Pencarian Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros Terkendala Medan dan Cuaca

Sabtu, 17 Jan 2026 20:49
Pencarian Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros Terkendala Medan dan Cuaca
Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian melalui udara sore tadi di wilayah Bulusaraung. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Pencarian pesawat ATR 42-500 tujuan Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak saat melintas di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026), masih terkendala dengan medan dan cuaca di lokasi pencarian.

Hingga saat ini, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai unsur di pegunungan karst di kawasan Leang-Leang, Kabupaten Maros yang merupakan titik koordinat terakhir pesawat yang mengangkuat 11 orang tersebut.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudiman Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk membantu proses pencarian.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pangdam, Kapolda, Basarnas serta tim dari Pemerintah Provinsi Sulsel ditambah tiga ambulans lengkap dengan tenaga kesehatan untuk bergerak cepat. Helikopter pencarian dan tim darat sudah menuju ke lokasi indikatif, namun masih terkendala medan yang berat dan kondisi cuaca,” ujar Gubernur Sulsel dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026) sore.

Menurutnya, pencarian dilakukan melalui jalur udara dan darat dengan melibatkan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta relawan setempat.

Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Kami mengajak kepada semua warga untuk mendoakan yang terbaik dan bersabar. Ada penemuan serpihan sebagai petunjuk dalam pencarian dari warga tapi kita tetap menunggu informasi resmi dari tim SAR. Harap semua bersabar," tambahnya.

Hingga Sabtu sore, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik terakhir hilangnya kontak pesawat. Cuaca berkabut dan kondisi geografis yang didominasi pegunungan menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.

Pihak Basarnas menyatakan bahwa setiap perkembangan terbaru akan segera disampaikan secara resmi kepada publik. Masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi guna menghindari kepanikan.

Proses pencarian akan terus dilanjutkan dengan penambahan personel serta optimalisasi peralatan, seiring dengan membaiknya kondisi cuaca.

Sementara itu, Salah seorang Warga Lingkungan Panaikang, Kelurahan Leang-leang, Hasna mengaku mendengar adanya suara ledakan di sekitar gunung Bulusaraung.

Dia mendengar suara ledakan dari arah yang sangat jauh. Meski begitu suara ledakan itu jelas didengarnya dari arah gunung. "Ada memang suara ledakan tadi saya dengar sekitar habis dhuhur. Suaranya itu terdengar sangat jauh, dari arah gunung," ujarnya.

Dia mengatakan, suara ledakan itu, terdengar seperti bambu kering yang meledak, dari kejauhan.

"Tidak terlalu besar suaranya, cuma terdengar sangat jauh. Kami juga tidak tahu kalau itu ledakan pesawat, karena tidak pernah kami dengar suara ledakan pesawat," ujarnya.

Dia mengatakan, saat terdengar suara ledakan itu, cuaca di lokasi sedang mendung berat. "Iyye, hitamki langit, tapi tidak hujan. Saya tidak mengecek juga suara ledakan itu apa. Sampai ada kabar kami dengar," jelasnya.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru