Legislator DPRD Makassar Dukung Penuh IGS 2026, Dongkrak Ekonomi dan Investasi
Rabu, 24 Jun 2026 15:16
Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Muchlis A. Misbah, saat dtemui di Benteng Rotterdam, Rabu (24/6/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Kota Makassar mendapat sambutan positif dari pihak DPRD Kota Makassar, Rabu (24/6/2026).
Dukungan tersebut datang dari anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Muchlis A. Misbah. Ia mengatakan ajang gastrodiplomasi yang digelar Kementerian Luar Negeri RI bersama Pemerintah Kota Makassar itu memiliki nilai penting, sehingga perlu diberikan support.
"Bagi kami di legislatif, pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS), mendapat dukungan penuh dari DPRD Kota Makassar. Karena meningkatkan perputaran ekonomi di Kota Makassar," ujarnya kepada wartawan.
Kegiatan yang menghadirkan puluhan delegasi diplomatik dari berbagai negara tersebut dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi Kota Makassar kepada dunia internasional.
Menurut politisi Hanura itu, kehadiran para duta besar, diplomat, dan perwakilan negara sahabat menjadi kesempatan besar bagi Makassar untuk menunjukkan berbagai keunggulan yang dimiliki, baik dari sisi budaya, pariwisata, kuliner, maupun potensi ekonomi.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini karena menjadi sarana untuk memperkenalkan Makassar ke dunia luar. Forum IGS 2026 tidak hanya menjadi ajang diplomasi kuliner dan budaya, tetapi juga etalase strategis untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kota Makassar kepada dunia internasional," sebutnya.
Dia bilang, kehadiran puluhan delegasi diplomatik dari berbagai negara dinilai membuka peluang besar bagi Makassar untuk memperluas jejaring kerja sama, menarik investasi, serta memperkuat promosi sektor pariwisata, ekonomi, dan kebudayaan di tingkat global.
"Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita berharap semakin banyak investor yang tertarik datang ke Makassar, melihat langsung potensi yang kita miliki, serta membuka peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat," tambah Muchlis.
Ia menegaskan, dukungan DPRD Kota Makassar terhadap kegiatan tersebut tidak hanya disampaikan dalam bentuk pernyataan, tetapi juga diwujudkan melalui kehadiran langsung para anggota dewan dalam setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan.
"Kami hadir di sini sebagai bentuk dukungan nyata. Kehadiran kami dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa DPRD Kota Makassar memberikan perhatian dan dukungan terhadap upaya-upaya promosi daerah yang dilakukan pemerintah Kota," jelasnya.
Menurut Muchlis, kehadiran unsur legislatif menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung upaya Pemerintah Kota Makassar memperkuat promosi daerah di tingkat internasional.
"Bahkan kami menanggalkan berbagai agenda dan kegiatan lain untuk hadir di sini sebagai bentuk dukungan tersebut," tambahnya.
Muchlis menilai masih banyak potensi Kota Makassar yang belum dikenal luas oleh masyarakat internasional. Karena itu, kegiatan seperti Indonesia Gastrodiplomacy Series menjadi wadah yang tepat untuk memperkenalkan berbagai kekayaan daerah yang selama ini belum terekspos secara maksimal.
Dia menyebut sektor pariwisata menjadi salah satu potensi yang perlu terus diperkenalkan kepada dunia. Selain itu, kekayaan kuliner khas Makassar dan Sulawesi Selatan yang menjadi bagian utama dalam kegiatan gastrodiplomasi juga memiliki daya tarik yang besar bagi wisatawan maupun investor.
Tidak hanya itu, keberagaman adat istiadat, budaya, dan tradisi masyarakat Makassar juga dinilai memiliki nilai jual yang dapat memperkuat citra kota sebagai destinasi wisata dan pusat kebudayaan di kawasan Indonesia Timur.
"Masih banyak hal yang perlu diperkenalkan dari Kota Makassar. Mulai dari destinasi wisatanya, kulinernya, hingga adat istiadat dan budaya. Selama ini masih banyak potensi yang belum terekspos dengan baik. Melalui kegiatan seperti ini, semua potensi tersebut dapat ditampilkan dan diperkenalkan kepada para tamu dari berbagai negara," terangnya.
Muchlis berharap kegiatan promosi berskala internasional seperti IGS dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena mampu memberikan dampak positif bagi Kota Makassar.
