El Nino Mengancam, Mentan Amran Klaim Cadangan Pangan Aman
Kamis, 26 Mar 2026 21:47
Mentan RI, Andi Amran Sulaiman, seusai acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI, di Hotel Claro, Kamis (26/3/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah ancaman El Nino ekstrem yang diperkirakan terjadi pada April hingga Oktober 2026.
"Stok kita hari ini cukup untuk 10 bulan ke depan. Sedangkan, kekeringan diprediksi hanya berlangsung sekitar 6 bulan. Insyaallah aman," katanya, kemarin.
Amran menjelaskan, berdasarkan perhitungan Kementerian Pertanian, ketersediaan pangan nasional dipastikan mencukupi hingga 10 bulan ke depan. Stok tersebut tersebar di berbagai titik strategis, mulai dari gudang penyimpanan, stok di lapangan, hingga distribusi di Perum Bulog.
"Misalnya kita ambil minimal 2 juta ton per bulan selama 7 bulan, itu sudah 14 juta ton tambahan produksi kita. Berarti, ketersediaan mampu bertahan hingga periode Mei tahun depan," ujarnya seusai menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro, Makassar.
Ia menegaskan, hingga akhir tahun, pasokan pangan nasional diperkirakan tetap mencukupi meski tanpa mengandalkan panen berikutnya. Sebagai perbandingan, pada periode El Nino 2023–2024, produksi pangan nasional masih berada di kisaran 2 juta ton per bulan.
Di sisi lain, Amran menyebut stok pangan nasional saat ini berada pada titik tertinggi dalam sejarah. Cadangan beras tercatat mencapai 4,2 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 5 juta ton dalam waktu dekat.
"Belum dihitung yang ditanam pada bulan April sampai Desember. Jadi ini aman saja, stok kita per hari ini saja 4,2 juta ton. Kemudian bulan depan mencapai 5,2 ton dan ini tidak pernah terjadi sebelumnya sejak Indonesia merdeka," tegasnya.
Sebagai informasi, El Nino “Godzilla” merupakan istilah untuk fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat. Fenomena ini ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator secara signifikan.
Kondisi tersebut berpotensi memicu musim kemarau lebih panjang dan kering, terutama pada periode April hingga Oktober. Dampaknya di Indonesia antara lain meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, berkurangnya curah hujan, serta potensi krisis air.
Istilah “Godzilla” digunakan untuk menggambarkan kekuatan ekstrem fenomena ini dalam memengaruhi pola cuaca global, serupa dengan peristiwa El Nino besar pada 1997–1998 dan 2015–2016.
"Stok kita hari ini cukup untuk 10 bulan ke depan. Sedangkan, kekeringan diprediksi hanya berlangsung sekitar 6 bulan. Insyaallah aman," katanya, kemarin.
Amran menjelaskan, berdasarkan perhitungan Kementerian Pertanian, ketersediaan pangan nasional dipastikan mencukupi hingga 10 bulan ke depan. Stok tersebut tersebar di berbagai titik strategis, mulai dari gudang penyimpanan, stok di lapangan, hingga distribusi di Perum Bulog.
"Misalnya kita ambil minimal 2 juta ton per bulan selama 7 bulan, itu sudah 14 juta ton tambahan produksi kita. Berarti, ketersediaan mampu bertahan hingga periode Mei tahun depan," ujarnya seusai menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro, Makassar.
Ia menegaskan, hingga akhir tahun, pasokan pangan nasional diperkirakan tetap mencukupi meski tanpa mengandalkan panen berikutnya. Sebagai perbandingan, pada periode El Nino 2023–2024, produksi pangan nasional masih berada di kisaran 2 juta ton per bulan.
Di sisi lain, Amran menyebut stok pangan nasional saat ini berada pada titik tertinggi dalam sejarah. Cadangan beras tercatat mencapai 4,2 juta ton dan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 5 juta ton dalam waktu dekat.
"Belum dihitung yang ditanam pada bulan April sampai Desember. Jadi ini aman saja, stok kita per hari ini saja 4,2 juta ton. Kemudian bulan depan mencapai 5,2 ton dan ini tidak pernah terjadi sebelumnya sejak Indonesia merdeka," tegasnya.
Sebagai informasi, El Nino “Godzilla” merupakan istilah untuk fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat. Fenomena ini ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator secara signifikan.
Kondisi tersebut berpotensi memicu musim kemarau lebih panjang dan kering, terutama pada periode April hingga Oktober. Dampaknya di Indonesia antara lain meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, berkurangnya curah hujan, serta potensi krisis air.
Istilah “Godzilla” digunakan untuk menggambarkan kekuatan ekstrem fenomena ini dalam memengaruhi pola cuaca global, serupa dengan peristiwa El Nino besar pada 1997–1998 dan 2015–2016.
(MAN)
Berita Terkait
News
Respons Cepat Tuntutan Peternak, Mentan Pastikan Penyerapan MBG dan Pakan Subsidi Bulog
Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dengan tegas menyatakan komitmen pemerintah untuk membela dan melindungi peternak kecil dari potensi praktik merugikan oleh perusahaan besar.
Selasa, 11 Agu 2026 11:09
News
Kementan Genjot Indeks Pertanaman Lewat Gerakan Tanam Serempak di 25 Provinsi
Kementan menggelar Gerakan Tanam Serempak di 25 provinsi sebagai upaya mempercepat peningkatan indeks pertanaman dan mendukung swasembada pangan.
Sabtu, 01 Agu 2026 07:41
News
Mentan Bongkar Dugaan Mafia Beras Fortifikasi, Harga Tembus Rp42 Ribu per Kg
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membongkar dugaan praktik permainan dalam penjualan beras fortifikasi yang dipasarkan dengan harga jauh di atas kewajaran.
Kamis, 30 Jul 2026 16:10
News
Pemkab Bantaeng Gandeng Kementan RI dan PT Firman's Grup Dorong Pertanian Modern
Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, menerima kunjungan Staf Ahli Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama jajaran PT Firman's Grup di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, Rabu (15/7/2026).
Rabu, 15 Jul 2026 16:16
Sulsel
Mentan RI Gerak Cepat Tangani Banjir di Bone, Bawa Bantuan Pangan Rp9 Miliar
Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Bone bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, khususnya di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Senin, 11 Mei 2026 13:18
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tokoh Senior Dorong Hamzah Pangki Kembali Memimpin Golkar Bulukumba
2
BKKBN Sulsel Gelar Lomba Unik Antar Tim Kerja Semarakkan Hut Ke-81 RI
3
Pura-pura Tak Punya Keluarga, Pria Ini Diduga Curi HP dan Uang Rp3,2 Juta di Burau Lutim
4
Pendataan Perlinsos Digital Capai 50.088 KK, Wali Kota Appi Targetkan Makassar Tembus 70 Persen
5
Pengadilan Agama Maros Cabut Hak Perwalian Orang Tua
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tokoh Senior Dorong Hamzah Pangki Kembali Memimpin Golkar Bulukumba
2
BKKBN Sulsel Gelar Lomba Unik Antar Tim Kerja Semarakkan Hut Ke-81 RI
3
Pura-pura Tak Punya Keluarga, Pria Ini Diduga Curi HP dan Uang Rp3,2 Juta di Burau Lutim
4
Pendataan Perlinsos Digital Capai 50.088 KK, Wali Kota Appi Targetkan Makassar Tembus 70 Persen
5
Pengadilan Agama Maros Cabut Hak Perwalian Orang Tua