BATIC 2025: Indonesia Siap Jadi Pusat Data Regional

Minggu, 31 Agu 2025 19:18
BATIC 2025: Indonesia Siap Jadi Pusat Data Regional
Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2025 resmi dibuka, dengan mengusung tema besar “Igniting Tomorrow’s Digital Evolution”. Foto/Istimewa
Comment
Share
BALI - Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2025 resmi dibuka, menghadirkan ratusan pemimpin telekomunikasi global dan regional, pembuat kebijakan, serta inovator industri digital. Mengusung tema besar “Igniting Tomorrow’s Digital Evolution”, gelaran tahun ini menjadi semakin impresif.

Pembukaan berlangsung di Mangupura Hall, Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort, Nusa Dua. Hadir dalam acara ini Managing Director Danantara Setyanto Hantoro, Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Dian Siswarini, dan CEO Telin Budi Satria Dharma Purba. Wakil Direktur Utama Telkom Muhammad Awaluddin serta jajaran direksi Telkom lainnya juga turut hadir.

Dalam sambutannya, Setyanto Hantoro menegaskan komitmen Danantara untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat data regional, serta mengintegrasikan teknologi seperti AI, cloud, bioteknologi, dan energi hijau dalam setiap investasi.

Ia menyampaikan bahwa Danantara tidak hanya menggerakkan modal, tetapi juga membangun kemitraan global, melakukan transfer teknologi, dan menerapkan eksekusi yang disiplin guna mendorong daya saing, ketangguhan, serta kemakmuran jangka panjang. Ia juga mengajak investor global untuk turut membentuk masa depan Indonesia.

Selaras dengan visi tersebut, Dian Siswarini dalam pidato kuncinya bertajuk “Empowering the Digital Future: Connectivity, Innovation & Growth” menekankan bahwa BATIC 2025 bukan sekadar konferensi, melainkan forum aksi kolektif.

“BATIC lebih dari sekadar konferensi, forum ini adalah platform untuk aksi kolektif. Melalui kolaborasi, kami ingin membangun masa depan yang terkoneksi untuk semua,” ujarnya.

Dian juga menambahkan bahwa transformasi Telkom mendukung semangat kolaboratif ini.Telkom ditegaskannya sedang bertransformasi menjadi strategic holding, fokus pada B2C, infrastruktur digital, bisnis internasional, dan solusi B2B.

"Kami memperkenalkan Indonesia Cable Express (ICE) untuk memposisikan Indonesia sebagai hub digital Indo-Pasifik dan meluncurkan AI Center of Excellence untuk mendorong talenta, inovasi, dan solusi AI nyata. Langkah ini memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem digital global,” jelasnya.

Hari pertama konferensi mengangkat sub-tema “Laying the Digital Foundation”, yang menyoroti pentingnya infrastruktur digital sebagai fondasi inovasi masa depan. Diskusi membahas peran kabel bawah laut, pusat data, dan solusi jaringan aman sebagai tulang punggung ekosistem digital yang kuat dan tangguh.

Infrastruktur yang solid dan skalabel menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan sekaligus mendukung kemajuan teknologi seperti AI, konektivitas generasi baru, dan platform digital canggih.

Sesi pembuka menampilkan presentasi dari Senior Managing Partner FTI Delta, Sam Evans, berjudul “Unlocking the Power of Future Technology”. Dalam paparannya, ia menekankan peran jaringan sebagai penggerak utama inovasi transformatif dan peluang pertumbuhan digital.

Dari perspektif industri, CEO Telin Budi Satria Dharma Purba menekankan pentingnya kemitraan untuk menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang digital.

“Di dunia yang digerakkan oleh data dan konektivitas, kesuksesan bergantung pada inovasi bersama. Kami melihat optimisme yang kuat di sektor konektivitas Asia-Pasifik, dengan cloud, 5G, dan AI mendorong pertumbuhan permintaan 35–40% setiap tahun. Satelit tetap penting untuk menjangkau wilayah terpencil, dan investasi masa depan harus fokus pada jaringan generasi berikutnya dan orkestrasi untuk memastikan ketahanan, fleksibilitas, dan transformasi digital berkelanjutan,” ujar Budi.

Diskusi berlanjut dalam panel “Next-Gen Infrastructure: Enabling The Tech Revolution”, yang membahas peran kabel bawah laut, 5G, AI, cloud, dan edge computing dalam membentuk lanskap digital global. Panel ini diisi oleh para pemimpin industri internasional, termasuk Jayanth Nagarajan, Dr. Meng Shusen, Derrick Buckley, Maxie Reynolds, Eduardo Mateo, Eddie Tay, Leon Chen, Frederick Chul, dan Budi Satria Dharma Purba.

Sesi selanjutnya bertajuk “Beyond Boundaries: How Technology is Transforming Communication” menghadirkan pakar global seperti Matt Ekram, Kharisma, Nabil Baccouche, Pushpendra Singh, Lim Li San, dan Goran Valjak.

Diskusi mengeksplorasi bagaimana AI, cloud, dan platform imersif mengubah cara manusia berkomunikasi, sembari menghadapi tantangan keamanan, kepatuhan, dan aksesibilitas.

Selain menjadi ruang diskusi, BATIC 2025 juga menjadi ajang penandatanganan sejumlah kerja sama strategis. Di antaranya: kolaborasi antara BBIX dan Telin untuk ekspansi Remote IX Partnership; antara Data Center Specialist dan Telin, serta Velo Technologies dan Telin, untuk perjanjian saluran distribusi; dan kerja sama ACASIA dan Telin untuk distribusi solusi digital.

Hari pertama BATIC 2025 ditutup dengan Gala Dinner di Taman Bhagawan. Suasana hangat dan akrab menjadi momen penting bagi para peserta untuk mempererat jejaring dan membangun kolaborasi berkelanjutan di hari-hari berikutnya.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru