Amran Sulaiman: Wahdah Islamiyah Miliki Mentalitas dan Karakter Kuat
Minggu, 16 Nov 2025 17:56
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, hadir sebagai tamu kehormatan pada Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Wahdah Islamiyah di Asrama Haji. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, hadir sebagai tamu kehormatan pada Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Wahdah Islamiyah di Asrama Haji, Sudiang, Kota Makassar, Sabtu, (15/11/2025).
Ia mengajak kepada seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga dan memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian umat.
Dalam kesempatan itu, Amran memberikan apresiasi khusus kepada Wahdah Islamiyah sebagai ormas yang konsisten membangun kaderisasi dan kontribusi umat. “Wahdah memiliki mentalitas dan karakter kuat. Jika seratus ribu kader Wahdah bergerak bersama, mereka bisa mengguncang dunia,” ujarnya dalam acara itu.
Silatnas dan Mukernas Wahdah Islamiyah diikuti lebih dari 105.000 peserta dari seluruh Indonesia, baik secara luring maupun melalui jaringan koordinasi nasional Wahdah Islamiyah. Tema yang diangkat kali ini “Bersatu Berjuang, Menjaga dan Memajukan Negeri Tercinta".
Selain itu, Amran menyampaikan komitmen kuat pemerintah dalam mendukung perjuangan kemanusiaan untuk rakyat Palestina.
Ia menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian bersama berbagai elemen bangsa telah mengirim 10.000 ton beras melalui kerja sama resmi dengan Kerajaan Yordania, dengan penyaluran langsung di perbatasan Yordania–Palestina pada 14 April 2025.
“Jangan sampai kita lupa bersedekah dan membantu Palestina. Umat itu harus kuat,” ujar Amran.
Amran juga memaparkan bahwa negara-negara Muslim saat ini menaruh harapan besar kepada Indonesia. Hal ini ia saksikan melalui serangkaian lawatan ke Yordania, Turki, Dubai, Qatar, dan Mesir. “Harapan umat itu adalah Indonesia. Mereka melihat kekuatan besar ada pada umat Islam di negeri ini,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustad Zaitun Rasmin, menegaskan pentingnya silaturahim dan persatuan sebagai fondasi utama perjuangan umat.
Ustadz Zaitun menekankan bahwa persatuan dan kasih sayang dalam ikatan keimanan merupakan amal yang sangat dicintai Allah Ta’ala. Ia merujuk pada ayat Al-Qur’an yang dibacakan di awal acara, yang menegaskan kuatnya nilai kebersamaan dalam menjalankan dakwah dan perjuangan.
Ia kemudian mengenang perjalanan panjang Wahdah Islamiyah sejak berdiri pada tahun 1998.
Menurutnya, keberkahan dakwah bukan terletak pada rutinitas, melainkan pada keistiqamahan yang menghadirkan perkembangan nyata. Hal itu terlihat dari lahirnya berbagai lembaga pendidikan, cabang organisasi, dan kader dakwah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Ia mengajak kepada seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga dan memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian umat.
Dalam kesempatan itu, Amran memberikan apresiasi khusus kepada Wahdah Islamiyah sebagai ormas yang konsisten membangun kaderisasi dan kontribusi umat. “Wahdah memiliki mentalitas dan karakter kuat. Jika seratus ribu kader Wahdah bergerak bersama, mereka bisa mengguncang dunia,” ujarnya dalam acara itu.
Silatnas dan Mukernas Wahdah Islamiyah diikuti lebih dari 105.000 peserta dari seluruh Indonesia, baik secara luring maupun melalui jaringan koordinasi nasional Wahdah Islamiyah. Tema yang diangkat kali ini “Bersatu Berjuang, Menjaga dan Memajukan Negeri Tercinta".
Selain itu, Amran menyampaikan komitmen kuat pemerintah dalam mendukung perjuangan kemanusiaan untuk rakyat Palestina.
Ia menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian bersama berbagai elemen bangsa telah mengirim 10.000 ton beras melalui kerja sama resmi dengan Kerajaan Yordania, dengan penyaluran langsung di perbatasan Yordania–Palestina pada 14 April 2025.
“Jangan sampai kita lupa bersedekah dan membantu Palestina. Umat itu harus kuat,” ujar Amran.
Amran juga memaparkan bahwa negara-negara Muslim saat ini menaruh harapan besar kepada Indonesia. Hal ini ia saksikan melalui serangkaian lawatan ke Yordania, Turki, Dubai, Qatar, dan Mesir. “Harapan umat itu adalah Indonesia. Mereka melihat kekuatan besar ada pada umat Islam di negeri ini,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustad Zaitun Rasmin, menegaskan pentingnya silaturahim dan persatuan sebagai fondasi utama perjuangan umat.
Ustadz Zaitun menekankan bahwa persatuan dan kasih sayang dalam ikatan keimanan merupakan amal yang sangat dicintai Allah Ta’ala. Ia merujuk pada ayat Al-Qur’an yang dibacakan di awal acara, yang menegaskan kuatnya nilai kebersamaan dalam menjalankan dakwah dan perjuangan.
Ia kemudian mengenang perjalanan panjang Wahdah Islamiyah sejak berdiri pada tahun 1998.
Menurutnya, keberkahan dakwah bukan terletak pada rutinitas, melainkan pada keistiqamahan yang menghadirkan perkembangan nyata. Hal itu terlihat dari lahirnya berbagai lembaga pendidikan, cabang organisasi, dan kader dakwah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Mentan RI Gerak Cepat Tangani Banjir di Bone, Bawa Bantuan Pangan Rp9 Miliar
Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Bone bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, khususnya di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Senin, 11 Mei 2026 13:18
News
Mentan Kumpulkan 170 Bupati, Perkuat Irigasi dan Perkebunan Jaga Produksi Pangan Nasional
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengkonsolidasikan sekitar 170 bupati dari seluruh Indonesia, untuk memperkuat program irigasi dan pengembangan perkebunan sebagai langkah strategis menjaga produksi pangan nasional.
Senin, 20 Apr 2026 23:17
News
Stok Melimpah, Cadangan Beras Nasional Capai 4,5 Juta Ton
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut cadangan beras nasional mencetak rekor tertinggi dengan capaian sekitar 4,5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Minggu, 05 Apr 2026 19:05
News
El Nino Mengancam, Mentan Amran Klaim Cadangan Pangan Aman
Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah ancaman El Nino ekstrem yang diperkirakan terjadi pada April hingga Oktober 2026.
Kamis, 26 Mar 2026 21:47
News
Andi Amran Sulaiman: Arsitek Kedaulatan Pangan di Tengah Krisis Global
Di tengah gejolak krisis pangan global yang melanda berbagai negara, nama Andi Amran Sulaiman muncul sebagai sosok pahlawan modern bagi bangsa Indonesia.
Selasa, 24 Mar 2026 11:50
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
3
Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
4
OJK Tingkatkan Strategi Anti-Scam Bersama Australia, Fokus Perlindungan Konsumen
5
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
3
Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
4
OJK Tingkatkan Strategi Anti-Scam Bersama Australia, Fokus Perlindungan Konsumen
5
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa