PKUB Luncurkan 10 Kelurahan Sadar Kerukunan di Makassar
Minggu, 01 Mar 2026 09:52
Peluncuran kelurahan sadar kerukunan di Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 di Jalan Sulawesi, Sabtu (28/2/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI meluncurkan 10 Kelurahan Sadar Kerukunan di Kota Makassar. Peluncuran dilakukan dalam rangkaian kegiatan Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 di Jalan Sulawesi, Sabtu (28/2/2026).
Program ini menjadi bagian dari strategi nasional INSPIRE (Indonesia Inspiration) Kementerian Agama untuk memperkuat praktik toleransi di tingkat lokal serta mendorong Indonesia sebagai rujukan global dalam kerukunan umat beragama.
Kepala PKUB Kemenag RI, M. Adib Abdushomad, menyatakan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada keberagaman yang dikelola secara baik di tingkat masyarakat.
“Indonesia harus menjadi inspirasi dunia. Kita tidak cukup hanya berbicara di forum internasional, tetapi harus menunjukkan praktik nyata di tingkat kelurahan dan desa. Di situlah kerukunan benar-benar hidup,” ujarnya.
Dengan penambahan di Makassar, jumlah Desa/Kelurahan Sadar Kerukunan secara nasional mencapai 496 titik. Program ini dirancang sebagai ruang dialog lintas agama, kolaborasi komunitas, serta upaya deteksi dini potensi konflik keagamaan.
Menurut Adib, Makassar diproyeksikan menjadi salah satu lokasi percontohan praktik toleransi yang dapat dikunjungi delegasi mancanegara.
“Yang terpenting bukan sekadar papan nama, tetapi realitas sosialnya. The living values of religious harmony harus terlihat dan dirasakan. Kalau ada tamu dari Eropa atau negara lain, kita bisa ajak mereka melihat langsung praktiknya di sini,” tegasnya.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menilai Jappa Jokka Cap Go Meh tidak hanya sebagai perayaan budaya, tetapi juga simbol persatuan masyarakat.
“Makassar adalah rumah untuk semua. Kegiatan ini mempererat persaudaraan lintas etnis, agama, dan tradisi,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid, menyebut peluncuran ini sebagai langkah daerah dalam memperkuat harmoni sosial.
“Ini bukti nyata komitmen Makassar menjaga toleransi dan kerja sama lintas agama. Sulawesi Selatan bahkan mencatat indeks kerukunan di atas rata-rata nasional,” ungkapnya.
PKUB menekankan bahwa penguatan kerukunan membutuhkan kolaborasi semua pihak, terutama di tengah dinamika global yang diwarnai polarisasi dan konflik identitas.
“Tidak ada Superman, yang ada Super Team. Indonesia kuat karena kolaborasi,” tutup Adib.
Peluncuran Kelurahan Sadar Kerukunan ini menegaskan posisi Makassar sebagai ruang perjumpaan lintas budaya dan agama, sekaligus contoh praktik toleransi yang hidup di tengah masyarakat.
Program ini menjadi bagian dari strategi nasional INSPIRE (Indonesia Inspiration) Kementerian Agama untuk memperkuat praktik toleransi di tingkat lokal serta mendorong Indonesia sebagai rujukan global dalam kerukunan umat beragama.
Kepala PKUB Kemenag RI, M. Adib Abdushomad, menyatakan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada keberagaman yang dikelola secara baik di tingkat masyarakat.
“Indonesia harus menjadi inspirasi dunia. Kita tidak cukup hanya berbicara di forum internasional, tetapi harus menunjukkan praktik nyata di tingkat kelurahan dan desa. Di situlah kerukunan benar-benar hidup,” ujarnya.
Dengan penambahan di Makassar, jumlah Desa/Kelurahan Sadar Kerukunan secara nasional mencapai 496 titik. Program ini dirancang sebagai ruang dialog lintas agama, kolaborasi komunitas, serta upaya deteksi dini potensi konflik keagamaan.
Menurut Adib, Makassar diproyeksikan menjadi salah satu lokasi percontohan praktik toleransi yang dapat dikunjungi delegasi mancanegara.
