Mi‘raj Sunyi di Malam Ramadan
Kamis, 12 Mar 2026 06:00
Dr H Muh Ikhsan AR M Ag (Dosen Sejarah Pemikiran Islam dan Direktur PUNCAK IAIN Kendari).
Oleh: Dr H Muh Ikhsan AR M Ag
(Dosen Sejarah Pemikiran Islam dan Direktur PUNCAK IAIN Kendari)
RAMADAN bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi bulan pendakian spiritual. Siang hari Ramadan melatih manusia menahan lapar dan dahaga, sedangkan malam hari Ramadan membuka jalan bagi jiwa untuk kembali kepada sumber cahayanya.
Dalam keheningan malam itulah shalat tahajjud menjadi sebuah mi‘raj sunyi—perjalanan batin seorang hamba menuju kedekatan dengan Allah.
Jika puasa adalah disiplin tubuh, maka tahajjud adalah pendakian ruh. Ia bukan hanya ibadah tambahan, tetapi ruang dialog paling intim antara manusia dan Tuhannya. Ketika dunia tertidur dan hiruk-pikuk kehidupan berhenti sejenak, seorang hamba berdiri dalam sunyi, bersujud, dan berbicara dengan Allah. Inilah saat ketika jiwa menemukan kembali arah pulangnya.
Tahajjud sebagai Ibadah yang Diperintahkan Al-Qur’an
Al-Qur’an secara khusus memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk melaksanakan salat malam. Perintah ini menunjukkan betapa tinggi nilai spiritual tahajjud.
QS. Al-Isra (17): 79
Arab:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا Latin:Wa mina al-layli fatahajjad bihī nāfilatan laka ‘asā an yab‘athaka rabbuka maqāman maḥmūdā.
Artinya:“Dan pada sebagian malam lakukanlah salat tahajjud sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Ayat ini menunjukkan bahwa tahajjud adalah tangga menuju maqām maḥmūd, yakni kedudukan mulia di sisi Allah. Dalam perspektif spiritual, tahajjud adalah jalan peningkatan derajat ruhani manusia.
Malam sebagai Ruang Spiritual Kedekatan dengan Allah
Al-Qur’an menggambarkan orang-orang beriman yang bangun di malam hari sebagai hamba pilihan.
QS. As-Sajdah (32): 16
Arab:
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
Latin:_Tatajāfā junūbuhum ‘anil-maḍāji‘i yad‘ūna rabbahum khaufan wa ṭama‘an wa mimmā razaqnāhum yunfiqūn_.
Artinya:“Lambung mereka jauh dari tempat tidur; mereka berdoa kepada Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap.”
Ayat ini menunjukkan bahwa tahajjud bukan sekadar aktivitas fisik meninggalkan tempat tidur, tetapi perjalanan spiritual meninggalkan kelalaian menuju kesadaran Ilahi.
Tahajjud sebagai Dialog Rahasia antara Hamba dan Tuhan
Dalam hadis sahih, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa malam adalah waktu yang paling mustajab untuk berdoa.
Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim
Arab:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Latin:_Yanzilu rabbunā tabāraka wa ta‘ālā kulla laylatin ilā as-samā’ ad-dunyā ḥīna yabqā thuluth al-layl al-ākhir fa yaqūlu: man yad‘ūnī fa astajībalah, man yas’alunī fa u‘ṭiyah, man yastaghfirunī faaghfirlah_.
Artinya:“Tuhan kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta akan Aku beri, siapa yang memohon ampun akan Aku ampuni.”
Hadis ini menggambarkan bahwa malam adalah momen kasih sayang Ilahi yang terbuka luas.
Tahajjud sebagai Tradisi Orang-Orang Saleh
Rasulullah ﷺ juga menjelaskan bahwa shalat malam adalah kebiasaan para hamba pilihan sepanjang sejarah.
Hadis Riwayat Tirmidzi
Arab:
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ
Latin:_Alaikum bi qiyām al-layl fa innahu da’buṣ-ṣāliḥīn qablakum_.
Artinya:“Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian.”
Para ulama spiritual seperti Al-Ghazali menjelaskan bahwa shalat malam adalah cahaya bagi hati, karena ia memutus dominasi dunia dalam jiwa manusia.
Tahajjud di Ramadhan: Jalan Menuju Lailatul Qadar
Ramadhan memiliki malam paling agung dalam Islam, yaitu Lailatul Qadar.
Al-Qur’an menyebutkan:QS. Al-Qadr (97): 3Arab:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ Latin:_Laylatul-qadri khayrun min alfi shahr_.
Artinya:“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”Karena itu, tahajjud pada malam Ramadhan bukan hanya ibadah biasa, tetapi pencarian malam yang lebih bernilai daripada delapan puluh tiga tahun ibadah.
Tahajjud sebagai Mi‘raj Ruhani
Dalam pengalaman spiritual para ulama dan sufi, tahajjud dipandang sebagai *mi‘raj batin orang beriman*. Jika Nabi Muhammad ﷺ mengalami mi‘raj secara fisik menuju langit, maka seorang mukmin mengalami mi‘raj melalui sujud dan doa.
Penyair sufi besar Jalaluddin Rumi menggambarkan keindahan malam sebagai waktu perjumpaan para pecinta dengan Tuhannya:
“Di malam hari para pecinta bangun, sementara dunia tertidur; mereka berbicara dengan Kekasihnya dalam keheningan.”
Makna terdalam dari tahajjud adalah pertemuan cinta antara manusia dan Allah.
Relevansi Tahajjud di Era Modern
Di era modern, manusia hidup dalam dunia yang penuh distraksi—gawai, informasi, dan kesibukan tanpa henti. Akibatnya, manusia sering kehilangan ruang sunyi untuk merenung.
Tahajjud menghadirkan kembali *ruang kesunyian spiritual*. Ia mengajarkan manusia untuk berhenti sejenak dari dunia dan kembali kepada dirinya sendiri.
Dalam kesunyian itulah manusia menemukan tiga hal penting:
Kesadaran akan kelemahan dirinya.
Kedekatan dengan Tuhannya.
Kejernihan hati dalam menjalani kehidupan. Penutup
Tahajjud di bulan Ramadhan adalah mi‘raj sunyi bagi jiwa manusia. Ia bukan sekadar shalat malam, tetapi perjalanan pulang menuju Tuhan.
Siang hari Ramadhan melatih tubuh untuk menahan diri, sementara malam hari Ramadhan menerangi jiwa dengan cahaya kedekatan Ilahi.
Pada akhirnya, tahajjud mengajarkan satu rahasia spiritual:
manusia mungkin hidup di dunia yang ramai, tetapi jalan menuju Tuhan selalu dimulai dari kesunyian.
_Allahu Ta'ala A'lam_
(Dosen Sejarah Pemikiran Islam dan Direktur PUNCAK IAIN Kendari)
RAMADAN bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi bulan pendakian spiritual. Siang hari Ramadan melatih manusia menahan lapar dan dahaga, sedangkan malam hari Ramadan membuka jalan bagi jiwa untuk kembali kepada sumber cahayanya.
Dalam keheningan malam itulah shalat tahajjud menjadi sebuah mi‘raj sunyi—perjalanan batin seorang hamba menuju kedekatan dengan Allah.
Jika puasa adalah disiplin tubuh, maka tahajjud adalah pendakian ruh. Ia bukan hanya ibadah tambahan, tetapi ruang dialog paling intim antara manusia dan Tuhannya. Ketika dunia tertidur dan hiruk-pikuk kehidupan berhenti sejenak, seorang hamba berdiri dalam sunyi, bersujud, dan berbicara dengan Allah. Inilah saat ketika jiwa menemukan kembali arah pulangnya.
Tahajjud sebagai Ibadah yang Diperintahkan Al-Qur’an
Al-Qur’an secara khusus memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk melaksanakan salat malam. Perintah ini menunjukkan betapa tinggi nilai spiritual tahajjud.
QS. Al-Isra (17): 79
Arab:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا Latin:Wa mina al-layli fatahajjad bihī nāfilatan laka ‘asā an yab‘athaka rabbuka maqāman maḥmūdā.
Artinya:“Dan pada sebagian malam lakukanlah salat tahajjud sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Ayat ini menunjukkan bahwa tahajjud adalah tangga menuju maqām maḥmūd, yakni kedudukan mulia di sisi Allah. Dalam perspektif spiritual, tahajjud adalah jalan peningkatan derajat ruhani manusia.
Malam sebagai Ruang Spiritual Kedekatan dengan Allah
Al-Qur’an menggambarkan orang-orang beriman yang bangun di malam hari sebagai hamba pilihan.
QS. As-Sajdah (32): 16
Arab:
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
Latin:_Tatajāfā junūbuhum ‘anil-maḍāji‘i yad‘ūna rabbahum khaufan wa ṭama‘an wa mimmā razaqnāhum yunfiqūn_.
Artinya:“Lambung mereka jauh dari tempat tidur; mereka berdoa kepada Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap.”
Ayat ini menunjukkan bahwa tahajjud bukan sekadar aktivitas fisik meninggalkan tempat tidur, tetapi perjalanan spiritual meninggalkan kelalaian menuju kesadaran Ilahi.
Tahajjud sebagai Dialog Rahasia antara Hamba dan Tuhan
Dalam hadis sahih, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa malam adalah waktu yang paling mustajab untuk berdoa.
Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim
Arab:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Latin:_Yanzilu rabbunā tabāraka wa ta‘ālā kulla laylatin ilā as-samā’ ad-dunyā ḥīna yabqā thuluth al-layl al-ākhir fa yaqūlu: man yad‘ūnī fa astajībalah, man yas’alunī fa u‘ṭiyah, man yastaghfirunī faaghfirlah_.
Artinya:“Tuhan kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta akan Aku beri, siapa yang memohon ampun akan Aku ampuni.”
Hadis ini menggambarkan bahwa malam adalah momen kasih sayang Ilahi yang terbuka luas.
Tahajjud sebagai Tradisi Orang-Orang Saleh
Rasulullah ﷺ juga menjelaskan bahwa shalat malam adalah kebiasaan para hamba pilihan sepanjang sejarah.
Hadis Riwayat Tirmidzi
Arab:
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ
Latin:_Alaikum bi qiyām al-layl fa innahu da’buṣ-ṣāliḥīn qablakum_.
Artinya:“Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam, karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian.”
Para ulama spiritual seperti Al-Ghazali menjelaskan bahwa shalat malam adalah cahaya bagi hati, karena ia memutus dominasi dunia dalam jiwa manusia.
Tahajjud di Ramadhan: Jalan Menuju Lailatul Qadar
Ramadhan memiliki malam paling agung dalam Islam, yaitu Lailatul Qadar.
Al-Qur’an menyebutkan:QS. Al-Qadr (97): 3Arab:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ Latin:_Laylatul-qadri khayrun min alfi shahr_.
Artinya:“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”Karena itu, tahajjud pada malam Ramadhan bukan hanya ibadah biasa, tetapi pencarian malam yang lebih bernilai daripada delapan puluh tiga tahun ibadah.
Tahajjud sebagai Mi‘raj Ruhani
Dalam pengalaman spiritual para ulama dan sufi, tahajjud dipandang sebagai *mi‘raj batin orang beriman*. Jika Nabi Muhammad ﷺ mengalami mi‘raj secara fisik menuju langit, maka seorang mukmin mengalami mi‘raj melalui sujud dan doa.
Penyair sufi besar Jalaluddin Rumi menggambarkan keindahan malam sebagai waktu perjumpaan para pecinta dengan Tuhannya:
“Di malam hari para pecinta bangun, sementara dunia tertidur; mereka berbicara dengan Kekasihnya dalam keheningan.”
Makna terdalam dari tahajjud adalah pertemuan cinta antara manusia dan Allah.
Relevansi Tahajjud di Era Modern
Di era modern, manusia hidup dalam dunia yang penuh distraksi—gawai, informasi, dan kesibukan tanpa henti. Akibatnya, manusia sering kehilangan ruang sunyi untuk merenung.
Tahajjud menghadirkan kembali *ruang kesunyian spiritual*. Ia mengajarkan manusia untuk berhenti sejenak dari dunia dan kembali kepada dirinya sendiri.
Dalam kesunyian itulah manusia menemukan tiga hal penting:
Kesadaran akan kelemahan dirinya.
Kedekatan dengan Tuhannya.
Kejernihan hati dalam menjalani kehidupan. Penutup
Tahajjud di bulan Ramadhan adalah mi‘raj sunyi bagi jiwa manusia. Ia bukan sekadar shalat malam, tetapi perjalanan pulang menuju Tuhan.
Siang hari Ramadhan melatih tubuh untuk menahan diri, sementara malam hari Ramadhan menerangi jiwa dengan cahaya kedekatan Ilahi.
Pada akhirnya, tahajjud mengajarkan satu rahasia spiritual:
manusia mungkin hidup di dunia yang ramai, tetapi jalan menuju Tuhan selalu dimulai dari kesunyian.
_Allahu Ta'ala A'lam_
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Al-Qur'an, Akal dan Fitrah
Al-Qur’an dalam beberapa pesannya menyebut bahwa manusia itu sebenarnya diciptakan sebagai sebaik-baik makhluk, (akhsani taqwim), karena manusia merupakan mahluk Tuhan yang diberi kemampuan mempergunakan akal pikirannya yang dapat membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah, sehingga bisa memposisikan dirinya.
Rabu, 11 Mar 2026 12:26
News
Dari Athena sampai Nusantara: Merawat Nalar di Tengah Kekuasaan yang Menggoda
TULISAN ini merupakan refleksi yang muncul setelah mengikuti bedah buku Dari Athena sampai Nusantara: Pengantar Filsafat Dunia tentang Manusia, Nalar, Agama, dan Kekuasaan karya Al Makin dalam Forum Guru Besar Insan Cita.
Rabu, 11 Mar 2026 06:07
News
Ekspresi Islam Indonesia
Di Indonesia, ekspresi kalangan Islam memiliki orientasi yang berbeda-beda dengan satu aliran yang mayoritas diikuti oleh Islam Indonesia yakni Ahlussunah wal-jama’ah, suatu barisan Islam yang mengikuti Rasulullah saw dan para sahabatNya.
Selasa, 10 Mar 2026 12:07
News
Satu Islam, Banyak Ekspresi
Islam sejak diturunkan Allah Swt kepada Rasulullah saw 14/15 abad yang lampau tidak ada yang berubah, masih sama, tidak ada yang tambah dan juga tidak ada yang kurang.
Senin, 09 Mar 2026 16:46
News
Islam Ibadah dan Islam Politik
Istilah yang disematkan kepada Islam memang tidaklah sedikit, varian yang muncul akibat ekspresi Islam yang tidak sama, termasuk istilah yang saya gunakan dalam tulisan ini yakni Islam ibadah.
Sabtu, 07 Mar 2026 13:05
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Al-Qur'an, Akal dan Fitrah
2
Penutupan Akses Jalan Wisma Nirmala Berpotensi Berujung Pidana
3
DPRD Bulukumba Usulkan Jalan Kabupaten jadi Provinsi, Termasuk Bangun Jembatan
4
Dituding Hanya Setor Rp100 Ribu/Bulan, Toko Satu Sama Tuduh Balik PD Parkir
5
THR ASN hingga Anggota DPRD Maros Cair Hari ini
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Al-Qur'an, Akal dan Fitrah
2
Penutupan Akses Jalan Wisma Nirmala Berpotensi Berujung Pidana
3
DPRD Bulukumba Usulkan Jalan Kabupaten jadi Provinsi, Termasuk Bangun Jembatan
4
Dituding Hanya Setor Rp100 Ribu/Bulan, Toko Satu Sama Tuduh Balik PD Parkir
5
THR ASN hingga Anggota DPRD Maros Cair Hari ini