami juga sudah mencatat bahwa Makassar ini memiliki sejumlah kerja sama atau sister city dengan sejumlah negara sahabat. Kami dari Kementerian Luar Negeri sebagai penghubung dengan pihak luar negeri untuk bisa membantu dan mendukung apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah Kota Makassar," paparnya.

Salah satu agenda utama IGS 2026 adalah Business and Investment Forum yang akan mempertemukan komunitas diplomatik dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan UMKM.

"Kita harus membangun jejaring, memperluas jejaring Kota Makassar dengan komunitas diplomatik yang barangkali ada yang belum tereksplor dan belum pernah ter-connect. Nah, ini kesempatan untuk connect. Nanti akan ada kegiatan Business and Investment Forum. Di situ akan menjadi satu momentum yang sangat ideal untuk bisa memperkenalkan apa yang ingin kita tawarkan, kolaborasi, dan kemitraan dengan negara-negara sahabat," tegasnya.

Ani menilai Makassar memiliki peluang besar di sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi yang dapat diperkenalkan kepada dunia internasional melalui forum tersebut.

"Karena kami meyakini peluang trade, tourism, dan investment di Makassar itu sangat besar. Jadi, kesempatan melalui Indonesia Gastronomy Diplomacy Series ini, kita ingin mempertemukan juga kerja sama tentunya dengan Pemkot Makassar dengan pelaku-pelaku usaha, dan potensi dari UMKM, ya, potensi dari local economy Makassar, supaya bisa lebih go global," ujarnya.

Sementara itu, Asisten III Setda Kota Makassar sekaligus Koordinator IGS 2026, Dr. Firman Hamid Paggara, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan sejak Makassar ditunjuk sebagai tuan rumah.

"Terkait kesiapannya, alhamdulillah sejak kami dari Pemerintah Kota Makassar dihubungi untuk menjadi tuan rumah, kami sudah menyiapkan beberapa persiapan. Kami juga sudah beberapa kali melakukan koordinasi dengan pihak-pihak pengamanan, termasuk TNI-Polri dan lain-lain," ujarnya.

Rangkaian utama IGS 2026 akan berlangsung pada 23–24 Juni 2026. Pada 25 Juni, seluruh delegasi dijadwalkan kembali ke Jakarta.

"Karena di tanggal 25 mereka (delegasi 28 negara) sudah kembali dari Makassar ke Jakarta. Semoga di dua hari pelaksanaan acara tersebut dapat berjalan dengan baik dan aman. Insyaallah, semoga juga seperti yang diharapkan, kita mengharapkan bersama bahwa di forum-forum investasi dan bisnis nantinya, Makassar juga mengundang seluruh kepala daerah, 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan," harapnya.

Pemkot Makassar juga membuka ruang partisipasi bagi seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan untuk memperkenalkan potensi daerah masing-masing kepada para delegasi.

"Kita awali dengan makan malam (welcome dinner). Kita harapkan makan malam atau welcome dinner ini menjadi pembuka. Kegiatan pembuka kick-off untuk bagaimana memperkenalkan cita rasa-cita rasa yang ada di Kota Makassar. Karena ketika kita membicarakan gastro atau gastronomi, tentunya Makassar merupakan satu kota juga yang memiliki banyak keanekaragaman khas makanan," urainya.

Firman menambahkan, seluruh perusahaan dan UMKM yang akan ditampilkan telah melalui proses kurasi dan memiliki kesiapan untuk menjajaki pasar ekspor.

"Kita sudah memiliki database seluruh perusahaan dan seluruh UMKM yang sudah terdata, dan itu sudah menjadi database dari dinas masing-masing. Database itulah yang dikurasi dan ditampilkan nanti di pelaksanaan forum. Di situ nanti ada perkenalan 20 booth UMKM dan juga ada booth dari PTSP," sambungnya.

Selain pameran UMKM, IGS 2026 juga akan menghadirkan sesi business matching yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon mitra internasional.

"Itu sudah dikurasi semua, dan kami harapkan juga setelah pertemuan, itu sudah ada nanti misalnya tindak lanjut, MoU kah atau misalnya akan ada perjanjian kerja sama atau letter of intent dan lain-lain untuk melanjutkan diskusi mereka yang dilaksanakan di Kota Makassar ini. Sehingga potensi-potensi yang tadinya tidak terlihat, negara-negara tidak mengetahui, itu bisa terdeteksi semua di forum bisnis ini," imbuh Firman.

Berdasarkan data panitia, delegasi yang hadir terdiri atas delapan duta besar, 14 pasangan duta besar, tiga charge d'affaires (CDA), satu kepala konsulat, dan tujuh perwakilan diplomatik dari 28 negara sahabat.

Kehadiran para delegasi tersebut menjadi momentum bagi Kota Makassar untuk memperkenalkan potensi perdagangan, investasi, pariwisata, budaya, dan ekonomi lokal kepada komunitas internasional melalui jalur diplomasi budaya dan kuliner.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru