Viral Guru Honorer di Jeneponto Dipecat, Diduga Diganti Adik Kepsek yang Lolos PPPK
Sabtu, 10 Jan 2026 18:16
Tangkapan layar video viral perdepatan diduga Kepala Sekolah dan guru di salah satu sekolah di Kabupaten Jeneponto. Foto: Istimewa
JENEPONTO - Seorang guru honorer perempuan di SDN 7 Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, diduga diberhentikan secara sepihak oleh kepala sekolah setempat. Peristiwa tersebut viral setelah terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial.
Guru honorer tersebut diketahui telah mengabdi selama empat tahun. Ia diduga dipecat usai memprotes kebijakan internal sekolah yang memindahkannya dari posisi guru kelas ke mata pelajaran Bahasa Inggris.
Peristiwa itu terekam dalam video berdurasi 7 menit 56 detik. Dalam rekaman tersebut, terlihat guru honorer dan kepala sekolah terlibat adu argumen di dalam sebuah ruangan sekolah dengan posisi duduk di meja terpisah. Seorang perekam tampak merekam kejadian itu dari meja lain.
Dalam video, guru honorer terlihat mengenakan batik biru dengan jilbab hitam, sementara kepala sekolah mengenakan kerudung cokelat muda sambil memegang telepon genggam.
Pemicu konflik bermula ketika posisi guru kelas yang sebelumnya diampu guru honorer tersebut diisi oleh adik kepala sekolah. Padahal, menurut guru honorer itu, adik kepala sekolah sudah tidak aktif lagi sebagai guru honorer di sekolah tersebut.
Ironisnya, nama adik kepala sekolah tersebut disebut muncul secara tiba-tiba dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW) dan dinyatakan lolos.
“Kenapa saya dialihkan ke Bahasa Inggris, padahal jurusanku PGSD, bukan Bahasa Inggris,” ujar guru honorer dalam video tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah merugikan guru lain karena kelas yang diampunya sebelumnya dalam kondisi kosong.
“Kalau dia memang (adik kepsek) aktif honor dari dulu tidak masalah, ini dia menggantikan posisi saya,” katanya.
Guru honorer tersebut menyebut penunjukan pengganti dilakukan secara mendadak tanpa adanya konfirmasi atau pemberitahuan sebelumnya.
“Jangan seenaknya. saya tidak mau kelasku diambil dan saya tidak mau dialihkan ke Bahasa Inggris,” tegasnya.
Menanggapi protes tersebut, kepala sekolah menyatakan dirinya tidak bisa melawan aturan yang berlaku.
“Semua yang nujelaskan saya sudah tahu, tapi saya sebagai pimpinan di sini tidak bisa melawan aturan,” ucap kepala sekolah.
Situasi kemudian memanas. Guru honorer sempat berdiri sebelum akhirnya diminta kembali duduk oleh kepala sekolah.
“Accidong mako naung (silakan duduk), saya bisa kasi keluarko di sini karena kau masih honor. Kurang ajar sekali ini pendidik, tena nahargai a (tidak menghargai saya),” ujar kepala sekolah sambil memukul meja.
Tak lama berselang, kepala sekolah secara terbuka menyatakan pemberhentian terhadap guru honorer tersebut.
“Sekarang begini, kau berhenti jadi honor, saya keluarkanko, titik. Jangan melawan,” katanya sembari meninggalkan ruangan.
Hingga berita ini diturunkan, identitas kedua pihak belum diungkap ke publik. SINDO Makassar masih berupaya mengonfirmasi pihak kepala sekolah maupun guru honorer yang bersangkutan untuk memperoleh klarifikasi lebih lanjut.
Guru honorer tersebut diketahui telah mengabdi selama empat tahun. Ia diduga dipecat usai memprotes kebijakan internal sekolah yang memindahkannya dari posisi guru kelas ke mata pelajaran Bahasa Inggris.
Peristiwa itu terekam dalam video berdurasi 7 menit 56 detik. Dalam rekaman tersebut, terlihat guru honorer dan kepala sekolah terlibat adu argumen di dalam sebuah ruangan sekolah dengan posisi duduk di meja terpisah. Seorang perekam tampak merekam kejadian itu dari meja lain.
Dalam video, guru honorer terlihat mengenakan batik biru dengan jilbab hitam, sementara kepala sekolah mengenakan kerudung cokelat muda sambil memegang telepon genggam.
Pemicu konflik bermula ketika posisi guru kelas yang sebelumnya diampu guru honorer tersebut diisi oleh adik kepala sekolah. Padahal, menurut guru honorer itu, adik kepala sekolah sudah tidak aktif lagi sebagai guru honorer di sekolah tersebut.
Ironisnya, nama adik kepala sekolah tersebut disebut muncul secara tiba-tiba dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW) dan dinyatakan lolos.
“Kenapa saya dialihkan ke Bahasa Inggris, padahal jurusanku PGSD, bukan Bahasa Inggris,” ujar guru honorer dalam video tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah merugikan guru lain karena kelas yang diampunya sebelumnya dalam kondisi kosong.
“Kalau dia memang (adik kepsek) aktif honor dari dulu tidak masalah, ini dia menggantikan posisi saya,” katanya.
Guru honorer tersebut menyebut penunjukan pengganti dilakukan secara mendadak tanpa adanya konfirmasi atau pemberitahuan sebelumnya.
“Jangan seenaknya. saya tidak mau kelasku diambil dan saya tidak mau dialihkan ke Bahasa Inggris,” tegasnya.
Menanggapi protes tersebut, kepala sekolah menyatakan dirinya tidak bisa melawan aturan yang berlaku.
“Semua yang nujelaskan saya sudah tahu, tapi saya sebagai pimpinan di sini tidak bisa melawan aturan,” ucap kepala sekolah.
Situasi kemudian memanas. Guru honorer sempat berdiri sebelum akhirnya diminta kembali duduk oleh kepala sekolah.
“Accidong mako naung (silakan duduk), saya bisa kasi keluarko di sini karena kau masih honor. Kurang ajar sekali ini pendidik, tena nahargai a (tidak menghargai saya),” ujar kepala sekolah sambil memukul meja.
Tak lama berselang, kepala sekolah secara terbuka menyatakan pemberhentian terhadap guru honorer tersebut.
“Sekarang begini, kau berhenti jadi honor, saya keluarkanko, titik. Jangan melawan,” katanya sembari meninggalkan ruangan.
Hingga berita ini diturunkan, identitas kedua pihak belum diungkap ke publik. SINDO Makassar masih berupaya mengonfirmasi pihak kepala sekolah maupun guru honorer yang bersangkutan untuk memperoleh klarifikasi lebih lanjut.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Respons Cepat Kecamatan Tamalate, Sampah Viral di Mannuruki Berhasil Dibersihkan
Pemerintah Kecamatan Tamalate bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait tumpukan sampah yang viral di media sosial. Dalam waktu singkat, petugas kebersihan langsung diterjunkan ke lokasi dan menuntaskan proses pembersihan
Minggu, 05 Jul 2026 16:06
Makassar City
Dugaan Pungli Pengisian Jabatan Kepsek, DPRD Buka Opsi Panggil Pihak Eksternal
Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman menegaskan pihaknya menunggu hasil audit Inspektorat terkait dugaan pungli dalam proses pengisian jabatan kepala sekolah di lingkup Pemerintah Kota Makassar.
Rabu, 01 Jul 2026 20:20
Makassar City
Kepsek Mengaku Diintimidasi Usai Bongkar Dugaan Pungli Pengisian Jabatan
Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses pengisian jabatan kepala sekolah (kepsek) di lingkungan Pemerintah Kota Makassar terus bergulir.
Selasa, 30 Jun 2026 13:22
Makassar City
Wali Kota Makassar Akhirnya Lantik 369 Kepala Sekolah Definitif
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi melantik 369 kepala sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Makassar di Tribun Lapangan Karebosi, Selasa (23/6/2026).
Selasa, 23 Jun 2026 16:33
Sulsel
DPRD Sulsel Endus Kepsek SMA Mundur Serentak, Siapkan RDP Gali Informasi
Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Tenri Indah, geram menanggapi isu dugaan adanya kepala sekolah yang dipaksa mengundurkan diri oleh pihak tertentu di lingkungan Dinas Pendidikan Sulsel.
Selasa, 09 Jun 2026 14:22
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UIN Alauddin Bantah Flyer Dukungan ke Bupati Gowa, Sebut Bukan Produk Universitas
2
Pemdes Moncongloe Lappara Benarkan TKI yang Meninggal di Armenia Warganya
3
Makassar Bollymania Club Sukses Gelar Meet Up Akbar Bertema Semarak Bollywood
4
Warga Binaan Rutan Kelas IIB Sengkang Bakal Ikut Program Hapus Tato
5
Polisi Armenia Selidiki Kematian TKI Asal Maros, Pemulangan Jenazah Tertunda
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UIN Alauddin Bantah Flyer Dukungan ke Bupati Gowa, Sebut Bukan Produk Universitas
2
Pemdes Moncongloe Lappara Benarkan TKI yang Meninggal di Armenia Warganya
3
Makassar Bollymania Club Sukses Gelar Meet Up Akbar Bertema Semarak Bollywood
4
Warga Binaan Rutan Kelas IIB Sengkang Bakal Ikut Program Hapus Tato
5
Polisi Armenia Selidiki Kematian TKI Asal Maros, Pemulangan Jenazah Tertunda