Mengenal Program LRP dari PT Vale, Langkah Nyata Perkuat Ekonomi Lokal
Senin, 27 Okt 2025 15:19
PT Vale Indonesia Tbk menghadirkan Livelihood Restoration Program (LRP) untuk memperkuat ekonomi lokal. Foto/Istimewa
POMALAA - Dalam upaya mempercepat pembangunan berkelanjutan dan memperkuat ekonomi lokal, PT Vale Indonesia Tbk—anggota MIND ID—menghadirkan Livelihood Restoration Program (LRP). Program ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung agenda Indonesia Emas 2045 sekaligus memperkuat penerapan prinsip ESG di sektor industri strategis.
LRP hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak perubahan tata guna lahan, khususnya di kawasan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa. Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan lokal, program ini dirancang untuk membangun kapasitas masyarakat agar mampu menciptakan mata pencaharian yang berkelanjutan.
“Sebagai perusahaan pertambangan berkelanjutan, PT Vale ingin memastikan transformasi kawasan industri berlangsung inklusif dan memberdayakan,” ujar Hasmir, Manager External Relations IGP Pomalaa.
Program ini mencakup pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, penyediaan alat produksi, hingga fasilitasi akses pasar. Fokusnya diarahkan pada sektor-sektor yang dekat dengan kehidupan masyarakat seperti pertanian, perikanan, peternakan, industri rumahan, dan tata boga.
Lebih dari 50 warga telah merasakan dampak nyata program ini—mulai dari peningkatan keterampilan, tambahan pendapatan, hingga terbentuknya usaha bersama yang lebih terstruktur. Para penerima manfaat didampingi tenaga ahli untuk merancang model bisnis yang relevan dan tangguh menghadapi perubahan ekonomi.
“LRP menunjukkan bahwa investasi tak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat,” ujar Hasmir.
Salah satu peserta, Rini, dulu hanya mengandalkan hasil tani yang bergantung musim. Setelah mengikuti pelatihan tata boga dan memperoleh peralatan produksi, ia kini mengelola usaha katering yang semakin dikenal.
“Dulu masak hanya untuk keluarga. Sekarang saya bisa punya penghasilan sendiri dan bahkan mengajak tetangga bekerja,” tuturnya.
Selain menjalankan program, PT Vale juga memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya guna menjaga kesinambungan program dan kesesuaiannya dengan rencana pembangunan daerah.
Dengan pendekatan tersebut, LRP bukan sekadar program tanggung jawab sosial, tetapi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat Pomalaa yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing global.
LRP hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak perubahan tata guna lahan, khususnya di kawasan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa. Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan lokal, program ini dirancang untuk membangun kapasitas masyarakat agar mampu menciptakan mata pencaharian yang berkelanjutan.
“Sebagai perusahaan pertambangan berkelanjutan, PT Vale ingin memastikan transformasi kawasan industri berlangsung inklusif dan memberdayakan,” ujar Hasmir, Manager External Relations IGP Pomalaa.
Program ini mencakup pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, penyediaan alat produksi, hingga fasilitasi akses pasar. Fokusnya diarahkan pada sektor-sektor yang dekat dengan kehidupan masyarakat seperti pertanian, perikanan, peternakan, industri rumahan, dan tata boga.
Lebih dari 50 warga telah merasakan dampak nyata program ini—mulai dari peningkatan keterampilan, tambahan pendapatan, hingga terbentuknya usaha bersama yang lebih terstruktur. Para penerima manfaat didampingi tenaga ahli untuk merancang model bisnis yang relevan dan tangguh menghadapi perubahan ekonomi.
“LRP menunjukkan bahwa investasi tak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat,” ujar Hasmir.
Salah satu peserta, Rini, dulu hanya mengandalkan hasil tani yang bergantung musim. Setelah mengikuti pelatihan tata boga dan memperoleh peralatan produksi, ia kini mengelola usaha katering yang semakin dikenal.
“Dulu masak hanya untuk keluarga. Sekarang saya bisa punya penghasilan sendiri dan bahkan mengajak tetangga bekerja,” tuturnya.
Selain menjalankan program, PT Vale juga memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya guna menjaga kesinambungan program dan kesesuaiannya dengan rencana pembangunan daerah.
Dengan pendekatan tersebut, LRP bukan sekadar program tanggung jawab sosial, tetapi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat Pomalaa yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing global.
(TRI)
Berita Terkait
News
PT Vale Terima Penghargaan, Perkuat Peran dalam Pembangunan Daerah
PT Vale meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas kepatuhan dan konsistensinya sebagai wajib pajak yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Senin, 13 Apr 2026 17:05
Ekbis
Produksi dan Laba Naik, PT Vale Bukukan Kinerja Solid Sepanjang 2025
PT Vale Indonesia Tbk menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja yang relatif kuat di tengah dinamika pasar komoditas global. Produksi dan laba perusahaan naik.
Senin, 16 Mar 2026 22:58
Sulsel
PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Sepakati Penyelesaian Lahan Old Camp
Komitmen menghadirkan kepastian bagi masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas pembangunan daerah kembali ditegaskan melalui kolaborasi antara PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MIND ID, bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Jum'at, 13 Mar 2026 10:21
News
PT Vale Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Panen Demplot Padi Berkelanjutan di Kolaka
Program ini merupakan kelanjutan dari penanaman perdana yang dilakukan pada November 2025 di tiga desa binaan PT Vale, yakni Desa Puubunga dan Desa Pubenua di Kecamatan Baula, serta Desa Lemedai di Kecamatan Tanggetada.
Senin, 09 Mar 2026 22:14
News
Di Tengah Tekanan Harga Nikel Global, PT Vale Tegaskan Industri Harus Jadi Solusi untuk Indonesia
Di tengah fluktuasi harga nikel dunia dan sorotan publik terhadap dampak industri tambang, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup MIND ID, memilih berdiri dengan satu pesan yang jelas: industri harus menjadi solusi, bukan beban
Selasa, 03 Mar 2026 11:49
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tak Mau Beli Randis Baru, Wali Kota Makassar Pilih Pakai Mobil Bekas
2
Kejari Maros Jadwalkan Pemeriksaan Kades Labuaja soal Dugaan Pungli
3
UMI Ingatkan Konsekuensi Hukum bagi Pemelintir Narasi Terkait Jusuf Kalla
4
Sinergi OJK Dorong Akses Keuangan Petani Kakao di Luwu Timur
5
Komisi E DPRD Sulsel Temukan Dugaan Pekerjaan Renovasi Asal-asalan di Rumah Sakit Haji
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tak Mau Beli Randis Baru, Wali Kota Makassar Pilih Pakai Mobil Bekas
2
Kejari Maros Jadwalkan Pemeriksaan Kades Labuaja soal Dugaan Pungli
3
UMI Ingatkan Konsekuensi Hukum bagi Pemelintir Narasi Terkait Jusuf Kalla
4
Sinergi OJK Dorong Akses Keuangan Petani Kakao di Luwu Timur
5
Komisi E DPRD Sulsel Temukan Dugaan Pekerjaan Renovasi Asal-asalan di Rumah Sakit Haji