"Baik dari sisi promosi, peningkatan kunjungan wisatawan, maupun peluang investasi yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Makassar," harapnya.
Dengan semakin banyaknya kegiatan internasional yang digelar di Makassar lanjut dia, maka semakin luas pula peluang untuk memperkenalkan daerah kita kepada dunia.
"Harapannya, tentu akan berdampak pada peningkatan investasi, kunjungan wisatawan, serta pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Makassar," tutupnya.
Diketahui, sebanyak 41 delegasi dari 28 negara ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Negara-negara yang hadir berasal dari kawasan Asia, Eropa, Afrika, Amerika, hingga Pasifik, di antaranya. Fiji, Australia, Pakistan, Japan, Mexico, Brazil, Ukraina, Bosnia and Herzegovina, Cuba, Tunisia, Venezuela, Serbia, Poland.
Selanjutnya, delegasi negara Solomon Islands, Peru, Nigeria, Costa Rica, Bulgaria, Lao PDR, Finland, Cambodia, Zimbabwe, Ethiopia, Rwanda, Netherlands, Uruguay, Malaysia, Philippines.
Dukungan tersebut datang dari anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Muchlis A. Misbah. Ia mengatakan ajang gastrodiplomasi yang digelar Kementerian Luar Negeri RI bersama Pemerintah Kota Makassar itu memiliki nilai penting, sehingga perlu diberikan support.
"Bagi kami di legislatif, pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS), mendapat dukungan penuh dari DPRD Kota Makassar. Karena meningkatkan perputaran ekonomi di Kota Makassar," ujarnya kepada wartawan.
Kegiatan yang menghadirkan puluhan delegasi diplomatik dari berbagai negara tersebut dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi Kota Makassar kepada dunia internasional.
Menurut politisi Hanura itu, kehadiran para duta besar, diplomat, dan perwakilan negara sahabat menjadi kesempatan besar bagi Makassar untuk menunjukkan berbagai keunggulan yang dimiliki, baik dari sisi budaya, pariwisata, kuliner, maupun potensi ekonomi.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini karena menjadi sarana untuk memperkenalkan Makassar ke dunia luar. Forum IGS 2026 tidak hanya menjadi ajang diplomasi kuliner dan budaya, tetapi juga etalase strategis untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kota Makassar kepada dunia internasional," sebutnya.
Dia bilang, kehadiran puluhan delegasi diplomatik dari berbagai negara dinilai membuka peluang besar bagi Makassar untuk memperluas jejaring kerja sama, menarik investasi, serta memperkuat promosi sektor pariwisata, ekonomi, dan kebudayaan di tingkat global.
"Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita berharap semakin banyak investor yang tertarik datang ke Makassar, melihat langsung potensi yang kita miliki, serta membuka peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat," tambah Muchlis.
Ia menegaskan, dukungan DPRD Kota Makassar terhadap kegiatan tersebut tidak hanya disampaikan dalam bentuk pernyataan, tetapi juga diwujudkan melalui kehadiran langsung para anggota dewan dalam setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan.
"Kami hadir di sini sebagai bentuk dukungan nyata. Kehadiran kami dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa DPRD Kota Makassar memberikan perhatian dan dukungan terhadap upaya-upaya promosi daerah yang dilakukan pemerintah Kota," jelasnya.
Menurut Muchlis, kehadiran unsur legislatif menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung upaya Pemerintah Kota Makassar memperkuat promosi daerah di tingkat internasional.
"Bahkan kami menanggalkan berbagai agenda dan kegiatan lain untuk hadir di sini sebagai bentuk dukungan tersebut," tambahnya.
Muchlis menilai masih banyak potensi Kota Makassar yang belum dikenal luas oleh masyarakat internasional. Karena itu, kegiatan seperti Indonesia Gastrodiplomacy Series menjadi wadah yang tepat untuk memperkenalkan berbagai kekayaan daerah yang selama ini belum terekspos secara maksimal.
Dia menyebut sektor pariwisata menjadi salah satu potensi yang perlu terus diperkenalkan kepada dunia. Selain itu, kekayaan kuliner khas Makassar dan Sulawesi Selatan yang menjadi bagian utama dalam kegiatan gastrodiplomasi juga memiliki daya tarik yang besar bagi wisatawan maupun investor.
Tidak hanya itu, keberagaman adat istiadat, budaya, dan tradisi masyarakat Makassar juga dinilai memiliki nilai jual yang dapat memperkuat citra kota sebagai destinasi wisata dan pusat kebudayaan di kawasan Indonesia Timur.
"Masih banyak hal yang perlu diperkenalkan dari Kota Makassar. Mulai dari destinasi wisatanya, kulinernya, hingga adat istiadat dan budaya. Selama ini masih banyak potensi yang belum terekspos dengan baik. Melalui kegiatan seperti ini, semua potensi tersebut dapat ditampilkan dan diperkenalkan kepada para tamu dari berbagai negara," terangnya.
Muchlis berharap kegiatan promosi berskala internasional seperti IGS dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena mampu memberikan dampak positif bagi Kota Makassar.
"Baik dari sisi promosi, peningkatan kunjungan wisatawan, maupun peluang investasi yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Makassar," harapnya.
Dengan semakin banyaknya kegiatan internasional yang digelar di Makassar lanjut dia, maka semakin luas pula peluang untuk memperkenalkan daerah kita kepada dunia.
"Harapannya, tentu akan berdampak pada peningkatan investasi, kunjungan wisatawan, serta pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Makassar," tutupnya.
Diketahui, sebanyak 41 delegasi dari 28 negara ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Negara-negara yang hadir berasal dari kawasan Asia, Eropa, Afrika, Amerika, hingga Pasifik, di antaranya. Fiji, Australia, Pakistan, Japan, Mexico, Brazil, Ukraina, Bosnia and Herzegovina, Cuba, Tunisia, Venezuela, Serbia, Poland.
Selanjutnya, delegasi negara Solomon Islands, Peru, Nigeria, Costa Rica, Bulgaria, Lao PDR, Finland, Cambodia, Zimbabwe, Ethiopia, Rwanda, Netherlands, Uruguay, Malaysia, Philippines.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
Jajaran DPRD Kota Makassar mulai menempati gedung baru di Jalan AP Pettarani untuk menjalankan aktivitas kedewanan, Rabu (12/8/2026).
Kamis, 13 Agu 2026 09:56
Makassar City
Pendataan Perlinsos Digital Capai 50.088 KK, Wali Kota Appi Targetkan Makassar Tembus 70 Persen
Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Sosial terus menggenjot pendataan warga melalui platform Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital.
Rabu, 12 Agu 2026 17:46
Makassar City
Realisasi Investasi Makassar Tembus Rp2,7 Triliun hingga Triwulan Kedua
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar mencatat realisasi investasi telah mencapai angka Rp2,7 triliun lebih hingga periode triwulan kedua atau semester pertama tahun 2026.
Rabu, 12 Agu 2026 16:27
Makassar City
Pemkot Makassar Perluas Tracing TBC, Target 339 Titik
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperluas tracing tuberkulosis (TBC) dengan mengintegrasikannya bersama Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Rabu, 12 Agu 2026 07:20
Makassar City
Komisi A DPRD Makassar Siapkan Tiga Langkah Kawal Kelurahan Sadar HAM
Komisi A DPRD Kota Makassar menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengawal program Kelurahan Sadar Hak Asasi Manusia (HAM) agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Selasa, 11 Agu 2026 07:31
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tokoh Senior Dorong Hamzah Pangki Kembali Memimpin Golkar Bulukumba
2
BKKBN Sulsel Gelar Lomba Unik Antar Tim Kerja Semarakkan Hut Ke-81 RI
3
Pura-pura Tak Punya Keluarga, Pria Ini Diduga Curi HP dan Uang Rp3,2 Juta di Burau Lutim
4
Pendataan Perlinsos Digital Capai 50.088 KK, Wali Kota Appi Targetkan Makassar Tembus 70 Persen
5
Pengadilan Agama Maros Cabut Hak Perwalian Orang Tua
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tokoh Senior Dorong Hamzah Pangki Kembali Memimpin Golkar Bulukumba
2
BKKBN Sulsel Gelar Lomba Unik Antar Tim Kerja Semarakkan Hut Ke-81 RI
3
Pura-pura Tak Punya Keluarga, Pria Ini Diduga Curi HP dan Uang Rp3,2 Juta di Burau Lutim
4
Pendataan Perlinsos Digital Capai 50.088 KK, Wali Kota Appi Targetkan Makassar Tembus 70 Persen
5
Pengadilan Agama Maros Cabut Hak Perwalian Orang Tua