“Yang terpenting bukan sekadar papan nama, tetapi realitas sosialnya. The living values of religious harmony harus terlihat dan dirasakan. Kalau ada tamu dari Eropa atau negara lain, kita bisa ajak mereka melihat langsung praktiknya di sini,” tegasnya.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menilai Jappa Jokka Cap Go Meh tidak hanya sebagai perayaan budaya, tetapi juga simbol persatuan masyarakat.
“Makassar adalah rumah untuk semua. Kegiatan ini mempererat persaudaraan lintas etnis, agama, dan tradisi,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid, menyebut peluncuran ini sebagai langkah daerah dalam memperkuat harmoni sosial.
“Ini bukti nyata komitmen Makassar menjaga toleransi dan kerja sama lintas agama. Sulawesi Selatan bahkan mencatat indeks kerukunan di atas rata-rata nasional,” ungkapnya.
PKUB menekankan bahwa penguatan kerukunan membutuhkan kolaborasi semua pihak, terutama di tengah dinamika global yang diwarnai polarisasi dan konflik identitas.
“Tidak ada Superman, yang ada Super Team. Indonesia kuat karena kolaborasi,” tutup Adib.
Peluncuran Kelurahan Sadar Kerukunan ini menegaskan posisi Makassar sebagai ruang perjumpaan lintas budaya dan agama, sekaligus contoh praktik toleransi yang hidup di tengah masyarakat.
(MAN)
Berita Terkait
News
Ribuan Rumah Ibadah Siap Layani Para Pemudik 24 Jam
Kemenag telah siapkan ribuan rumah ibadah yang siap melayani 24 jam selama fase arus mudik dan arus balik lebaran 2026.
Rabu, 11 Mar 2026 10:45
Sulsel
UIN Alauddin Selaraskan Rencana Strategis dengan Kementerian Agama
Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar Review Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025–2029 di Ruang Rapat Lantai 4 Gedung Rektorat Kampus II, Jumat, 19 Desember 2025.
Sabtu, 20 Des 2025 13:07
News
Dimulai di UIN Alauddin, Kemenag RI Susun Kerangka Akademik Diplomasi Perdamaian Gaza
Di tengah memuncaknya kegelisahan global terhadap krisis Gaza, Pemerintah Indonesia mulai memetakan langkah diplomasi yang lebih ofensif.
Senin, 17 Nov 2025 15:17
News
MQKI Perdana Angkat Tradisi Keilmuan Pesantren ke Level Internasional
MQKI menjadi wadah penting untuk melestarikan tradisi keilmuan pesantren dan membawanya ke level internasional, sekaligus memperkuat jejaring antarnegara.
Sabtu, 04 Okt 2025 16:50
Sulsel
MQK Meriah, Kemenag Wajo Siapkan Konsumsi 24 Jam
Salah satu yang paling mencolok adalah keberadaan dapur umum yang dibuka 24 jam penuh oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wajo untuk peserta MQK.
Jum'at, 03 Okt 2025 20:42
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Legislator Makassar Mengeluh Air Tak Mengalir 4 Bulan, Tapi Tetap Dapat Tagihan
2
Modus Kerja Sama Pengiriman, 14 Warga Makassar Ditipu Rp616 Juta
3
WFH Diproyeksi Tekan Belanja Operasional Pemkab Maros hingga 20%
4
Hadir di Makassar, Bursa Sajadah Permudah Jamaah Haji Hindari Biaya Kelebihan Bagasi
5
Sinergi Timpora Gowa Diperkuat, Imigrasi Makassar Jaga Iklim Wisata dan Investasi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Legislator Makassar Mengeluh Air Tak Mengalir 4 Bulan, Tapi Tetap Dapat Tagihan
2
Modus Kerja Sama Pengiriman, 14 Warga Makassar Ditipu Rp616 Juta
3
WFH Diproyeksi Tekan Belanja Operasional Pemkab Maros hingga 20%
4
Hadir di Makassar, Bursa Sajadah Permudah Jamaah Haji Hindari Biaya Kelebihan Bagasi
5
Sinergi Timpora Gowa Diperkuat, Imigrasi Makassar Jaga Iklim Wisata dan Investasi