Dorong UMKM di Sulsel Daftar Badan Hukum Perorangan
Rabu, 25 Mar 2026 23:50
Kepala Bidang Administrasi Hukum Umum (AHU) Kanwil Kemenkum Sulsel, Ramli, turun langsung memimpin kegiatan sosialisasi layanan Perseroan Perorangan (PT Perorangan) kepada para pelaku UMKM Sulsel.
MAKASSAR - Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Wilayah Sulsel didorong agar memiliki badan hukum perseroan perorangan, sehingga bisa lebih mengembangkan usahannya.
Hal ini terlihat saat Kepala Bidang Administrasi Hukum Umum (AHU) Kanwil Kemenkum Sulsel, Ramli, turun langsung memimpin kegiatan sosialisasi layanan Perseroan Perorangan (PT Perorangan) kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Wilayah Sulsel. Kegiatan yang berlangsung diaula pancasila Kanwil Kemenkum Sulsel, Rabu(25/3/2026) ini menjadi bukti nyata bahwa Kanwil tidak menunggu masyarakat datang, tetapi aktif mengundang dan mendampingi mereka.
Sebanyak 50 orang pelaku UMKM Kota Makassar, Gowa dan Maros yang hadir tampak antusias menyimak setiap paparan yang disampaikan. Banyak di antara mereka yang selama ini belum mengetahui bahwa kini tersedia kemudahan luar biasa bagi pelaku usaha kecil untuk mendirikan badan hukum secara mandiri, cepat, dan dengan biaya yang sangat terjangkau. Kehadiran mereka di aula Kanwil Kemenkum Sulsel menjadi langkah awal menuju usaha yang lebih kuat dan terlindungi secara hukum.
Dalam sesi sosialisasi, Ramli bersama Saiful Ghazali (pelaksana bidang AHU) memaparkan secara komprehensif latar belakang lahirnya kebijakan Perseroan Perorangan sebagai terobosan hukum yang berpihak kepada pelaku usaha kecil. Berbeda dengan Perseroan Terbatas konvensional yang mensyaratkan minimal dua pendiri, Perseroan Perorangan dapat didirikan hanya oleh satu orang, cukup dengan mengisi pernyataan pendirian secara daring melalui sistem AHU Online Kementerian Hukum tanpa perlu akta notaris.
Ramli juga menjelaskan secara gamblang berbagai keunggulan yang diperoleh pelaku UMKM setelah mendaftarkan usahanya sebagai Perseroan Perorangan. Dengan status badan hukum resmi, pelaku usaha akan lebih mudah mengakses pembiayaan perbankan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), lebih dipercaya oleh mitra bisnis, serta memiliki pemisahan yang jelas antara kekayaan pribadi dan kekayaan usaha. Kejelasan status hukum ini juga membuka peluang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing di pasar domestik.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Bidang AHU yang menggelar sosialisasi langsung kepada para pelaku UMKM Sulsel di aula Kanwil.
"Ini adalah semangat yang tepat, membuka pintu selebar-lebarnya bagi para pelaku UMKM untuk hadir, belajar, dan langsung bertindak. Saya berharap setiap peserta yang hadir hari ini pulang bukan hanya dengan pengetahuan baru, tetapi dengan langkah konkret menuju legalitas usaha yang selama ini mungkin terasa jauh," ujar Andi Basmal.
Andi Basmal juga menekankan bahwa mendorong UMKM memiliki status badan hukum adalah bagian dari usaha Kanwil Kemenkum Sulsel dalam membangun ekosistem usaha yang sehat di Sulawesi Selatan.
"UMKM yang memiliki badan hukum adalah UMKM yang siap tumbuh. Mereka lebih mudah dapat modal, lebih dipercaya mitra, dan lebih terlindungi secara hukum. Ketika ribuan UMKM di Sulsel menjadi Perseroan Perorangan, adalah lompatan nyata bagi perekonomian daerah kita," tegasnya
Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Demson Marihot mendorong para pelaku UMKM di Sulsel yang belum sempat hadir dalam sosialisasi ini untuk tidak menunda-nunda lagi dalam mengurus legalitas usaha mereka.
"Prosesnya mudah, biayanya ringan, dan manfaatnya sangat besar. Tim kami siap mendampingi setiap pelaku UMKM yang ingin mendaftarkan Perseroan Perorangannya, datang ke kantor kami, hubungi helpdesk kami, dan kami akan pastikan prosesnya berjalan lancar dari awal hingga selesai," ungkap Demson
Hal ini terlihat saat Kepala Bidang Administrasi Hukum Umum (AHU) Kanwil Kemenkum Sulsel, Ramli, turun langsung memimpin kegiatan sosialisasi layanan Perseroan Perorangan (PT Perorangan) kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Wilayah Sulsel. Kegiatan yang berlangsung diaula pancasila Kanwil Kemenkum Sulsel, Rabu(25/3/2026) ini menjadi bukti nyata bahwa Kanwil tidak menunggu masyarakat datang, tetapi aktif mengundang dan mendampingi mereka.
Sebanyak 50 orang pelaku UMKM Kota Makassar, Gowa dan Maros yang hadir tampak antusias menyimak setiap paparan yang disampaikan. Banyak di antara mereka yang selama ini belum mengetahui bahwa kini tersedia kemudahan luar biasa bagi pelaku usaha kecil untuk mendirikan badan hukum secara mandiri, cepat, dan dengan biaya yang sangat terjangkau. Kehadiran mereka di aula Kanwil Kemenkum Sulsel menjadi langkah awal menuju usaha yang lebih kuat dan terlindungi secara hukum.
Dalam sesi sosialisasi, Ramli bersama Saiful Ghazali (pelaksana bidang AHU) memaparkan secara komprehensif latar belakang lahirnya kebijakan Perseroan Perorangan sebagai terobosan hukum yang berpihak kepada pelaku usaha kecil. Berbeda dengan Perseroan Terbatas konvensional yang mensyaratkan minimal dua pendiri, Perseroan Perorangan dapat didirikan hanya oleh satu orang, cukup dengan mengisi pernyataan pendirian secara daring melalui sistem AHU Online Kementerian Hukum tanpa perlu akta notaris.
Ramli juga menjelaskan secara gamblang berbagai keunggulan yang diperoleh pelaku UMKM setelah mendaftarkan usahanya sebagai Perseroan Perorangan. Dengan status badan hukum resmi, pelaku usaha akan lebih mudah mengakses pembiayaan perbankan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), lebih dipercaya oleh mitra bisnis, serta memiliki pemisahan yang jelas antara kekayaan pribadi dan kekayaan usaha. Kejelasan status hukum ini juga membuka peluang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing di pasar domestik.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Bidang AHU yang menggelar sosialisasi langsung kepada para pelaku UMKM Sulsel di aula Kanwil.
"Ini adalah semangat yang tepat, membuka pintu selebar-lebarnya bagi para pelaku UMKM untuk hadir, belajar, dan langsung bertindak. Saya berharap setiap peserta yang hadir hari ini pulang bukan hanya dengan pengetahuan baru, tetapi dengan langkah konkret menuju legalitas usaha yang selama ini mungkin terasa jauh," ujar Andi Basmal.
Andi Basmal juga menekankan bahwa mendorong UMKM memiliki status badan hukum adalah bagian dari usaha Kanwil Kemenkum Sulsel dalam membangun ekosistem usaha yang sehat di Sulawesi Selatan.
"UMKM yang memiliki badan hukum adalah UMKM yang siap tumbuh. Mereka lebih mudah dapat modal, lebih dipercaya mitra, dan lebih terlindungi secara hukum. Ketika ribuan UMKM di Sulsel menjadi Perseroan Perorangan, adalah lompatan nyata bagi perekonomian daerah kita," tegasnya
Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Demson Marihot mendorong para pelaku UMKM di Sulsel yang belum sempat hadir dalam sosialisasi ini untuk tidak menunda-nunda lagi dalam mengurus legalitas usaha mereka.
"Prosesnya mudah, biayanya ringan, dan manfaatnya sangat besar. Tim kami siap mendampingi setiap pelaku UMKM yang ingin mendaftarkan Perseroan Perorangannya, datang ke kantor kami, hubungi helpdesk kami, dan kami akan pastikan prosesnya berjalan lancar dari awal hingga selesai," ungkap Demson
(GUS)
Berita Terkait
Ekbis
Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.949 Triliun, OJK Perkuat Basis Data
Hingga Juli 2026, total pembiayaan UMKM dari berbagai sektor jasa keuangan mencapai Rp1.949 triliun, tumbuh 3,09 persen secara tahunan.
Rabu, 07 Okt 2026 08:21
News
Expo K-UMKM Sulsel Disambut 2.500 Peserta, Bupati Irwan Siagakan Tim Medis dan Rescue
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyiagakan tim medis dan penyelamatan menjelang pembukaan Pekan Expo Koperasi dan UMKM tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Selasa, 06 Okt 2026 18:39
Ekbis
Vale Perluas Akses Pasar UMKM Lokal Lewat Rumah Oleh-Oleh Telaloa
PT Vale Indonesia melakukan peresmian Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Desa Magani, Kecamatan Nuha, Luwu Timur untuk mendukung UMKM lokal tumbuh dan berkembang.
Senin, 05 Okt 2026 17:44
Ekbis
FIN Expo BIK 2026 Perluas Akses Keuangan, Transaksi Tembus Rp42,9 Miliar
Selama tiga hari pelaksanaan, Fin Expo BIK 2026 yang digelar OJK Sulselbar mencatat total nominal transaksi dan inklusi keuangan mencapai Rp42,94 miliar.
Senin, 05 Okt 2026 14:10
News
536 Karya Masuk, Shopee - Kementerian UMKM Umumkan Pemenang Apresiasi Jurnalistik 'UMKM Paten' 2026
Karya-karya tersebut menjadi bagian dari Apresiasi Jurnalistik Shopee ‘UMKM Paten’ 2026 yang digelar Shopee bersama Kementerian UMKM Republik Indonesia.
Kamis, 01 Okt 2026 12:13
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Perkuat Layanan Pelanggan, XLSMART Buka Tiga XL Center Baru di Makassar
2
Pimpin Polda Sulsel, Awal Chaeruddin Bawa Semangat Siri’ Na Pacce
3
Logo HUT Makassar, Simbol Merawat Budaya dan Menyalakan Harapan
4
Aqila Nailatul Izzah, Mahasiswa FK Unhas Gagas Kampanye Peduli Leukemia
5
Vale Serahkan Ijazah Paket C, Buka Peluang Kerja Warga Pomalaa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Perkuat Layanan Pelanggan, XLSMART Buka Tiga XL Center Baru di Makassar
2
Pimpin Polda Sulsel, Awal Chaeruddin Bawa Semangat Siri’ Na Pacce
3
Logo HUT Makassar, Simbol Merawat Budaya dan Menyalakan Harapan
4
Aqila Nailatul Izzah, Mahasiswa FK Unhas Gagas Kampanye Peduli Leukemia
5
Vale Serahkan Ijazah Paket C, Buka Peluang Kerja Warga Pomalaa