Dorong UMKM Naik Kelas, Kalla Institute Gandeng PT Tatanara
Selasa, 05 Mei 2026 13:52
Kalla Institute resmi menjalin kerja sama dengan PT Tatanara Logos Strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berfokus pada penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
MAKASSAR - Kalla Institute resmi menjalin kerja sama dengan PT Tatanara Logos Strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berfokus pada penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kolaborasi ini akan meningkatkan aspek hukum dalam pengembangan usaha mahasiswa dan pengembangan kelembagaan.
Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Wakil Rektor 1 Kalla Institute, Anhar Januar Malik dan Direktur PT Tatanara Logos Strategis, Ade Kurniawan, di ruang Auditorium Kalla Institute pada akhiir April 2026. Kerja sama ini menjadi langkah serius Kalla Institute untuk memperluas sinergi dengan dunia usaha dan industri guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan alumni.
Melalu sinergi tersebut, mahasiswa Kalla Institute akan mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam dunia kerja melalui program magang atau praktik kerja lapangan (PKL). Selain itu, mahasiswa juga akan mendapatkan fondasi yang kuat untuk bisa menjalin kerja sama dengan berbagai mitra sesuai dengan payung hukum yang berlaku.
Anhar menjelaskan, sejak awal kampus sudah mendorong para mahasiswa untuk mengembangkan bisnisnya secara terstruktur. “Aspek legal ini menjadi hal mendasar yang wajib mereka miliki untuk bisa menjalin kerja sama profesional dengan mitra mereka nantinya,” ucapnya.
Selain itu, kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, baik dari sisi hard skills maupun soft skills, serta mendorong penyelarasan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Hal ini menjadi komitmen Kalla Institute dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga berorientasi pada praktik dan kebutuhan di lapangan.
Lanjut setelah penandatangan MoU, para mahasiwa langsung mendapatkan workshop dari Ade Kurniawan, bertema “Legal Awarness for Business: Pondasi Hukum Untuk Bisnis yang Aman dan Berkelanjutan”. Kali ini Ade secara khusus memberikan pemahaman kepada mahasiswa yang saat ini merintis bisnis maupun UMKM agar menjalin kerja sama dari awal secara profesional dan berbadan hukum, guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan kedepannya.
“Perjanjian bisnis ini penting dibahas kepada mitra untuk memperjelas batasan kesepakatan, dan bisa menjadi landasan hukum agar menghindari masalah yang bisa timbul dikemudian hari,” ucap Ade.
Melalui workshop dan MoU ini, manfaat bisa langsung dirasakan mulai dari magang mahasiswa, pengembangan studi kasus, hingga pelaksanaan penelitian bersama (join research). Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi dosen Kalla Institute untuk berperan sebagai peneliti maupun konsultan dalam pengembangan inovasi di lingkungan industri. Sekali lagi Kalla Institute menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing tinggi di tingkat lokal maupun nasional.
Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Wakil Rektor 1 Kalla Institute, Anhar Januar Malik dan Direktur PT Tatanara Logos Strategis, Ade Kurniawan, di ruang Auditorium Kalla Institute pada akhiir April 2026. Kerja sama ini menjadi langkah serius Kalla Institute untuk memperluas sinergi dengan dunia usaha dan industri guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan alumni.
Melalu sinergi tersebut, mahasiswa Kalla Institute akan mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam dunia kerja melalui program magang atau praktik kerja lapangan (PKL). Selain itu, mahasiswa juga akan mendapatkan fondasi yang kuat untuk bisa menjalin kerja sama dengan berbagai mitra sesuai dengan payung hukum yang berlaku.
Anhar menjelaskan, sejak awal kampus sudah mendorong para mahasiswa untuk mengembangkan bisnisnya secara terstruktur. “Aspek legal ini menjadi hal mendasar yang wajib mereka miliki untuk bisa menjalin kerja sama profesional dengan mitra mereka nantinya,” ucapnya.
Selain itu, kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, baik dari sisi hard skills maupun soft skills, serta mendorong penyelarasan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Hal ini menjadi komitmen Kalla Institute dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga berorientasi pada praktik dan kebutuhan di lapangan.
Lanjut setelah penandatangan MoU, para mahasiwa langsung mendapatkan workshop dari Ade Kurniawan, bertema “Legal Awarness for Business: Pondasi Hukum Untuk Bisnis yang Aman dan Berkelanjutan”. Kali ini Ade secara khusus memberikan pemahaman kepada mahasiswa yang saat ini merintis bisnis maupun UMKM agar menjalin kerja sama dari awal secara profesional dan berbadan hukum, guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan kedepannya.
“Perjanjian bisnis ini penting dibahas kepada mitra untuk memperjelas batasan kesepakatan, dan bisa menjadi landasan hukum agar menghindari masalah yang bisa timbul dikemudian hari,” ucap Ade.
Melalui workshop dan MoU ini, manfaat bisa langsung dirasakan mulai dari magang mahasiswa, pengembangan studi kasus, hingga pelaksanaan penelitian bersama (join research). Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi dosen Kalla Institute untuk berperan sebagai peneliti maupun konsultan dalam pengembangan inovasi di lingkungan industri. Sekali lagi Kalla Institute menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang inovatif, kolaboratif, dan berdaya saing tinggi di tingkat lokal maupun nasional.
(GUS)
Berita Terkait
Ekbis
Pertamina Sulawesi Bekali UMK Strategi Konten dan Storytelling di Era Digital
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kembali melaksanakan UMK Academy sebagai upaya untuk mendorong UMKM agar dapat naik kelas dan mandiri.
Rabu, 30 Sep 2026 13:04
Lifestyle
MaRI Hadirkan Artcade sebagai Ruang Kreatif, UMKM & Komunitas
Area parkir Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar berubah menjadi ruang kreatif yang mempertemukan komunitas, pelaku UMKM, pegiat olahraga, otomotif, hingga musisi lokal dalam satu kegiatan.
Senin, 28 Sep 2026 16:03
Ekbis
PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Sulawesi ke Kriyanusa 2026
Sedikitnya 37 jenis produk UMKM binaan PT Vale dari Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi hadir dalam pameran yang berlangsung di JCC, Jakarta, 26–30 September 2026.
Minggu, 27 Sep 2026 17:14
Ekbis
MDA Dorong 42 UMKM Desa di Luwu Naik Kelas Lewat Resota UMKM
Sebanyak 42 pelaku UMKM dari 21 desa di wilayah operasional PT Masmindo Dwi Area (MDA) Kabupaten Luwu mendapat penguatan kapasitas usaha melalui program Resota UMKM 2026.
Minggu, 27 Sep 2026 10:36
Ekbis
Baruga Market Jadi Ruang Kolaborasi UMKM dan Warga Bukit Baruga
Bukit Baruga terus memperluas ruang kolaborasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Baruga Market.
Selasa, 22 Sep 2026 11:47
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
2
3 DPO Kasus Penyiraman Cabai di Jeneponto Ditangkap
3
Siswa SD Maros Juara Panahan Tradisional Sulsel
4
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana
5
Perkuat Layanan KB, BKKBN Sulsel Ajak Fasyankes Toraja Utara Penguatan Tata Kelola Alkon
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
2
3 DPO Kasus Penyiraman Cabai di Jeneponto Ditangkap
3
Siswa SD Maros Juara Panahan Tradisional Sulsel
4
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana
5
Perkuat Layanan KB, BKKBN Sulsel Ajak Fasyankes Toraja Utara Penguatan Tata Kelola Alkon